https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/issue/feed Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia 2026-07-10T09:19:20+07:00 Zulhendri zulhendripoenya@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>JPION: Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia</strong></p> <p>Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia is to provide a research medium and an important reference for the advancement and dissemination of research results that support high-level research in the fields Culture of Education and Social Science Research . Original theoretical work and application-based studies, which contributes to a better understanding all fields of Education and Social Science Research.</p> <p>Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia provides a platform for researchers, academicians, professional, practitioners, and students to impart and share knowledge in the form of high quality empirical and theoretical research papers, and case studies. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia welcomes and acknowledges high quality theoretical and empirical research papers, case studies, review papers, analytical and simulation models in any topic of education areas. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia publish publications four a year. Every month March, June, September and December.</p> <p> </p> https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1085 Pengaruh Pembelajaran Sains terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia 5–6 Tahun di TK NA. ZI. FA Islamic School 2026-07-10T09:08:20+07:00 Suci Nurul Akhwatni Saragi sucisaragi293@gmail.com Wan Nova Listia wannova@unimed.ac.id <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran sains terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia 5–6 tahun di TK NA. ZI. FA Islamic School. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 36 anak usia 5–6 tahun di TK NA. ZI. FA Islamic School. Sampel berjumlah 24 anak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 12 anak kelompok eksperimen dan 12 anak kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan bentuk non-equivalent control group design. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun, dan data dianalisis menggunakan statistik non parametrik uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor pre-test pada kelompok eksperimen sebesar 24,3 dan rata-rata skor post-test sebesar 34,6 sehingga mengalami perubahan sebesar 10,3 poin atau sebesar 42,4%. Menurut hasil test Statistics diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,002. Karena nilai p= 0,002 lebih kecil dari &lt; 0,05 yang berarti terdapat perubahan yang signifikan setelah perlakuan diberikan. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran Sains berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia 5–6 tahun. Dengan demikian, hipotesis Ha dalam penelitian ini diterima. Oleh karena itu, pembelajaran sains direkomendasikan untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran guna mendukung perkembangan kognitif dalam aspek kemampuan berpikir kritis anak sejak usia dini.</em></p> 2026-07-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Suci Nurul Akhwatni Saragi, Wan Nova Listia https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1328 Peningkatan Kemampuan Mengenal Angkaa Menggunakan Media Alam Melalui Kegiatan Menghitung di Tamaan Kanak-Kanak Al-Ikhlas Batu Galing Rejang Lebong Provinsi Bengkulu 2026-07-10T09:15:56+07:00 Apriana Apriana aprianacrp@gmail.com Rismareni Pransiska pransiskaunp@fip.unp.ac.id <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka pada anak usia dini melalui penerapan media alam dalam kegiatan menghitung di Taman Kanak-Kanak Al-Ikhlas Batu Galing, Rejang Lebong. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian melibatkan 15 anak Kelompok B dengan teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan yang signifikan, yaitu rata-rata pencapaian pada tahap pra-siklus sebesar 42,90% (kategori Mulai Berkembang), meningkat menjadi 63,73% pada Siklus I (kategori Berkembang Sesuai Harapan), dan mencapai 83,28% pada Siklus II (kategori Berkembang Sangat Baik) serta telah memenuhi kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Analisis per indikator menunjukkan bahwa kemampuan mengelompokkan benda berdasarkan jumlah mencapai pencapaian tertinggi sebesar 90,6%, sedangkan indikator membuat lambang angka dengan benar dan menjawab pertanyaan terkait angka menjadi aspek yang paling sulit dikuasai dengan pencapaian terendah sebesar 68,8%. Kesulitan tersebut disebabkan oleh tuntutan kematangan motorik halus yang belum sempurna serta kebutuhan kemampuan penalaran abstrak dan penguasaan bahasa yang masih terbatas pada anak usia 5–6 tahun. Peningkatan kemampuan ini didukung oleh teori perkembangan kognitif Jean Piaget pada tahap pra-operasional, di mana pemahaman konsep abstrak angka lebih efektif dibangun melalui interaksi langsung dengan benda konkret dari lingkungan alam sekitar. </em></p> 2026-07-14T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Apriana, Rismareni Pransiska https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1299 Improving Students’ English Vocabulary Mastery Through Interactive Classroom Activities 2026-07-06T07:52:02+07:00 Amellia Amellia 4330023003@student.unusa.ac.id Tiyas Saputri tiyass@unusa.ac.id <p><em>Vocabulary is crucial in learning a language. It helps students understand things, talk to each other, read books, and write stories. Many students struggle to learn new English words. This is because they don't use English much, don't practice enough, and the teaching methods aren't very engaging. These problems make it difficult for students to learn words, which means they lack confidence and don't participate as much in English class. This study examines how classroom activities can help students learn English words. Researchers examined activities such as playing word games, talking in groups, telling stories, pretending to be someone, and engaging in fun exercises. This study was conducted at SDN Kenjeran 248 Surabaya, with third-grade students. Researchers wanted to make the classroom a fun place to learn. Researchers found that some students lacked basic vocabulary such as sweeping, writing, reading, and so on. Researchers will conduct classroom activities that can help students learn words. When students do fun things and work together, they want to learn more and participate more. They remember new words more easily. So, doing fun things in class is a way to help students learn new words and make learning English more fun and engaging.</em></p> 2026-07-06T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Amellia, Tiyas Saputri https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1363 Upaya Peningkatan Kemampuan Berbicara Anak Melalui Media Buku Cerita Pop Up di Taman Kanak-Kanak Al-Ikhlas Batu Galing Rejang Lebong Provinsi Bengkulu 2026-07-10T09:10:39+07:00 Dewi Susanti dewisusanti08@gmail.com Elise Muryanti elise@fip.unp.ac.id <p><em>Rendahnya keterampilan berbahasa lisan pada anak Kelompok B di TK Al-Ikhlas Batu Galing menjadi dasar dilaksanakannya penelitian ini. Dari 13 peserta didik yang diamati, 10 anak (76,92%) masih berada pada kategori belum berkembang, yang ditandai dengan keterbatasan kosakata, kurangnya keberanian mengungkapkan pendapat, serta hambatan dalam merangkai kalimat sederhana. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan kemampuan berbicara anak melalui pemanfaatan media buku cerita pop-up. Metode yang digunakan ialah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berlangsung dalam dua siklus, dengan setiap siklus mencakup tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, serta refleksi selama tiga pertemuan. Data diperoleh melalui observasi serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik persentase deskriptif. Temuan penelitian mengindikasikan adanya peningkatan kemampuan berbicara secara bertahap, yaitu dari 42,4% pada tahap awal (Mulai Berkembang), meningkat menjadi 60,8% pada Siklus I (Berkembang Sesuai Harapan), dan mencapai 76,7% pada Siklus II (Berkembang Sangat Baik). Dengan demikian, media buku cerita pop-up terbukti efektif dalam mendukung perkembangan kemampuan berbicara anak Kelompok B di TK Al-Ikhlas Batu Galing.</em></p> 2026-07-14T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Dewi Susanti, Elise Muryanti https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1325 Analisis Komparatif Penggunaan AI Multiplatform terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 37 Jakarta. 2026-07-10T09:16:33+07:00 Ani Rosada anirosadaqr@gmail.com Suparno Suparno anirosadaqr@gmail.com Fitra Dila Lestari anirosadaqr@gmail.com <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan AI berupa ChatGPT, Gemini, dan Meta AI serta menggunakan Konvensional biasa pada mata pelajaran Ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain nonequivalent group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 37 Jakarta. Sampel penelitian terdiri atas tiga kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan menggunakan media berbasis Artificial Intelligence (AI), serta satu kelompok kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes objektif berupa berbentuk pilihan ganda. Data penelitian ini dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjutan Post Hoc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis yang signifikan antara kelompok yang menggunakan AI dan kelompok konvensional (Sig. = 0,025 &lt; 0,05). Namun, hasil uji Tukey HSD menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara ChatGPT, Gemini, dan Meta AI dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. </em></p> 2026-07-15T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Ani Rosada, Suparno Suparno, Fitra Dila Lestari https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1351 Perbandingan Prestasi Belajar Siswa Broken Home Dan Harmonis 2026-07-10T09:11:40+07:00 Mildani Mildani mildani240503@gmail.com Micha Felayati Silalahi chenatchenut91@gmail.com Azam Arifyadi azamarifyadi@gmail.com Dian Fitriani dianfitriani1491@gmail.com <p><em>Latar belakang keluarga sering dianggap sebagai faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar, di mana siswa dari keluarga tidak utuh (broken home) menghadapi kendala emosional yang dapat mengganggu konsentrasi, sementara siswa dari keluarga harmonis cenderung memperoleh dukungan penuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan hasil belajar antara kedua kelompok tersebut di SMP Negeri Model Terpadu Madani. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif pada sampel 22 siswa yang terdiri dari 11 siswa keluarga harmonis dan 11 siswa keluarga tidak utuh. Data diperoleh dari rekapan nilai rapor semester ganjil tahun akademik 2025/2026 dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, serta uji independent sample t-test dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai siswa keluarga harmonis sebesar 84,69 (standar deviasi 3,86), sedangkan siswa keluarga tidak utuh memperoleh rata-rata 83,05 (standar deviasi 3,41), dengan selisih 1,64 poin. Namun, uji hipotesis menghasilkan nilai signifikansi (sig. 2-tailed) sebesar 0,027 yang lebih besar dari 0,05, sehingga H₀ diterima dan Hₐ ditolak, artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara hasil belajar kedua kelompok. Temuan ini mengindikasikan bahwa keadaan keluarga bukanlah satu-satunya penentu hasil belajar, melainkan juga dipengaruhi oleh motivasi belajar, dukungan guru, lingkungan sekolah, dan kemampuan individual siswa. Oleh karena itu, disarankan agar guru dan sekolah tetap memberikan perhatian setara kepada semua siswa tanpa membedakan latar belakang keluarga, serta bagi peneliti selanjutnya direkomendasikan untuk menambahkan variabel lain seperti pola asuh atau motivasi belajar agar analisis lebih komprehensif.</em></p> 2026-07-15T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Mildani, Micha Felayati Silalahi, Azam Arifyadi, Dian Fitriani https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1322 Analisis Bahasa Gaul Dalam Konten Tiktok Dan Implikasi Terhadap Bahasa Indonesia Baku 2026-07-10T09:17:36+07:00 Ghina Kamelia ginakamelia476@gmail.com Mirnawati Mirnawati mirnawati82402@gmail.com Inka Octafitria inkaoctafitria54@gmail.com Siti Salmiah miaasalmiah876@gmail.com Moh. Agus Wahyudin wahyudinmohagus@gmail.com Moh. Agus Wahyudin wahyudinmohagus@gmail.com Ainantya Dianti Giyatri gayatriainantya@gmail.com Dine Trio Ratnasari dinetrio@usbr.ac.id <p><em>Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah mendorong munculnya berbagai variasi bahasa yang digunakan oleh masyarakat, salah satunya bahasa gaul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk bahasa gaul dalam konten TikTok serta mengkaji implikasinya terhadap penggunaan bahasa Indonesia baku. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa gaul yang ditemukan didominasi oleh serapan bahasa Inggris, akronim, campur kode, pemendekan kata, dan istilah viral media sosial. Bentuk bahasa gaul yang paling banyak digunakan adalah serapan bahasa Inggris, seperti </em><em>spill</em><em>, </em><em>healing</em><em>, </em><em>bestie</em><em>, dan </em><em>cringe</em><em>. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa gaul dalam TikTok mencerminkan perkembangan variasi bahasa dalam komunikasi digital dan berimplikasi pada pilihan kosakata yang digunakan masyarakat. Meskipun demikian, bahasa gaul tidak menggantikan fungsi bahasa Indonesia baku karena keduanya digunakan dalam konteks komunikasi yang berbeda. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, khususnya dalam penguatan literasi bahasa dan literasi digital peserta didik.</em></p> 2026-07-15T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Ghina Kamelia, Mirnawati, Inka Octafitria, Siti Salmiah, Moh. Agus Wahyudin, Moh. Agus Wahyudin, Ainantya Dianti Giyatri, Dine Trio Ratnasari https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1337 Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Bidang Pengarustamaan Gender Dan Pemberdayaan Perempuan Di Dinas P3APM Kota Pekanbaru 2026-06-28T08:59:37+07:00 Syapril Abdullah syarpilabdullah@soc.uir.ac.id Herman Herman heman@soc.uir.ac.id Yeni Yuntika Dewi yeniyuntikadewi@student.uir.ac.id <p><em>Peningkatan kapasitas kelembagaan merupakan hal yang penting bagi setiap organisasi dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Upaya pengembangan kapasitas perlu diterapkan pada organisasi pemerintah termasuk pada Bidang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Pekanbaru guna menunjang pemberian layanan bagi masyarakat yang membutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pelaksanaan pengembangan kapasitas kelembagaan pada Bidang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan di DP3APM Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif. Data yang digunakan mencakup data primer dan sekunder, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Setelah data terkumpul melalui teknik yang tepat, peneliti mengklasifikasikannya berdasarkan jenis, kemudian mengolah dan menganalisisnya secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas kelembagaan pada Bidang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan DP3APM Kota Pekanbaru belum berjalan optimal akibat beberapa kendala, yaitu keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya kompetensi pegawai di bidangnya, budaya organisasi yang belum memadai, serta anggaran yang terbatas. Oleh karena itu, diperlukan penambahan jumlah pegawai dan pengembangan kompetensi pegawai agar di masa mendatang mereka mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Kota Pekanbaru.</em></p> 2026-06-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Syapril Abdullah, Herman Herman, Yeni Yuntika Dewi https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1313 Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Aktivitas Ritmik di Taman Kanak-Kanak Melati Kecamatan Pangkalan Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat 2026-07-10T09:18:25+07:00 Tamtriati Tamtriati tamtriati31@gmail.com Rismareni Pransiska pransiskaunp@fip.unp.ac.id <h3><em>Penelitian ini diprakarsai karena keterampilan motorik kasar anak-anak di TK Melati, Kecamatan Pangkalan, masih kurang memadai, dibuktikan dengan koordinasi tubuh yang buruk, keseimbangan yang kurang, dan berkurangnya kepercayaan diri dalam aktivitas fisik. Masalah ini timbul dari metode pengajaran yang terlalu teoritis, membosankan, dan kurang variasi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia prasekolah dengan menggunakan latihan gerakan dan menyanyi. Metodologi yang diadopsi adalah Penelitian Tindakan Kelas (KAR), yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahapan persiapan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini melibatkan 14 siswa dari Kelompok B di TK Melati, Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Metode pengumpulan data adalah observasi langsung menggunakan lembar observasi untuk mencatat aktivitas anak dan guru. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan metode persentase untuk menilai kompetensi belajar tradisional. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada keterampilan motorik kasar anak. Selama Siklus I, rata-rata proporsi keterampilan motorik kasar anak mencapai 50%. Setelah pelaksanaan langkah-langkah perbaikan pada Siklus II, yang menggabungkan variasi fisik terorganisir dan "Tarian Penguin" yang menarik, tingkat keberhasilan klasik meningkat menjadi 75%, mencapai standar penguasaan yang diharapkan. Studi ini menetapkan bahwa penggabungan beragam aktivitas gerakan dan musik yang menarik meningkatkan koordinasi, kelincahan, dan keseimbangan dalam kemampuan motorik kasar anak-anak usia dini</em></h3> 2026-07-14T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Tamtriati, Rismareni Pransiska https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1266 Proses Pembentukan Kebijakan Pendidikan: Analisis Deskriptif Tahapan Dan Dinamika Politik 2026-07-10T09:19:20+07:00 Sherly Nur Hidayah selyxx300@gmail.com Angga Denuyasa danuuangga@gmail.com Dina Novita novitadina830@gmail.com Abdul Kodir abdulkodir190106@gmail.com Afriantoni Afriantoni afriantoni_uin@gmail.com <p><strong><em>Abstrak</em></strong></p> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembentukan kebijakan pendidikan dengan menitikberatkan pada tahapan kebijakan serta dinamika politik yang mempengaruhinya. Kebijakan pendidikan merupakan instrumen penting dalam menentukan arah pembangunan sumber daya manusia, sehingga proses pembentukannya perlu dikaji secara komprehensif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, serta dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses pembentukan kebijakan pendidikan terdiri atas beberapa tahapan utama, yaitu identifikasi masalah, perumusan kebijakan, pengambilan keputusan, implementasi, dan evaluasi. Setiap tahapan tersebut memiliki karakteristik tersendiri serta melibatkan berbagai aktor dengan kepentingan yang berbeda. Dalam praktiknya, proses ini tidak selalu berjalan secara linear, melainkan sering kali dipengaruhi oleh dinamika politik yang kompleks. Dinamika politik memiliki pengaruh signifikan dalam setiap tahapan kebijakan, terutama dalam proses perumusan dan pengambilan keputusan. Kepentingan aktor, distribusi kekuasaan, serta proses negosiasi menjadi faktor utama yang menentukan arah kebijakan. Kebijakan pendidikan tidak sepenuhnya bersifat netral, melainkan merupakan hasil kompromi dari berbagai kepentingan yang saling berinteraksi. Selain itu, tekanan dari kelompok kepentingan serta kondisi sosial-ekonomi juga turut mempengaruhi substansi kebijakan yang dihasilkan. Penelitian ini juga menemukan bahwa kurangnya transparansi dan partisipasi publik dalam proses pembentukan kebijakan dapat mengurangi efektivitas kebijakan yang dihasilkan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat serta memperkuat akuntabilitas dalam setiap tahapan kebijakan. Dengan demikian, kebijakan pendidikan yang dihasilkan diharapkan dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.</em></p> 2026-07-15T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Sherly Nur Hidayah, Angga Denuyasa, Dina Novita, Abdul Kodir, Afriantoni https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1329 Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Kolase Bahan Alam di Tk Tribina Sungai Rimbang Kecamatan Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota 2026-07-10T09:15:06+07:00 Asrina Susi Yanti asrinasusiyanti14@gmail.com Rismareni Pransiska pransiskaunp@fip.unp.ac.id <p><em>Kemampuan motorik halus merupakan salah satu aspek perkembangan yang perlu distimulasi secara optimal pada anak usia dini karena berperan penting dalam mendukung kesiapan belajar dan aktivitas sehari-hari. Hasil observasi di TK Tribina Sungai Rimbang Kecamatan Suliki menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak kelompok B masih belum berkembang secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan kolase dengan memanfaatkan bahan alam. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 10 anak kelompok B yang terdiri dari 3 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus anak pada setiap siklus. Pada tahap pra-siklus terdapat 60% anak berada pada kategori Belum Berkembang (BB) dan 40% pada kategori Mulai Berkembang (MB). Setelah penerapan kegiatan kolase pada siklus I, sebanyak 30% anak mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 40% Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan 30% Mulai Berkembang (MB). Pada siklus II terjadi peningkatan yang lebih baik, yaitu 30% anak berada pada kategori BSB, 50% kategori BSH, dan 20% kategori MB. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kegiatan kolase berbahan alam efektif dalam meningkatkan koordinasi mata dan tangan, kelenturan jari, ketepatan gerakan, kerapian, penggunaan lem, serta kemandirian anak. Dengan demikian, kegiatan kolase menggunakan bahan alam dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia dini.</em></p> 2026-07-14T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Asrina Susi Yanti, Rismareni Pransiska https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1300 Membangun Aktivitas Sosial Dan Pemuda Yang Berintegritas, Berlandasan Nilai-Nilai Islam 2026-07-06T07:52:32+07:00 Nurhidayah Nurhidayah nurhdyrsln24@gmail.com Maria Maria ajhemaria@gmail.com Sri Mutia Anjani srimutia2005@gmail.com Syaiful Rachman 23041070174@radenfatah.ac.id Inka Okta Wahyudi ww105901@gmail.com Dodi Irawan dodiirawan_uin@radenfatah.ac.id <p><em>Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat serta mengembangkan potensi sosial yang dimiliki oleh generasi muda. </em><em>Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kegiatan KKN dalam membangun aktivitas sosial dan membentuk pemuda yang berintegritas berdasarkan nilai-nilai Islam di Desa Tanjung Temiang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program KKN yang meliputi kegiatan pengajian pemuda, mengajar mengaji anak-anak, gotong royong menjaga lingkungan, membantu petani berkebun, serta pembinaan akhlak dan kepemimpinan berbasis nilai Islam mampu meningkatkan partisipasi sosial masyarakat, khususnya pemuda. Nilai-nilai Islam seperti kejujuran (shiddiq), tanggung jawab (amanah), dan kepedulian sosial (ta’awun) berhasil diinternalisasikan melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Dampak yang terlihat antara lain meningkatnya sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepedulian sosial, serta kesadaran religius pemuda dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, kegiatan KKN berbasis nilai-nilai Islam dapat menjadi strategi yang efektif dalam membentuk pemuda yang berintegritas, berakhlak mulia, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan sosial masyarakat. </em></p> 2026-07-06T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Nurhidayah Nurhidayah, Maria Maria, Sri Mutia Anjani, Syaiful Rachman, Inka Okta Wahyudi, Dodi Irawan https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1373 Analisis Sentimen Konsumen Terhadap Usaha Food And Beverage Di Tembilahan Pada Media Sosial Tiktok Menggunakan Naïve Bayes Classifier Sebagai Dasar Evaluasi Strategi Pemasaran Digital 2026-07-09T15:45:35+07:00 M. Saleh msaleh0205@gmail.com Dwi Yuli Prasetyo dwiyuliprasetyo2@gmail.com <p><em>Media sosial TikTok menjadi salah satu platform yang banyak digunakan konsumen untuk memberikan opini mengenai produk dan layanan, termasuk pada sektor Food and Beverage (F&amp;B). Informasi yang terdapat pada komentar pengguna dapat dimanfaatkan untuk mengetahui persepsi konsumen dan mengevaluasi strategi pemasaran digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis sentimen konsumen terhadap usaha F&amp;B di Tembilahan pada media sosial TikTok menggunakan algoritma Naïve Bayes Classifier. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sebanyak 500 komentar TikTok yang diperoleh melalui teknik scraping. Data kemudian melalui tahap preprocessing, pelabelan sentimen, ekstraksi fitur menggunakan TF-IDF, dan klasifikasi menggunakan Naïve Bayes. Evaluasi model dilakukan menggunakan confusion matrix, accuracy, precision, recall, F1-score, serta 5-Fold Cross Validation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentimen netral mendominasi dengan 248 komentar (49,6%), diikuti sentimen positif sebanyak 156 komentar (31,2%) dan sentimen negatif sebanyak 96 komentar (19,2%). Model Naïve Bayes menghasilkan akurasi sebesar 93,00% dengan rata-rata akurasi cross validation sebesar 92,00%. Hasil ini menunjukkan bahwa Naïve Bayes mampu mengklasifikasikan sentimen konsumen dengan baik dan dapat digunakan sebagai dasar evaluasi strategi pemasaran digital usaha F&amp;B di Tembilahan</em></p> 2026-07-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 M. Saleh, Dwi Yuli Prasetyo https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1327 Inovasi Digital dalam Manajemen Sekolah untuk Meningkatkan Efektivitas Pengelolaan Pendidikan: Studi Kepustakaan 2026-06-30T09:54:43+07:00 Rohima Rohima rohimasitorus19@gmail.com Annisa Nur Zahra annisanurzahra84@gmail.com Fidiatul Khairiah fidiatulkhairiah@gmail.com <p><em>Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan dalam pengelolaan pendidikan, khususnya pada aspek manajemen sekolah. Inovasi digital menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pendidikan melalui pemanfaatan teknologi dalam administrasi, pengelolaan informasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk inovasi digital dalam manajemen sekolah, implementasinya, dampaknya terhadap efektivitas pengelolaan, serta faktor pendukung dan tantangan yang dihadapi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh melalui penelaahan berbagai literatur ilmiah yang relevan dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi digital diwujudkan melalui Sistem Informasi Manajemen (SIM), digitalisasi administrasi, platform berbasis cloud, perangkat komunikasi digital, dan sistem pendukung pengambilan keputusan. Implementasi inovasi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi administrasi, akurasi data, kualitas layanan pendidikan, transparansi, serta pengambilan keputusan berbasis data. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh kepemimpinan digital, kualitas sistem, kompetensi sumber daya manusia, dan ketersediaan infrastruktur teknologi. Adapun tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan kompetensi digital, kendala infrastruktur, adaptasi terhadap perubahan, dan pengelolaan data. Dengan demikian, inovasi digital memiliki peran penting dalam mendukung efektivitas pengelolaan pendidikan dan pengembangan tata kelola sekolah yang lebih baik.</em></p> 2026-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Rohima, Annisa Nur Zahra, Fidiatul Khairiah https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1290 Komik Digital Berorientasi Kearifan Lokal Bali Megoak-Goakan pada Materi Indonesiaku Kaya Budaya Siswa Kelas IV SD 2026-07-06T07:51:25+07:00 Putu Eka Sukmawati eka.sukmawati@student.undiksha.ac.id I Gede Margunayasa igede.margunayasa@undiksha.ac.id Ni Made Dainivitri Sinta Sari nimadedainivitrisintasari@gmail.com <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media komik digital berorientasi kearifan lokal Bali Megoak-goakan pada materi Indonesiaku Kaya Budaya untuk siswa kelas IV SD yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&amp;D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 2 ahli materi, 2 ahli media, 2 praktisi pendidikan, dan 18 siswa kelas IV SD Negeri 1 Silangjana. Data dikumpulkan melalui kuesioner validitas, kuesioner kepraktisan, serta tes hasil belajar berupa pretest dan posttest. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media komik digital memperoleh tingkat validitas ahli materi sebesar 98%, validitas ahli media sebesar 93%, kepraktisan praktisi sebesar 95%, dan kepraktisan siswa sebesar 90%, dengan rata-rata kualitas media sebesar 94% yang berada pada kategori sangat baik. Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan rata-rata hasil belajar dari 46,66 pada pretest menjadi 91,29 pada posttest. Uji paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (&lt;0,05), yang menunjukkan bahwa media komik digital berorientasi kearifan lokal Bali Megoak-goakan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan demikian, media yang dikembangkan layak digunakan sebagai media pembelajaran IPAS di sekolah dasar.</em></p> 2026-07-06T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Putu Eka Sukmawati, I Gede Margunayasa, Ni Made Dainivitri Sinta Sari https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1352 Peningkatan Pengetahuan Kesiapsiagaan Siswa Dalam Menghadapi Bencana Letusan Gunungapi Gamalama Melalui Model Project Based Learning 2026-07-02T09:22:40+07:00 Syahril Lukman syahrillukman748@yahoo.com Hujairah Hi. Muhammad hujairah21muhammad@gmail.com Asmin Lukman asminlukman@gmail.com <p><em>Rendahnya pengetahuan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana letusan Gunungapi menjadi permasalahan penting, khususnya bagi sekolah yang berada di kawasan rawan bencana Gunungapi Gamalama Ternate. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan siswa kelas XI SMA Negeri 6 Kota Ternate dalam menghadapi bencana letusan Gunungapi Gamalama melalui penerapan model project based learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek sebanyak 25 siswa, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan kesiapsiagaan, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I sebanyak 15 siswa (60%) belum mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 10 siswa (40%) telah mencapai ketuntasan. Namun, pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan, di mana sebanyak 23 siswa (92%) telah mencapai ketuntasan belajar dan hanya 2 siswa (8%) yang belum tuntas. Dengan demikian hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model project based learning efektif meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan siswa terhadap bencana letusan Gunungapi Gamalama.</em></p> 2026-07-06T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Syahril Lukman, Hujairah Hi. Muhammad, Asmin Lukman https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1324 Kewajiban Menuntut Ilmu Dalam Qs. Al-‘Alaq Ayat 1 : Perspektif Cognitive Science 2026-07-10T09:17:01+07:00 Jihan Raihanah Putri jihanraihanahputri15@gmail.com Muhammad Farhan muhammadfarhan77533@mail.com Muhamad Yahya muhamadyahya@uinmybatusangkar.ac.id <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewajiban menuntut ilmu dalam QS. Al-‘Alaq ayat 1 melalui perspektif Cognitive Science serta mengkaji relevansinya terhadap proses pembelajaran modern. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari Al-Qur’an, kitab tafsir, serta berbagai literatur yang berkaitan dengan ilmu kognitif dan pendidikan. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) dan interpretasi tematik terhadap konsep belajar yang terkandung dalam ayat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perintah iqra’ (membaca) dalam QS. Al-‘Alaq ayat 1 tidak hanya bermakna aktivitas membaca teks, tetapi juga mencakup proses memperoleh, mengolah, dan mengonstruksi pengetahuan. Perspektif Cognitive Science menjelaskan bahwa aktivitas belajar melibatkan perhatian, persepsi, memori, penalaran, dan metakognisi yang berperan dalam pembentukan pemahaman. Ayat ini menegaskan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban fundamental manusia yang didukung oleh kemampuan kognitif sebagai anugerah Allah Swt. Kesimpulannya, QS. Al-‘Alaq ayat 1 mengandung landasan epistemologis dan pedagogis yang kuat mengenai pentingnya menuntut ilmu, serta memiliki relevansi yang tinggi dengan teori-teori kognitif modern dalam pengembangan pendidikan Islam dan pembelajaran sepanjang hayat.</em></p> 2026-07-15T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jihan Raihanah Putri, Muhammad Farhan, Muhamad Yahya https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1348 Pengembangan Motorik Kasar Anak Melalui Senam Kreasi di PAUD Rizqy Kabupaten Kaur 2026-07-10T09:14:23+07:00 Diszuriani Diszuriani diszurianikaur22@gmail.com Elise Muryani elise@fip.unp.ac.id Dadan Suryana suryana@fip.unp.ac.id Tisna Syafnita tisnasyafnita@fip.unp.ac.id <p><em>Penelitian ini dipicu oleh kekurangan kemampuan motorik kasar yang ditemukan pada anak usia dini di PAUD Rizqy, Kabupaten Kaur. Hal ini terlihat dari ketidakmampuan anak-anak untuk melakukan berbagai gerakan, seperti berlari, melompat, menjaga keseimbangan, dan mengkoordinasikan tubuh mereka. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak dengan teknik senam baru. Penelitian ini melibatkan 10 anak dari PAUD Rizqy, terdiri dari 4 laki-laki dan 6 perempuan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Aksi Kelas (CAR) yang dilakukan dalam beberapa siklus. Setiap siklus terdiri dari langkah-langkah persiapan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak-anak usia prasekolah di PAUD Rizqy, Kabupaten Kaur. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan penilaian kemajuan anak selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan motorik kasar anak di setiap siklus. Pada fase pra-siklus, persentase penyelesaian hanya mencapai 40%. Setelah pelaksanaan Siklus I, persentase tersebut meningkat menjadi 55%. Pada Siklus II, tingkat penyelesaian mencapai 85%, sehingga penelitian ini dapat dianggap efektif. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kegiatan senam kreatif yang menggunakan tongkat telah menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini di TK Rizqy, Kabupaten Kaur.</em></p> 2026-07-14T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Diszuriani, Elise Muryani, Dadan Suryana, Tisna Syafnita https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1315 Strategi Guru dalam Menumbuhkan Minat Baca Pelajar Generasi Alpha 2026-07-10T09:09:22+07:00 M. Anwar Hakim salehnasution983@gmail.com Anita Angraini Lubis anitalubis@uinsyahada.ac.id <p><em>Minat baca merupakan salah satu indikator penting dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia dan keberhasilan proses pendidikan. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa minat baca pelajar Generasi Z masih menghadapi berbagai tantangan akibat perubahan pola konsumsi informasi yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital, media sosial, dan penggunaan gawai yang semakin intensif. Kondisi tersebut mendorong perlunya strategi yang tepat dari guru untuk menumbuhkan dan mengembangkan minat baca peserta didik sesuai dengan karakteristik Generasi Z sebagai generasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai strategi guru dalam menumbuhkan minat baca pelajar Generasi Z berdasarkan kajian literatur yang relevan. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional, buku, prosiding, serta dokumen ilmiah yang membahas minat baca, literasi, Generasi Z, dan strategi pembelajaran. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui proses pengumpulan, seleksi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang efektif dalam menumbuhkan minat baca pelajar Generasi Z meliputi pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, penerapan program literasi berbasis aktivitas, penggunaan media sosial sebagai sarana literasi, penerapan gamifikasi, serta pengembangan pembelajaran kolaboratif yang mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Keberhasilan strategi tersebut dipengaruhi oleh kompetensi guru, dukungan lingkungan sekolah, ketersediaan sumber bacaan, dan keterlibatan keluarga. Dengan demikian, guru perlu mengembangkan strategi literasi yang adaptif, inovatif, dan sesuai dengan karakteristik Generasi Z untuk membangun budaya membaca yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan.</em></p> 2026-07-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 M. Anwar Hakim, Anita Angraini https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1332 Inovasi Kurikulum Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Artificial Intelligence (AI): Tantangan dan Peluang di Era Digital 2026-06-30T09:55:07+07:00 Sulis Darmila sulisdarmila4@gmail.com Luthfi Tammam luthfiitammam@gmail.com Fitri Hadayani Harahap harahapfitrihandayani296@gmail.com <p><em>Transformasi pendidikan di era digital menuntut restrukturisasi komponen kurikulum agar adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif inovasi kurikulum pembelajaran Bahasa Arab berbasis Kecerdasan Buatan (AI) melalui pemetaan peluang pedagogis, identifikasi tantangan nyata, serta perumusan model tata kelola integrasi yang ideal. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif analitis dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap buku pengembangan kurikulum dan berbagai artikel jurnal ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI menawarkan peluang besar dalam mewujudkan pembelajaran berdiferensiasi melalui sistem adaptif (adaptive learning), penguatan kemahiran berbahasa (maharah) secara mandiri melalui conversational chatbot, serta efisiensi evaluasi makro berbasis AI Analytics. Namun, penetrasi teknologi ini juga menghadapi tantangan serius, seperti ancaman terhadap orisinalitas nalar akibat ketergantungan pada jawaban instan, isu perlindungan data, serta rendahnya kesiapan sumber daya manusia yang disebabkan oleh minimnya pemahaman guru terhadap substansi AI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa formula kurikulum masa depan yang ideal adalah penerapan model kolaborasi manusia-mesin berbasis tata kelola human-centered governance yang selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka, di mana AI berfungsi sebagai penggerak teknis, sementara pendidik tetap memegang kendali utama (human-in-the-loop) dalam menjaga nilai-nilai moral dan humanistik pembelajaran.</em></p> 2026-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Sulis Darmila, Luthfi Tammam, Fitri Hadayani Harahap https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1276 Menyusun RPP Pembelajaran Pendidikan Agama Islam 2026-06-23T10:15:50+07:00 Lestari Annisa Zega lestari.nisa@uinsyahada.ac.id Tondi Martua Nasution tondimartua@uinsyahada.ac.id Rahman Husein rahmanhusein@uinsyahada.ac.id Syafnan Syafnan syafnan@uinsyahada.ac.id <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, fungsi, prinsip, komponen, langkah penyusunan, implementasi, serta tantangan dan solusi dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research) melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah dan publikasi akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi tema, pola, dan temuan yang berkaitan dengan penyusunan RPP PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RPP merupakan perangkat pembelajaran yang berfungsi sebagai pedoman guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran secara sistematis. Penyusunan RPP perlu memperhatikan prinsip relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, efisiensi, dan efektivitas serta didukung oleh pemilihan strategi, metode, media, dan penilaian yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini juga menemukan bahwa tantangan utama dalam penyusunan RPP meliputi perubahan kebijakan, keterbatasan kompetensi teknis guru, dan kesulitan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran. Oleh karena itu, penguatan kompetensi guru dan kolaborasi profesional menjadi langkah penting untuk menghasilkan RPP yang berkualitas sehingga pembelajaran PAI dapat berlangsung secara efektif, terarah, dan bermakna</em></p> 2026-06-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Lestari Annisa Zega, Tondi Martua Nasution, Rahman Husein, Syafnan https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1272 Pengembangan Media Komik Digital Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas V SD 2026-06-23T10:16:13+07:00 I Gede Ripski Sudiawan ripskisudiawan07@gmail.com Nice Maylani Asril nicemaylani.asril@undiksha.ac.id Ni Made Dainivitri Sinta Sari nimadedainivitrisintasari@gmail.com <p><em>Abad ke-21 menuntut integrasi teknologi dalam pembelajaran agar lebih bermakna dan berpusat pada siswa, namun rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih menjadi permasalahan dikarenakan media pembelajaran kurang variatif dan belum optimal memanfaatkan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media komik digital berbasis problem based learning pada topik cahaya dan sifatnya yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas V SD Negeri 1 Temukus. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development (R&amp;D) dengan model pengembangan ADDIE. Kelayakan media dievaluasi melalui uji validitas ahli materi dan media, kepraktisan diuji melalui respon guru dan siswa (uji perorangan serta kelompok kecil), sementara efektivitas dianalisis menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas ahli materi memperoleh mean 4,45 dan validitas ahli media memperoleh mean 4,75 dengan kualifikasi sangat valid. Uji kepraktisan seluruh tahapan menunjukkan kategori sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran. Hasil analisis efektivitas melalui uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (&lt; 0,05) menandakan adanya peningkatan signifikan keterampilan berpikir kritis siswa setelah menggunakan komik digital. Berdasarkan temuan tersebut, media komik digital dinyatakan layak dan efektif sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada pelajaran IPAS topik cahaya dan sifatnya di sekolah dasar</em></p> 2026-06-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 I Gede Ripski Sudiawan, Nice Maylani Asril, Ni Made Dainivitri Sinta Sari https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1280 Integrasi Contextual Teaching And Learning (CTL) Dan Problem Based Learning Dalam Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa 2026-06-23T10:17:26+07:00 Husni Mubarok husnimubaroknst@uinsyaahada.ac.id Nur Laila Annisa Lubis lailalubis@uinsyahada.ac.id Fakhrul Falah Daulay falahalghanna@uinsyhada.ac.id Syafnan Syafnan syafnan@uinsyahada.ac.id <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dan Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa yang disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurang mengaitkan materi dengan kehidupan nyata. Pendekatan CTL memberikan pengalaman belajar yang menghubungkan materi dengan konteks kehidupan sehari-hari, sedangkan PBL menekankan pada kemampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan melalui proses berpikir kritis, analitis, dan kolaboratif. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber relevan seperti jurnal ilmiah, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan CTL, PBL, dan kemampuan pemecahan masalah. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk menemukan pola keterkaitan antara kedua model pembelajaran tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi CTL dan PBL dapat menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, aktif, dan kontekstual. CTL membantu siswa memahami konsep melalui pengalaman nyata, sedangkan PBL melatih siswa dalam mengidentifikasi masalah, merumuskan solusi, dan mengambil keputusan secara sistematis. Dengan demikian, integrasi kedua model ini berpotensi secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa di berbagai jenjang pendidikan.</em></p> 2026-06-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Husni Mubarok, Nur Laila Annisa Lubis, Fakhrul Falah Daulay, Syafnan https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1286 Joyful Learning di PAUD: Persepsi dan Praktik Guru dalam Pembelajaran Anak Usia Dini 2026-06-23T10:17:54+07:00 Nafsiyatu Lutfiyah jambiluthfi@gmail.com Saskia Amara saskiaamara65@gmail.com Seli Oktavia Ningsi selioktavia992@gmail.com Winda Sherly Utami jambiluthfi@gmail.com Rizki Surya Amanda jambiluthfi@gmail.com <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi dan praktik guru dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak usia dini di TK Al-Ghifari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui angket daring menggunakan Google Forms kepada tiga guru. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi pembelajaran yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memandang suasana belajar yang menyenangkan sebagai kondisi yang aman, nyaman, dan mendukung keterlibatan aktif anak dalam pembelajaran. Praktik yang dilakukan guru meliputi penataan lingkungan kelas, penggunaan metode bercerita, pemanfaatan media pembelajaran yang menarik, serta interaksi positif dengan anak. Suasana belajar yang menyenangkan berdampak pada meningkatnya motivasi, fokus, keaktifan, dan pemahaman anak. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan sarana, perubahan kurikulum, dan perbedaan karakter anak, guru berupaya mengatasinya melalui kerja sama, pelatihan, dan kreativitas dalam pembelajaran</em></p> 2026-06-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Nafsiyatu Lutfiyah, Saskia Amara, Seli Oktavia Ningsi, Winda Sherly Utami, Rizki Surya Amanda https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1312 Analisis Keterlambatan Bicara Pada Anak Usia Dini: Faktor Penyebab Dan Upaya Penanganannya 2026-06-23T10:18:33+07:00 Vinna Asta Rani vinnaastarani8@gmail.com Riza Urzilla rizaurzilla8@gmail.com Vlora Veronika vloraveronika28@gmail.com Hilwa Inaz Tazkia hilwainazt@gmail.com Novita Loka novitaloka@uqi.ac.id <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keterlambatan bicara pada anak usia dini dengan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi serta upaya yang harus dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan ragam penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang anak usia dini berinisial M.B.E.Z yang bersekolah di PAUD Al-Ikhlas, Desa Payaraman Timur, sedangkan penelitian dilaksanakan di Kelurahan Payaraman Barat, Kec.Payaraman, Kab.Oganilir, Prov.Sumatera Selatan. Teknik pengumpulan data diadakan melalui observasi dan wawancara. Observasi digunakan demi melihat kemampuan berbicara anak, respons komunikasi, serta interaksi anak dengan lingkungan sekitarnya. Sementara itu, wawancara dilakukan kepada orang tua untuk mendapatkan data mengenai perkembangan bahasa anak, kebiasaan anak dirumah, pola komunikasi dalam keluarga, penggunaan gadget, serta langkah-langkah yang telah dilakukan dalam menangani keterlambatan bicara. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterlambatan bicara pada anak dipengaruhi oleh kurangnya stimulasi orang tua dalam membiasakan anak berbicara sejak usia dini, tingkat pendidikan orang tua, pola komunukasi keluarga yang belum tepat, serta penggunaan gadget yang berlebihan. Kondisi tersebut berdampak pada kemampuan anak dalam komunikasi, menyampaikan pikiran dan perasaan, serta mengendalikan emosi. Adapun Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut meliputi membiasakan anak untuk diajak berbicara, memanfaatkan media belajar yang bersifat edukatif dengan pendampingan orang tua, membangun kerjasama antara keluarga dan lingkungan sekitar, serta menerapkan metode bercerita untuk merangsang perkembangan bahasa anak.</em></p> 2026-06-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Riza Urzilla, Vlora Veronika, Hilwa Inaz Tazkia, Vinna Asta Rani; Novita Loka