https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/issue/feedJurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia2026-10-22T10:39:05+07:00Zulhendrizulhendripoenya@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>JPION: Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia</strong></p> <p>Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia is to provide a research medium and an important reference for the advancement and dissemination of research results that support high-level research in the fields Culture of Education and Social Science Research . Original theoretical work and application-based studies, which contributes to a better understanding all fields of Education and Social Science Research.</p> <p>Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia provides a platform for researchers, academicians, professional, practitioners, and students to impart and share knowledge in the form of high quality empirical and theoretical research papers, and case studies. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia welcomes and acknowledges high quality theoretical and empirical research papers, case studies, review papers, analytical and simulation models in any topic of education areas. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia publish publications four a year. Every month March, June, September and December.</p> <p> </p>https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1468Pengaruh Self-Regulated Learning dan Dukungan Keluarga terhadap Hasil Belajar Siswa SMP2026-10-12T11:42:47+07:00Nurillita Elina Alifnurillita.elina.2531127@students.um.ac.idAdi Atmokonurillita.elina.2531127@students.um.ac.idAyun Ulfatul Jannahnurillita.elina.2531127@students.um.ac.id<p><em>Self-regulated learning dan dukungan keluarga berperan penting dalam keberhasilan akademik remaja awal, tetapi kajian tentang pengaruh keduanya secara bersama-sama terhadap hasil belajar siswa SMP, khususnya pada masa pascapandemi, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh self-regulated learning dan dukungan keluarga terhadap hasil belajar siswa SMP, baik secara parsial maupun simultan, dalam satu model regresi. Penelitian kuantitatif dengan desain korelasional ini melibatkan 130 siswa kelas VII SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang yang dipilih dengan teknik proportional cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert secara daring dan dokumentasi nilai rapor, kemudian dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-regulated learning dan dukungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar, baik secara parsial maupun simultan. Sumbangan efektif self-regulated learning sebesar 37,4% dan dukungan keluarga sebesar 22,9%, sehingga keduanya bersama-sama menjelaskan 60,3% variasi hasil belajar. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan regulasi diri siswa dan dukungan keluarga untuk meningkatkan capaian akademik.</em></p>2026-10-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nurillita Elina Alif, Adi Atmoko, Ayun Ulfatul Jannahhttps://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1375Penerapan Teknik Self-Instruction dalam Layanan Bimbingan Klasikal untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMP2026-10-08T09:36:41+07:00Brilian Kusuma Ardibrilian.kusuma.2531127@students.um.ac.idAdi Atmokobrilian.kusuma.ardi@student.um.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan teknik self-instruction dalam layanan bimbingan klasikal untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VII SMP. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dengan model spiral Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas dua siklus, masing-masing siklus meliputi dua pertemuan berdurasi 40 menit. Partisipan adalah 24 siswa kelas VII H SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan hasil Asesmen Kebutuhan Peserta Didik (AKPD). Instrumen pengumpulan data menggunakan skala motivasi belajar 29 item (α = 0,861) yang diukur pada tiga titik waktu: pretest, posttest siklus I, dan posttest siklus II. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata skor motivasi belajar dari 2,97 (sedang) pada pretest menjadi 3,27 (tinggi) pada akhir siklus II, dengan effect size Cohen’s d = 1,39 (efek besar). Seluruh siswa yang sebelumnya berada pada kategori rendah berhasil keluar dari kategori tersebut. Peningkatan terbesar terjadi pada dimensi inisiatif dan kemandirian belajar (+0,24). Temuan ini mengindikasikan bahwa teknik self-instruction yang diintegrasikan ke dalam layanan bimbingan klasikal merupakan strategi intervensi yang efektif, aplikatif, dan terukur untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMP.</em></p>2026-10-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Brilian Kusuma Ardi, Adi Atmokohttps://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1466Development of Experiential Learning-Based Audio "Pod-Cards" Media to Enhance Emotion Regulation Among Junior High School Students2026-10-08T09:46:36+07:00Febby Tria Finishiafebby.tria.2531127@students.um.ac.idAdi Atmokofebby.tria.2531127@students.um.ac.idAyun Ulfatul Jannahfebby.tria.2531127@students.um.ac.id<p><em>This study examined preliminary changes in emotion-regulation scores following a single classical guidance session using Pod-Cards Audio, a QR-code-based audio-drama medium developed around Kolb’s experiential learning cycle. The media combines audio storytelling, structured peer reflection, a four-quadrant emotion-mapping worksheet (Mood Radar), and a personal coping commitment sheet (My Action Plan). A one-group pretest–posttest pre-experimental design was used with 32 eighth-grade students from one laboratory junior high school in Malang, Indonesia. The mean score increased from 65.34 (SD = 5.60) at pretest to 79.47 (SD = 3.72) at posttest, a mean increase of 14.13 points. A paired-samples t-test indicated a statistically significant difference, t(31) = 11.56, p < .001. These results suggest a substantial short-term association between participation in the session and higher self-reported emotion-regulation scores. However, because the study had no control group and used a single post-intervention measurement, the results do not establish that the media alone caused the improvement. Details of the scale’s item count, response format, psychometric properties, and score-category cutoffs must be verified against the original instrument documentation before publication.</em></p>2026-10-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Febby Tria Finishia, Adi Atmoko, Ayun Ulfatul Jannahhttps://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1497Analisis Kegiatan Ekstrakurikuler di SD Negeri 91 Palembang2026-10-22T10:31:14+07:00Aprisma Kumara Raniaprismakumararani@gmail.comTantri Anggrainiaprismakumararani@gmail.comAli Syarif Hidayatullahaprismakumararani@gmail.comNyayu Syarifah Zulfiahnyayusyarifahzulfiah04@gmail.comGita Silviaaprismakumararani@gmail.comDewi Junaidiaprismakumararani@gmail.com<p><em>Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dasar memegang peranan yang sangat strategis dalam upaya mengoptimalkan potensi, minat, dan bakat peserta didik di luar jam pelajaran formal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif sistem pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler yang sedang berjalan, menganalisis kendala dan tantangan operasional di lapangan, serta merumuskan usulan pengembangan program baru di SD Negeri 91 Palembang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap aktivitas belajar mengajar serta wawancara mendalam kepada pihak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka yang diposisikan sebagai ekstrakurikuler wajib serta Pencak Silat sebagai ekstrakurikuler pilihan telah berjalan secara efektif. Kendala utama yang ditemukan mencakup masalah kelelahan fisik siswa akibat penataan jadwal latihan yang langsung bersambung setelah jam pelajaran formal, serta keterbatasan sarana peralatan untuk ekstrakurikuler keagamaan seperti Hadroh. Sebagai solusi alternatif, direkomendasikan adanya penataan ulang jadwal latihan guna mencegah kelelahan siswa serta pengajuan usulan resmi pembentukan ekstrakurikuler Seni Tari yang saat ini menunggu persetujuan dari Kepala Sekolah.</em></p>2026-10-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Aprisma Kumara Rani, Tantri Anggraini, Ali Syarif Hidayatullah, Nyayu Syarifah Zulfiah, Gita Silvia, Dewi Junaidihttps://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1460Model Fit-Choice: Mengeksplorasi Motivasi Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Dalam Memilih Karier Mengajar2026-10-08T09:29:40+07:00Therressa Thea Putritherressaaath3a@gmail.comBinti Muchsini bintimuchsini@staff.uns.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek motivasi yang paling dominan dalam mendorong mahasiswa Pendidikan Akuntansi memilih profesi guru berdasarkan kerangka Factors Influencing Teaching Choice (FIT-Choice). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program pendidikan pada salah satu perguruan tinggi negeri di Surakarta. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 85 responden yang diperoleh menggunakan teknik </em><em>total sampling</em><em>. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring. Analisis data yang digunakan adalah </em><em>Structural Equation Modeling-Partial Least Squares</em><em> (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) faktor altruistik memiliki hubungan paling dominan terhadap motivasi mengajar dengan nilai koefisien sebesar 0,532 dan </em><em>p-value</em><em> sebesar < 0,05; (2) faktor ekstrinsik memiliki hubungan positif terhadap motivasi mengajar dengan nilai koefisien sebesar 0,404 dan </em><em>p-value</em><em> sebesar < 0,05; (3) faktor intrinsik memiliki hubungan positif terhadap motivasi mengajar dengan nilai koefisien sebesar 0,148 dan </em><em>p-value</em><em> sebesar < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa orientasi pengabdian, keinginan membantu orang lain, dan kontribusi terhadap perkembangan peserta didik menjadi alasan utama yang mendorong individu untuk memilih dan menjalankan profesi mengajar.</em></p>2026-10-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Therressa Thea Putri, Binti Muchsinihttps://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1474Analisis Penerapan Machine Learning Berbasis Data Historis untuk Prediksi Hasil Belajar Siswa: Kajian Studi Literatur2026-10-20T10:02:17+07:00Andreas Damanikandreasdmk.5243551034@mhs.unimed.ac.idMikhael Batubaramikhaelbb.5243151045@mhs.unimed.ac.idAriel Trifandi Zalukhuarielz.5243151042@mhs.unimed.ac.idFransiskus Jul Rikar Gea fransiskus.5243151002@mhs.unimed.ac.idAfnel Yoniva Marbunafnel.5243151046@mhs.unimed.ac.idPutri Adelia br. Lumbantobingputriadelia.5243151009@mhs.unimed.ac.idElsa Sabrinaandreasdmk.5243551034@mhs.unimed.ac.id<p><em>Prediksi hasil belajar diperlukan untuk membantu mengidentifikasi peserta didik yang berisiko mengalami kesulitan akademik dan mendukung pemberian intervensi secara lebih awal. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan machine learning berbasis data historis dalam prediksi hasil belajar peserta didik dengan mengidentifikasi algoritma yang digunakan, variasi data historis, performa model, serta kontribusinya terhadap early warning system. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review dengan kerangka PICOC dan pedoman PRISMA. Pencarian dilakukan melalui Google Scholar dan Crossref terhadap publikasi tahun 2021-2026 menggunakan bantuan Publish or Perish. Dari proses seleksi diperoleh 12 jurnal utama yang dianalisis secara naratif dan deskriptif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa Naïve Bayes merupakan algoritma yang paling sering digunakan, diikuti Random Forest dan Decision Tree. Data historis mencakup data akademik, kehadiran, aktivitas pembelajaran atau log LMS, serta data sosial-demografis. Performa model bervariasi bergantung pada karakteristik data, preprocessing, dan metode pengujian sehingga nilai akurasi tidak dapat dibandingkan secara langsung. Kontribusi terhadap early warning system masih terbatas, dengan implementasi yang paling jelas berupa sistem berbasis web untuk membantu guru mengidentifikasi peserta didik berisiko.</em></p>2026-10-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Andreas Damanik, Mikhael Batubara, Ariel Trifandi Zalukhu, Fransiskus Jul Rikar Gea , Afnel Yoniva Marbun, Putri Adelia br. Lumbantobing, Elsa Sabrina https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1457Analisis Kualitas Butir Soal Pilihan Ganda PAI Berbasis Artificial Intelligence: Komparasi ChatGPT dan Gemini AI2026-10-08T09:35:08+07:00Muhammad Isa Ansharimuhammad.isa@iaidarussalam.ac.idFauziah Qhotrun Nadafauziahqhotrun99@gmail.comMohammad Irsyadirsyadmuhammm@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan kualitas psikometrik butir soal pilihan ganda Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dihasilkan ChatGPT dan Gemini AI ditinjau dari validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Desain penelitian kuantitatif deskriptif-komparatif dengan teknik analisis butir soal diujikan pada 54 siswa kelas VIII (kelas 8C dan 8G) SMP Negeri 1 Gandusari. Kedua platform diberi prompt terstruktur identik yang mensyaratkan komposisi 30% LOTS, 40% MOTS, dan 30% HOTS. Hasil menunjukkan 11 dari 20 butir ChatGPT (55%) dan 8 dari 20 butir Gemini (40%) dinyatakan valid, tanpa perbedaan proporsi yang signifikan (p = 0,527). Reliabilitas ChatGPT tergolong rendah (α = 0,416) sedangkan Gemini tidak reliabel (α = -0,217). Seluruh butir dari kedua platform berkategori mudah, dengan perbedaan signifikan pada tingkat kesukaran (p = 0,002). Daya pembeda kedua platform tidak berbeda signifikan (p = 0,174). Disimpulkan bahwa AI generatif dapat mempercepat penyusunan naskah soal, tetapi belum dapat menjamin kualitas psikometrik yang memadai tanpa telaah ahli dan uji coba empiris.</em></p>2026-10-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Muhammad Isa Anshari, Fauziah Qhotrun Nada, Mohammad Irsyad https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1469Efektivitas Kecerdasan Buatan Generatif terhadap Hasil Belajar Peserta Didik: Meta-Analisis Studi Eksperimen dan Kuasi-Eksperimen2026-10-12T10:31:54+07:00Roy Marthin Sihombingroymarthin454@gmail.comYeremia Christoper Sihotangsihotangyeremia123@gmail.comAnggina Pertiwi Nasutionangginapertiwinst@gmail.comBalqis Hijriauliabalqishijriaulia2007@gmail.comSiska Anzanisiskaanzani.5241151004@mhs.unimed.ac.idYosua Nathanael Nainggolanyosuanngl.5243151007@mhs.unimed.ac.idDaldi Altamerando Suramana Sembiringdaldisbr.5243151006@mhs.unimed.ac.idElsa Sabrinaroymarthin454@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan menganalisis secara kuantitatif pengaruh penggunaan kecerdasan buatan generatif (GenAI) terhadap hasil belajar peserta didik serta mengidentifikasi karakteristik intervensi yang berkaitan dengan variasi pengaruh tersebut. Metode yang digunakan adalah meta-analisis atas studi eksperimen dan kuasi-eksperimen yang terbit pada 2021–2026 dengan pelaporan mengikuti PRISMA 2020. Pencarian dilakukan pada Scopus, ResearchGate, dan Google Scholar, dan sebanyak 20 studi dengan total 3.005 peserta didik disertakan dalam sintesis. Ukuran efek gabungan diestimasi dengan model efek acak, disertai analisis subkelompok dan analisis sensitivitas. Hasil menunjukkan pengaruh positif pada kisaran sedang menuju besar (Hedges’ g = 0,707; interval kepercayaan 95%: 0,339–1,074) dengan heterogenitas tinggi (I² = 93,1%). Pengaruh cenderung lebih besar pada penggunaan GenAI yang terstruktur dengan panduan pedagogis (g = 0,839) daripada penggunaan tanpa panduan (g = 0,034), serta pada perbandingan dengan pembelajaran tanpa GenAI (g = 0,861) daripada dengan umpan balik manusia (g = 0,200). Disimpulkan bahwa efektivitas GenAI berkaitan dengan rancangan pedagogis dan konteks penerapannya, sehingga integrasinya perlu dirancang secara terarah.</em></p>2026-10-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Roy Marthin Sihombing, Yeremia Christoper Sihotang, Anggina Pertiwi Nasution, Balqis Hijriaulia, Siska Anzani, Yosua Nathanael Nainggolan, Daldi Altamerando Suramana Sembiring, Elsa Sabrinahttps://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1453Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Akuntansi: A systematic Literature Review2026-10-08T09:36:04+07:00Retno Ayu Nawangwulanranxak227@student.uns.ac.idSudiyanto Sudiyantosudiyanto@staff.uns.ac.id<p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis konsep dan jenis penilaian autentik dalam pembelajaran akuntansi, (2) menganalisis pola tren penggunaan dari tahun ke tahun, dan (3) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Data berupa artikel ilmiah dari database Scopus melalui aplikasi Watase UAKE menggunakan 16 kombinasi kata kunci pada rentang publikasi 2016–2026. Dari 136 artikel yang teridentifikasi, 16 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan sintesis naratif tematik. Hasil menunjukkan bahwa simulasi merupakan jenis penilaian autentik yang paling banyak dilaporkan, diikuti self-assessment, work-integrated learning (WIL), dan transformasi modalitas asesmen dengan frekuensi yang sama; dua di antaranya merupakan kategori baru yang muncul secara induktif bersama produk kreatif berbasis media. Ketika dipetakan pada lima dimensi autentisitas Gulikers, Bastiaens, dan Kirschner (2004), WILhanya menempati posisi paling autentik, sementara simulasi hanya memenuhi sebagian dimensi. Pola tren penggunaan bersifat nonlinier dengan puncak publikasi pada tahun 2022 yang berkaitan dengan disrupsi pandemi COVID-19. Faktor pendukung yang paling konsisten adalah scaffolding bertahap dan rubrik terstandar, sedangkan faktor penghambat yang dominan meliputi keterbatasan generalisasi, keterbatasan waktu, kendala akses/infrastruktur, dan risiko pelanggaran integritas akademik.</span></em></p>2026-10-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Retno Ayu Nawangwulan, Sudiyanto Sudiyantohttps://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1467Pengaruh Komunikasi Interpersonal dan Kepercayaan Diri terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VII SMP2026-10-20T10:01:49+07:00Innaya Rahmania Dewiinnaya.rahmania.2531127@students.um.ac.idAdi Atmokoinnaya.rahmania.2531127@students.um.ac.idAyun Ulfatul Jannahinnaya.rahmania.2531127@students.um.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi interpersonal dan kepercayaan diri terhadap prestasi belajar siswa kelas VII SMP. Pendekatan yang digunakan yakni kuantitatif korelasional dengan sampel sejumlah 132 responden melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala komunikasi interpersonal (22 item), skala kepercayaan diri (21 item) dan nilai rapor siswa semester genap tahun ajaran 2025/2026. Hasil analisis deskriptif menyatakan bahwa sebagian besar variabel berada pada kategori sedang. Analisis regresi sederhana mengungkapkan bahwa komunikasi interpersonal berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar, sedangkan kepercayaan diri tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Adapun hasil regresi berganda membuktikan bahwa kedua variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar berkontribusi sejumlah 13,0% (R² = 0,130), sementara 87,0% sisanya dapat dipengaruhi oleh faktor lain semacam motivasi belajar, dukungan keluarga, lingkungan sekolah, serta faktor psikologis lainnya. Temuan ini menegaskan prestasi belajar siswa ialah hasil interaksi berbagai faktor yang saling berkaitan baik itu faktor internal ataupun eksternal.</em></p>2026-10-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Innaya Rahmania Dewi, Adi Atmoko, Ayun Ulfatul Jannahhttps://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1465Analisis Kemampuan Literasi Siswa SMPN 12 Binjai Menggunakan Google Sites terhadap Bencana Banjir dan Mitigasinya2026-10-20T10:01:24+07:00Nopita Aditia Ananda Br. Silabansilabannopita@gmail.comDjogi Hot Jonathan Siburiansilabannopita@gmail.comPintauli Silabansilabannopita@gmail.comRahma Andien Arezsyasilabannopita@gmail.comResti Andinirestiandini917@gmail.comElly Prihasti Wuriyanisilabannopita@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan literasi mitigasi bencana banjir siswa kelas VIII-7 SMP Negeri 12 Binjai setelah menggunakan media pembelajaran berbasis Google Sites, serta mendeskripsikan respons siswa terhadap media tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen desain posttest only one group, melibatkan 22 siswa sebagai subjek penelitian. Media Google Sites yang dikembangkan memuat materi banjir dan mitigasinya dalam format teks, gambar, video, serta kuis interaktif. Data dikumpulkan melalui posttest pilihan ganda dan angket respons siswa, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif meliputi nilai rata rata, nilai maksimum, nilai minimum, standar deviasi, dan persentase ketuntasan berdasarkan KKM 75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata rata kemampuan literasi mitigasi bencana banjir siswa mencapai 82,73 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 77,3%, melampaui indikator capaian minimal yang ditetapkan. Siswa memberikan respons positif dan menyatakan bahwa materi lebih mudah dipahami serta relevan dengan kondisi nyata di lingkungan mereka. Temuan ini membuktikan bahwa Google Sites efektif digunakan sebagai media pembelajaran literasi kebencanaan di tingkat sekolah menengah pertama, khususnya di sekolah yang berlokasi pada wilayah rawan banjir.</em></p>2026-10-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nopita Aditia Ananda Br. Silaban, Djogi Hot Jonathan Siburian, Pintauli Silaban, Rahma Andien Arezsya, Resti Andini, Elly Prihasti Wuriyanihttps://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1491Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe The Power of Two Terhadap Hasil Belajar Dasar-Dasar Teknik Ketenagalistrikan Siswa Kelas X SMKN 1 Kramatwatu2026-10-22T10:39:05+07:00Mohammad Nandi Rofandi2283180018@untirta.ac.idMohammad Fatkhurrokhmanfatkhur0404@untirta.ac.idIrwanto Irwantoirwanto.ir@untirta.ac.id<p><em>Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe The Power of Two terhadap hasil belajar siswa kelas X SMKN 1 Kramatwatu pada mata pelajaran dasar-dasar teknik ketenagalistrikan. Terdapat dua variabel utama yang diteliti di dalam penelitian ini, yaitu model pembelajaran kooperatif tipe The Power of Two berperan sebagai variabel bebas (X) dan hasil belajar dasar-dasar teknik ketenagalistrikan siswa kelas X SMKN 1 Kramatwatu sebagai variabel terikat (Y). Penelitian ini menggunakan metode quasy exsperiment dengan desain penelitian berbentuk nonequivalent control group design dengan Pre-test dan Post-test. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas X TKL 2 sebagai kelas eksperimen dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe The Power of Two dan kelas X TKL 1 sebagai kelas kontrol dengan strategi pembelajaran konvensional. Penilaian yang dilakukan berupa hasil belajar aspek kognitif siswa dalam lingkup materi dasar-dasar teknik ketenagalistrikan. Berdasarkan analisis data dengan pengujian hipotesis menggunakan Independent Samples T-Test didapatkan hasil nilai Sig.(2-tailed) pada T-test for Equality of Means didapatkan Sig.(2-tailed) 0,001 < 0,05 maka berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar dasar-dasar teknik ketenagalistrikan antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe the power of two dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional.</em></p>2026-10-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Mohammad Nandi Rofandi, Mohammad Fatkhurrokhman, Irwanto https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1458Implementing Formative Assessment in Inclusive English Classrooms: From Planned Assessment to Responsive Practice2026-10-20T10:00:54+07:00I Kadek Dwi Supartadwi.suparta@student.undiksha.ac.idNi Luh Putu Eka Sulistia Dewisulistia.dewi@undiksha.ac.idA.A. Gede Yudha Paramarthayudha.paramartha@undiksha.ac.id<p><em>Formative assessment is important in inclusive English classrooms because it enables teachers to gather evidence of learning during instruction and respond to diverse learning needs. This study examined how formative assessment was implemented in an inclusive Grade VIII English classroom, with particular attention to the relationship between assessment planning, classroom enactment, evidence of learning, feedback, and instructional adaptation. A qualitative case study design was employed using non-participant classroom observation, a semi-structured interview with the English teacher, and document analysis. Data were analyzed using the interactive model. The findings indicate that formative assessment was embedded throughout instruction through questioning, observation, performance activities, feedback, and reflection. A key pattern was the difference between planned assessment and classroom implementation. Although the written assessment plan was primarily designed for the whole class, the teacher adapted instructions, task support, time allocation, and individual guidance in response to students’ learning evidence. Thus, in this case, the inclusive dimension of formative assessment was more visible in teachers’ real-time responsive decisions than in formal assessment planning. Because the study concerned one teacher and one classroom, the findings are presented as a context-specific account rather than a generalizable claim.</em></p>2026-10-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 I Kadek Dwi Suparta, Ni Luh Putu Eka Sulistia Dewi, A.A. Gede Yudha Paramartha https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1471Peningkatan Kemampuan Numerasi Murid Kelas IV pada Bilangan Cacah melalui RME Berbantuan Media PaPinBilCa2026-10-08T09:45:39+07:00Noor Laily Hasanahnoorlaily2002@gmail.comErik Aditia Ismayaerik.aditia@umk.ac.idSugiyantoro Sugiyantorosugiant259@gmail.com<p><em>Penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan kemampuan numerasi murid pada materi bilangan cacah sampai 10.000 setelah penerapan model Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan media Papan Pintar Bilangan Cacah (PaPinBilCa) di kelas IV SD 3 Jati Wetan. Latar belakang penelitian adalah masih ditemukannya kesulitan murid dalam membaca dan menulis bilangan berdasarkan nilai tempat serta menyelesaikan masalah kontekstual. Penelitian menggunakan rancangan PTK model Kemmis dan McTaggart yang meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi, dengan prasiklus dan dua siklus yang masing-masing terdiri atas tiga pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 11 murid. Data kuantitatif berupa hasil tes kemampuan numerasi, sedangkan data kualitatif berupa hasil observasi proses pembelajaran dan dokumentasi; data dianalisis secara deskriptif. Rata-rata kemampuan numerasi meningkat dari 66,09 pada prasiklus menjadi 72,00 pada Siklus I dan 80,00 pada Siklus II, sedangkan ketuntasan klasikal meningkat dari 54,55% menjadi 81,82% dan 100%. Pada Siklus I masih terdapat dua murid yang belum mencapai nilai 65 sehingga indikator keberhasilan belum terpenuhi, sedangkan pada Siklus II seluruh indikator keberhasilan tercapai. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan kemampuan numerasi murid setelah penerapan RME berbantuan PaPinBilCa.</em></p>2026-10-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Noor Laily Hasanah, Erik Aditia Ismaya, Sugiyantoro Sugiyantorohttps://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1456Kompetensi Pendidik Profesional dalam Mendukung Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif2026-10-08T09:35:39+07:00Syalwa Arbasyalwaarba3@gmail.comMutiarani Rahma Lubismutiaranilubis8@gmail.comNurlaila Hayati Nasutionnurlailaahayatii@gmail.comFadillah Nur Helminurhelmifadilah2007@gmail.comAsna Istikmalatul Muktamarohasnaistkmala@unimed.ac.id<p><em>Pendidikan inklusif memerlukan pendidik profesional yang mampu memenuhi beragam kebutuhan siswa, termasuk siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterampilan yang diperlukan pendidik profesional dalam mendukung pendidikan inklusif serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru di lapangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 12 artikel ilmiah, terdiri atas 9 artikel nasional dan 3 artikel internasional, yang diperoleh melalui Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect. Hasil penelitian menunjukkan empat kompetensi utama, yaitu pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional, sebagai dasar pelaksanaan pendidikan inklusif. Namun, masih terdapat kesenjangan dalam sikap positif dan keterampilan teknis-pedagogis guru. Tantangan meliputi keterbatasan pelatihan, fasilitas pendukung, dan Guru Pendamping Khusus. Pelatihan berkelanjutan, kolaborasi profesional, penyesuaian kurikulum, serta dukungan kebijakan diperlukan untuk meningkatkan kompetensi guru dan keberhasilan pendidikan inklusif.</em></p>2026-10-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Syalwa Arba, Mutiarani Rahma Lubis, Nurlaila Hayati Nasution, Fadillah Nur Helmi, Asna Istikmalatul Muktamaroh