Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi
<p><strong>JPION: Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia</strong></p> <p>Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia is to provide a research medium and an important reference for the advancement and dissemination of research results that support high-level research in the fields Culture of Education and Social Science Research . Original theoretical work and application-based studies, which contributes to a better understanding all fields of Education and Social Science Research.</p> <p>Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia provides a platform for researchers, academicians, professional, practitioners, and students to impart and share knowledge in the form of high quality empirical and theoretical research papers, and case studies. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia welcomes and acknowledges high quality theoretical and empirical research papers, case studies, review papers, analytical and simulation models in any topic of education areas. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia publish publications four a year. Every month March, June, September and December.</p> <p> </p> Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusaien-USJurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia2963-1742Pengaruh Media Pembelajaran Terhadap Daya Serap Pemahaman Kimia Siswa Sma: Literatur Riview 2015–2026
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1353
<p><em>Rendahnya daya serap pemahaman kimia pada siswa sekolah menengah atas masih menjadi permasalahan yang berkelanjutan dalam pendidikan sains di Indonesia. Tinjauan literatur naratif ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif pengaruh berbagai jenis media pembelajaran terhadap pemahaman kimia siswa sekolah menengah atas berdasarkan literatur yang dipublikasikan pada periode 2015–2026. Sebanyak 42 artikel dari basis data Google Scholar, ERIC, Scopus, dan GARUDA memenuhi kriteria inklusi penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa media pembelajaran digital interaktif (simulasi dan animasi), media berbasis augmented reality (AR) dan virtual reality (VR), serta video pembelajaran/multimedia secara konsisten mampu meningkatkan pemahaman konseptual siswa, khususnya pada topik-topik yang bersifat abstrak. Media pembelajaran berbasis teknologi digital terbukti lebih efektif dibandingkan media konvensional dalam meningkatkan pemahaman kimia, dengan pengaruh yang lebih signifikan pada konsep-konsep kimia yang bersifat abstrak dan submikroskopik. </em></p>Eril PaiziI Gusti Lanang WiratmaI Nyoman Selamat
Copyright (c) 2026 Eril Paizi, I Gusti Lanang Wiratma, I Nyoman Selamat
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-232026-07-23521708171610.31004/jpion.v5i2.1353Implementasi Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Di SMK Negeri 9 Pandeglang
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1408
<p><em>Tujuan penelitian ini yakni untuk mengtahui dan mendeskripsikan implementasi model Problem Based Learning terhadap hasil belajar siswa kelas XI TKJ 1 di SMK Negreri 9 Pandeglang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Dengan teknik pengumpulaan data yang dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dolumentasi. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 9 Pandgelang dnegan subjek penelitiannya yaitu guru dan peserta didik. Analisis data yang digunakan ialah teori miles dan huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran problem based learning ini berjalan dengan baik. Guru sudah menerapkan tahapan-tahapan model pembelajaran problem based learning pada proses pembelajarannyapeneliti dapat menyimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran problem based learning ini berjalan dengan baik. Guru sudah menerapkan tahapan-tahapan model pembelajaran problem based learning pada proses pembelajarannya. Melalui implemenatsi model pembelajaran problem based learning (PBL) yang diterapkan terlihat adanya peningkatkan hasil belajar dan juga keaktifan peserta didik dalam memecahkan masalah, dan mempresentasikan hasil diskusinya.</em></p>Risa NurhasanahEko RibawatiYuni Maryuni
Copyright (c) 2026 Risa Nurhasanah, Eko Ribawati, Yuni Maryuni
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-31521745175110.31004/jpion.v5i2.1408Pengaruh Pembelajaran Sains terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia 5–6 Tahun di TK NA. ZI. FA Islamic School
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1085
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran sains terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia 5–6 tahun di TK NA. ZI. FA Islamic School. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 36 anak usia 5–6 tahun di TK NA. ZI. FA Islamic School. Sampel berjumlah 24 anak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 12 anak kelompok eksperimen dan 12 anak kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan bentuk non-equivalent control group design. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun, dan data dianalisis menggunakan statistik non parametrik uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor pre-test pada kelompok eksperimen sebesar 24,3 dan rata-rata skor post-test sebesar 34,6 sehingga mengalami perubahan sebesar 10,3 poin atau sebesar 42,4%. Menurut hasil test Statistics diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,002. Karena nilai p= 0,002 lebih kecil dari < 0,05 yang berarti terdapat perubahan yang signifikan setelah perlakuan diberikan. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran Sains berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia 5–6 tahun. Dengan demikian, hipotesis Ha dalam penelitian ini diterima. Oleh karena itu, pembelajaran sains direkomendasikan untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran guna mendukung perkembangan kognitif dalam aspek kemampuan berpikir kritis anak sejak usia dini.</em></p>Suci Nurul Akhwatni SaragiWan Nova Listia
Copyright (c) 2026 Suci Nurul Akhwatni Saragi, Wan Nova Listia
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-102026-07-10521553156610.31004/jpion.v5i2.1085Inovasi Digital dalam Manajemen Sekolah untuk Meningkatkan Efektivitas Pengelolaan Pendidikan: Studi Kepustakaan
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1327
<p><em>Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan dalam pengelolaan pendidikan, khususnya pada aspek manajemen sekolah. Inovasi digital menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pendidikan melalui pemanfaatan teknologi dalam administrasi, pengelolaan informasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk inovasi digital dalam manajemen sekolah, implementasinya, dampaknya terhadap efektivitas pengelolaan, serta faktor pendukung dan tantangan yang dihadapi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh melalui penelaahan berbagai literatur ilmiah yang relevan dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi digital diwujudkan melalui Sistem Informasi Manajemen (SIM), digitalisasi administrasi, platform berbasis cloud, perangkat komunikasi digital, dan sistem pendukung pengambilan keputusan. Implementasi inovasi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi administrasi, akurasi data, kualitas layanan pendidikan, transparansi, serta pengambilan keputusan berbasis data. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh kepemimpinan digital, kualitas sistem, kompetensi sumber daya manusia, dan ketersediaan infrastruktur teknologi. Adapun tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan kompetensi digital, kendala infrastruktur, adaptasi terhadap perubahan, dan pengelolaan data. Dengan demikian, inovasi digital memiliki peran penting dalam mendukung efektivitas pengelolaan pendidikan dan pengembangan tata kelola sekolah yang lebih baik.</em></p>Rohima RohimaAnnisa Nur ZahraFidiatul Khairiah
Copyright (c) 2026 Rohima, Annisa Nur Zahra, Fidiatul Khairiah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-302026-06-30521507151610.31004/jpion.v5i2.1327Analisis Sentimen Konsumen Terhadap Usaha Food And Beverage Di Tembilahan Pada Media Sosial Tiktok Menggunakan Naïve Bayes Classifier Sebagai Dasar Evaluasi Strategi Pemasaran Digital
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1373
<p><em>Media sosial TikTok menjadi salah satu platform yang banyak digunakan konsumen untuk memberikan opini mengenai produk dan layanan, termasuk pada sektor Food and Beverage (F&B). Informasi yang terdapat pada komentar pengguna dapat dimanfaatkan untuk mengetahui persepsi konsumen dan mengevaluasi strategi pemasaran digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis sentimen konsumen terhadap usaha F&B di Tembilahan pada media sosial TikTok menggunakan algoritma Naïve Bayes Classifier. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sebanyak 500 komentar TikTok yang diperoleh melalui teknik scraping. Data kemudian melalui tahap preprocessing, pelabelan sentimen, ekstraksi fitur menggunakan TF-IDF, dan klasifikasi menggunakan Naïve Bayes. Evaluasi model dilakukan menggunakan confusion matrix, accuracy, precision, recall, F1-score, serta 5-Fold Cross Validation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentimen netral mendominasi dengan 248 komentar (49,6%), diikuti sentimen positif sebanyak 156 komentar (31,2%) dan sentimen negatif sebanyak 96 komentar (19,2%). Model Naïve Bayes menghasilkan akurasi sebesar 93,00% dengan rata-rata akurasi cross validation sebesar 92,00%. Hasil ini menunjukkan bahwa Naïve Bayes mampu mengklasifikasikan sentimen konsumen dengan baik dan dapat digunakan sebagai dasar evaluasi strategi pemasaran digital usaha F&B di Tembilahan</em></p>M. SalehDwi Yuli Prasetyo
Copyright (c) 2026 M. Saleh, Dwi Yuli Prasetyo
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-102026-07-10521580159110.31004/jpion.v5i2.1373Improving Students’ English Vocabulary Mastery Through Interactive Classroom Activities
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1299
<p><em>Vocabulary is crucial in learning a language. It helps students understand things, talk to each other, read books, and write stories. Many students struggle to learn new English words. This is because they don't use English much, don't practice enough, and the teaching methods aren't very engaging. These problems make it difficult for students to learn words, which means they lack confidence and don't participate as much in English class. This study examines how classroom activities can help students learn English words. Researchers examined activities such as playing word games, talking in groups, telling stories, pretending to be someone, and engaging in fun exercises. This study was conducted at SDN Kenjeran 248 Surabaya, with third-grade students. Researchers wanted to make the classroom a fun place to learn. Researchers found that some students lacked basic vocabulary such as sweeping, writing, reading, and so on. Researchers will conduct classroom activities that can help students learn words. When students do fun things and work together, they want to learn more and participate more. They remember new words more easily. So, doing fun things in class is a way to help students learn new words and make learning English more fun and engaging.</em></p>Amellia AmelliaTiyas Saputri
Copyright (c) 2026 Amellia, Tiyas Saputri
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-062026-07-06521533153710.31004/jpion.v5i2.1299Perbandingan Prestasi Belajar Siswa Broken Home Dan Harmonis
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1351
<p><em>Latar belakang keluarga sering dianggap sebagai faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar, di mana siswa dari keluarga tidak utuh (broken home) menghadapi kendala emosional yang dapat mengganggu konsentrasi, sementara siswa dari keluarga harmonis cenderung memperoleh dukungan penuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan hasil belajar antara kedua kelompok tersebut di SMP Negeri Model Terpadu Madani. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif pada sampel 22 siswa yang terdiri dari 11 siswa keluarga harmonis dan 11 siswa keluarga tidak utuh. Data diperoleh dari rekapan nilai rapor semester ganjil tahun akademik 2025/2026 dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, serta uji independent sample t-test dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai siswa keluarga harmonis sebesar 84,69 (standar deviasi 3,86), sedangkan siswa keluarga tidak utuh memperoleh rata-rata 83,05 (standar deviasi 3,41), dengan selisih 1,64 poin. Namun, uji hipotesis menghasilkan nilai signifikansi (sig. 2-tailed) sebesar 0,027 yang lebih besar dari 0,05, sehingga H₀ diterima dan Hₐ ditolak, artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara hasil belajar kedua kelompok. Temuan ini mengindikasikan bahwa keadaan keluarga bukanlah satu-satunya penentu hasil belajar, melainkan juga dipengaruhi oleh motivasi belajar, dukungan guru, lingkungan sekolah, dan kemampuan individual siswa. Oleh karena itu, disarankan agar guru dan sekolah tetap memberikan perhatian setara kepada semua siswa tanpa membedakan latar belakang keluarga, serta bagi peneliti selanjutnya direkomendasikan untuk menambahkan variabel lain seperti pola asuh atau motivasi belajar agar analisis lebih komprehensif.</em></p>Mildani MildaniMicha Felayati SilalahiAzam ArifyadiDian Fitriani
Copyright (c) 2026 Mildani, Micha Felayati Silalahi, Azam Arifyadi, Dian Fitriani
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-152026-07-15521674168010.31004/jpion.v5i2.1351Konseling Behavior Teknik Assertive Training Untuk Mengurangi Perilaku Konformitas Negatif Pada Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1400
<p><em>Permasalahan yang sering ditemukan pada remaja, di mana siswa cenderung mengikuti pengaruh negatif teman sebaya seperti membolos, datang terlambat, dan merokok. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran tingkat perilaku konformitas negatif serta menguji efektivitas layanan konseling behavior dengan teknik Assertive training dalam mengurangi perilaku tersebut pada siswa kelas VIII SMP 15 Palu. Metode yang digunakan adalah penelitian pra-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 6 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan hasil angket dan rekomendasi guru BK. Instrumen yang digunakan adalah angket konformitas negatif yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh subjek mengalami penurunan skor perilaku konformitas negatif dari kategori tinggi menjadi sedang hingga rendah. Uji hipotesis memperoleh nilai t-hitung sebesar 8,227 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan demikian, teknik Assertive training efektif dalam mengurangi perilaku konformitas negatif siswa. Selanjutnya, disarankan kepada guru BK untuk mengaplikasikan teknik ini sebagai intervensi alternatif, sekolah mendukung pelaksanaannya, dan peneliti selanjutnya menggunakan desain yang lebih ketat dengan kelompok kontrol serta periode follow-up</em></p>Aurel Monalisa RBau RatuMunifah MunifahMicha Felayati Silalahi
Copyright (c) 2026 Aurel Monalisa R, Bau Ratu, Munifah Munifah, Micha Felayati Silalahi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-31521752175910.31004/jpion.v5i2.1400Analisis Komparatif Penggunaan AI Multiplatform terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 37 Jakarta.
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1325
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan AI berupa ChatGPT, Gemini, dan Meta AI serta menggunakan Konvensional biasa pada mata pelajaran Ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain nonequivalent group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 37 Jakarta. Sampel penelitian terdiri atas tiga kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan menggunakan media berbasis Artificial Intelligence (AI), serta satu kelompok kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes objektif berupa berbentuk pilihan ganda. Data penelitian ini dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjutan Post Hoc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis yang signifikan antara kelompok yang menggunakan AI dan kelompok konvensional (Sig. = 0,025 < 0,05). Namun, hasil uji Tukey HSD menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara ChatGPT, Gemini, dan Meta AI dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. </em></p>Ani RosadaSuparno SuparnoFitra Dila Lestari
Copyright (c) 2026 Ani Rosada, Suparno Suparno, Fitra Dila Lestari
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-152026-07-15521665167310.31004/jpion.v5i2.1325Implementasi Teknik Drill Guna Menstimulasi Keterampilan Menulis Tegak Bersambung Siswa Sekolah Dasar
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1367
<p><em>Kemampuan menulis tegak bersambung bagi peserta didik di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala esensial. Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam mengaitkan antar huruf, menerapkan tanda baca, menyesuaikan kapitalisasi, serta menjaga kerapian tulisan. Guna mengatasi problematika tersebut, diperlukan implementasi metode pembelajaran yang adaptif dan konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas metode drill (latihan siap) sebagai instrumen stimulasi motorik halus siswa secara berulang agar mereka lebih adaptif dalam menuliskannya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai literatur jurnal ilmiah bereputasi yang relevan dengan topik mekanika menulis dan teknik drill. Hasil kajian literatur mengindikasikan bahwa metode drill secara signifikan mampu mereduksi hambatan psikomotorik anak dalam menulis. Latihan yang terstruktur dan berkelanjutan terbukti efektif mempertajam akurasi sambungan huruf, mematangkan pemahaman kaidah ortografi, serta meningkatkan estetika kerapian tulisan tangan siswa. Dengan demikian, metode ini direkomendasikan bagi praktisi pendidikan dasar untuk mengakselerasi keterampilan menulis indah.</em></p>Sinta SintaRahma Cantika AlayubiAlya Dwi WahyuniMega Aulia WangiReivani DamayantiRiska Ulfiana PutriDine Trio Ratnasari
Copyright (c) 2026 Sinta, Rahma Cantika Alayubi, Alya Dwi Wahyuni, Mega Aulia Wangi, Reivani Damayanti, Riska Ulfiana Putri, Dine Trio Ratnasari
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-272026-07-27521690169610.31004/jpion.v5i2.1367Implementasi Pendidikan Inklusif Dan Relevansinya Terhadap Sikap Toleransi Di SDN Gunung Tugel 1
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1340
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan inklusif dan relevansinya terhadap pengembangan toleransi di kalangan siswa di SD SDN Gunung Tugel 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa, yang dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan. Penelitian menunjukkan bahwa sekolah tersebut berusaha mendorong pendidikan inklusif, memberikan kesempatan belajar yang sama kepada semua siswa, tanpa memandang kondisi fisik, intelektual, sosial, atau emosional mereka.Implementasi pendidikan inklusif juga berkontribusi pada peningkatan interaksi sosial, toleransi, empati, dan kesadaran di antara siswa di lingkungan sekolah.</em> <em>Namun, implementasi pendidikan inklusif di SD SDN Gunung Tugel 1 masih menghadapi beberapa tantangan, seperti ketersediaan sumber daya pendukung yang terbatas, metode pengajaran yang belum sepenuhnya adaptif,</em> <em>Penting bagi guru untuk meningkatkan keterampilannya agar bisa mendukung siswa dengan kebutuhan khusus secara lebih baik. Kerja sama antara sekolah, guru, dan orang tua sangat penting agar pendidikan inklusif berjalan dengan baik. Oleh karena itu, perlu untuk meningkatkan fasilitas, menawarkan pelatihan berkelanjutan kepada guru, dan melakukan evaluasi permanen untuk memastikan bahwa implementasi pendidikan inklusif lebih efektif dan menciptakan lingkungan belajar yang adil dan inklusif bagi semua siswa.</em></p>Nurin Nadia UsakinahNovika FebriyantiNur Aisa Eka RahayuAchmad Akbar Qamaru ZamanM. Jadid Khadavi
Copyright (c) 2026 Nurin Nadia Usakinah, Novika Febriyanti, Nur Aisa Eka Rahayu, Achmad Akbar Qamaru Zaman, M. Jadid Khadavi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-232026-07-23521700170710.31004/jpion.v5i2.1340The Effects of Time Management and Learning Motivation on Academic Procrastination among Office Management Students at SMKN 51 Jakarta
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1391
<p><em>This study aimed to examine the effects of time management and learning motivation on academic procrastination among students enrolled in the Office Management and Business Services Program at SMKN 51 Jakarta. A quantitative approach employing an explanatory research design was adopted. The sample consisted of 141 students selected through proportional random sampling. Data were collected using a validated and reliable five-point Likert questionnaire and analyzed through multiple linear regression using IBM SPSS Statistics 27. The findings revealed that time management had a significant negative effect on academic procrastination (β = -0.610, t = -14.524, p < .001). Likewise, learning motivation also exerted a significant negative influence on academic procrastination (β = -0.445, t = -11.250, p < .001). Simultaneously, both variables significantly predicted academic procrastination (F = 157.527, p < .001) and explained 69.5% of its variance (R² = .695). These findings indicate that students with stronger time management skills and higher learning motivation tend to demonstrate lower levels of academic procrastination. The study concludes that strengthening students' time management competencies and learning motivation is essential for reducing procrastination behavior and improving academic performance in vocational education.</em></p>Chelsea RizkaDarma Rika SwaramarindaDewi Nurmalasari
Copyright (c) 2026 Chelsea Rizka, Darma Rika Swaramarinda, Dewi Nurmalasari
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-182026-07-18521681168910.31004/jpion.v5i2.1391Analisis Bahasa Gaul Dalam Konten Tiktok Dan Implikasi Terhadap Bahasa Indonesia Baku
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1322
<p><em>Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah mendorong munculnya berbagai variasi bahasa yang digunakan oleh masyarakat, salah satunya bahasa gaul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk bahasa gaul dalam konten TikTok serta mengkaji implikasinya terhadap penggunaan bahasa Indonesia baku. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa gaul yang ditemukan didominasi oleh serapan bahasa Inggris, akronim, campur kode, pemendekan kata, dan istilah viral media sosial. Bentuk bahasa gaul yang paling banyak digunakan adalah serapan bahasa Inggris, seperti </em><em>spill</em><em>, </em><em>healing</em><em>, </em><em>bestie</em><em>, dan </em><em>cringe</em><em>. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa gaul dalam TikTok mencerminkan perkembangan variasi bahasa dalam komunikasi digital dan berimplikasi pada pilihan kosakata yang digunakan masyarakat. Meskipun demikian, bahasa gaul tidak menggantikan fungsi bahasa Indonesia baku karena keduanya digunakan dalam konteks komunikasi yang berbeda. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, khususnya dalam penguatan literasi bahasa dan literasi digital peserta didik.</em></p>Ghina KameliaMirnawati MirnawatiInka OctafitriaSiti SalmiahMoh. Agus WahyudinMoh. Agus WahyudinAinantya Dianti GiyatriDine Trio Ratnasari
Copyright (c) 2026 Ghina Kamelia, Mirnawati, Inka Octafitria, Siti Salmiah, Moh. Agus Wahyudin, Moh. Agus Wahyudin, Ainantya Dianti Giyatri, Dine Trio Ratnasari
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-152026-07-15521651165710.31004/jpion.v5i2.1322Upaya Peningkatan Kemampuan Berbicara Anak Melalui Media Buku Cerita Pop Up di Taman Kanak-Kanak Al-Ikhlas Batu Galing Rejang Lebong Provinsi Bengkulu
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1363
<p><em>Rendahnya keterampilan berbahasa lisan pada anak Kelompok B di TK Al-Ikhlas Batu Galing menjadi dasar dilaksanakannya penelitian ini. Dari 13 peserta didik yang diamati, 10 anak (76,92%) masih berada pada kategori belum berkembang, yang ditandai dengan keterbatasan kosakata, kurangnya keberanian mengungkapkan pendapat, serta hambatan dalam merangkai kalimat sederhana. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan kemampuan berbicara anak melalui pemanfaatan media buku cerita pop-up. Metode yang digunakan ialah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berlangsung dalam dua siklus, dengan setiap siklus mencakup tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, serta refleksi selama tiga pertemuan. Data diperoleh melalui observasi serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik persentase deskriptif. Temuan penelitian mengindikasikan adanya peningkatan kemampuan berbicara secara bertahap, yaitu dari 42,4% pada tahap awal (Mulai Berkembang), meningkat menjadi 60,8% pada Siklus I (Berkembang Sesuai Harapan), dan mencapai 76,7% pada Siklus II (Berkembang Sangat Baik). Dengan demikian, media buku cerita pop-up terbukti efektif dalam mendukung perkembangan kemampuan berbicara anak Kelompok B di TK Al-Ikhlas Batu Galing.</em></p>Dewi SusantiElise Muryanti
Copyright (c) 2026 Dewi Susanti, Elise Muryanti
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
2026-07-142026-07-14521634164110.31004/jpion.v5i2.1363Inovasi Kurikulum Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Artificial Intelligence (AI): Tantangan dan Peluang di Era Digital
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1332
<p><em>Transformasi pendidikan di era digital menuntut restrukturisasi komponen kurikulum agar adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif inovasi kurikulum pembelajaran Bahasa Arab berbasis Kecerdasan Buatan (AI) melalui pemetaan peluang pedagogis, identifikasi tantangan nyata, serta perumusan model tata kelola integrasi yang ideal. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif analitis dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap buku pengembangan kurikulum dan berbagai artikel jurnal ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI menawarkan peluang besar dalam mewujudkan pembelajaran berdiferensiasi melalui sistem adaptif (adaptive learning), penguatan kemahiran berbahasa (maharah) secara mandiri melalui conversational chatbot, serta efisiensi evaluasi makro berbasis AI Analytics. Namun, penetrasi teknologi ini juga menghadapi tantangan serius, seperti ancaman terhadap orisinalitas nalar akibat ketergantungan pada jawaban instan, isu perlindungan data, serta rendahnya kesiapan sumber daya manusia yang disebabkan oleh minimnya pemahaman guru terhadap substansi AI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa formula kurikulum masa depan yang ideal adalah penerapan model kolaborasi manusia-mesin berbasis tata kelola human-centered governance yang selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka, di mana AI berfungsi sebagai penggerak teknis, sementara pendidik tetap memegang kendali utama (human-in-the-loop) dalam menjaga nilai-nilai moral dan humanistik pembelajaran.</em></p>Sulis DarmilaLuthfi TammamFitri Hadayani Harahap
Copyright (c) 2026 Sulis Darmila, Luthfi Tammam, Fitri Hadayani Harahap
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-302026-06-30521517152210.31004/jpion.v5i2.1332Penerapan Media Flashcard untuk Menstimulasi Kemampuan Berbahasa Anak pada Kelompok B
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1389
<p><em>Kemampuan berbahasa merupakan salah satu aspek perkembangan yang sangat penting pada anak usia dini, namun sering belum berkembang secara optimal akibat penggunaan metode pembelajaran yang monoton dan kurangnya variasi media. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media flashcard dalam pembelajaran anak Kelompok B, mendeskripsikan peningkatan kemampuan bahasa anak melalui media flashcard, serta mendeskripsikan efektivitas media flashcard dalam menstimulasi kemampuan berbahasa anak Kelompok B di TK Negeri Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Subjek penelitian adalah 16 anak Kelompok B. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media flashcard secara terstruktur dan interaktif mampu meningkatkan kemampuan berbahasa anak secara signifikan. Pada Siklus I, ketuntasan belajar mencapai 56,25%, dan meningkat menjadi 87,50% pada Siklus II. Simpulan penelitian ini adalah media flashcard efektif menstimulasi kemampuan berbahasa anak Kelompok B, meliputi peningkatan kosakata, kemampuan berbicara, dan keberanian berkomunikasi.</em></p>Putu Mas Wina LestariHendi Budiyawan
Copyright (c) 2026 Putu Mas Wina Lestari, Hendi Budiyawan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-31521774177910.31004/jpion.v5i2.1389Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Aktivitas Ritmik di Taman Kanak-Kanak Melati Kecamatan Pangkalan Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1313
<h3><em>Penelitian ini diprakarsai karena keterampilan motorik kasar anak-anak di TK Melati, Kecamatan Pangkalan, masih kurang memadai, dibuktikan dengan koordinasi tubuh yang buruk, keseimbangan yang kurang, dan berkurangnya kepercayaan diri dalam aktivitas fisik. Masalah ini timbul dari metode pengajaran yang terlalu teoritis, membosankan, dan kurang variasi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia prasekolah dengan menggunakan latihan gerakan dan menyanyi. Metodologi yang diadopsi adalah Penelitian Tindakan Kelas (KAR), yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahapan persiapan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini melibatkan 14 siswa dari Kelompok B di TK Melati, Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Metode pengumpulan data adalah observasi langsung menggunakan lembar observasi untuk mencatat aktivitas anak dan guru. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan metode persentase untuk menilai kompetensi belajar tradisional. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada keterampilan motorik kasar anak. Selama Siklus I, rata-rata proporsi keterampilan motorik kasar anak mencapai 50%. Setelah pelaksanaan langkah-langkah perbaikan pada Siklus II, yang menggabungkan variasi fisik terorganisir dan "Tarian Penguin" yang menarik, tingkat keberhasilan klasik meningkat menjadi 75%, mencapai standar penguasaan yang diharapkan. Studi ini menetapkan bahwa penggabungan beragam aktivitas gerakan dan musik yang menarik meningkatkan koordinasi, kelincahan, dan keseimbangan dalam kemampuan motorik kasar anak-anak usia dini</em></h3>Tamtriati TamtriatiRismareni Pransiska
Copyright (c) 2026 Tamtriati, Rismareni Pransiska
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
2026-07-142026-07-14521592160310.31004/jpion.v5i2.1313Pengondisian Klasik dalam Pembentukan Disiplin Belajar: Tinjauan Teoretis terhadap Dampaknya pada Kondisi Psikologis Siswa
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1354
<p><em>Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan menganalisis penerapan teori pengondisian klasik Ivan Pavlov dalam pembelajaran di SMPN 2 Ngadiluwih, serta dampaknya terhadap perilaku dan psikologis siswa kelas VIII F (32 siswa). Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup, dokumentasi, wawancara semi-terstruktur bersama perwakilan siswa, guru kelas, dan guru BK, dan studi kasus yang kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stimulus guru berupa teguran, reward, dan punishment efektif mereduksi perilaku maladaptif siswa menjadi respon kedisiplinan formal. Namun, pengelolaan stimulus yang kaku memicu pengondisian emosi klasik yang negatif, sehingga menimbulkan kecemasan siswa dan kepatuhan semu. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, temuan ini menegaskan bahwa konsep pembelajaran yang berpusat pada siswa tetap membutuhkan kehadiran stimulus pengkondisian klasik yang dikelola secara sadar oleh guru. Penelitian ini memberi rekomendasi pentingnya mengkomposisikan struktur behavioristik Pavlov dengan pendekatan kognitif-humanistik yang ramah anak guna mewujudkan kemandirian belajar yang sehat secara psikologis</em>.</p>Karmila KarmilaSiti Chalimatus Sa'diyahArdabilly J. FirdausIntan Prastihastari Wijaya
Copyright (c) 2026 Karmila, Ardabilly Firdaus, Siti Chalimatus Sa'diyah, Intan Prastihastari Wijaya
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-232026-07-23521717172410.31004/jpion.v5i2.1354Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Discovery Learning Pada Materi Sistem Komputer Kelas VII SMP Singaraja
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1415
<p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran interaktif berbasis pembelajaran penemuan dalam mata pelajaran informatika materi sistem komputer kelas VII di SMP Negeri 4 Singaraja dan untuk mengetahui respons guru dan siswa terhadap penggunaan media pembelajaran interaktif yang dikembangkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 4 Singaraja yang berjumlah 38 orang. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh ahli konten, ahli media, dan ahli desain pembelajaran, media pembelajaran interaktif yang dikembangkan memperoleh nilai rata-rata 1,00 yang termasuk dalam kategori sangat valid. Hasil uji efektivitas menggunakan perhitungan N-Gain memperoleh nilai 0,75 yang termasuk dalam kategori efektif. Hasil tanggapan siswa menunjukkan skor rata-rata 67,5 yang termasuk dalam kategori sangat praktis, sedangkan hasil analisis tanggapan guru memperoleh skor rata-rata 45 yang juga termasuk dalam kategori sangat praktis. Kata kunci: Kata kunci terdiri dari 3 hingga 5 kata dan/atau kelompok kata; Ditulis sesuai urutan urgensi kata; Antar kata kunci dipisahkan oleh koma (,)(Font: Time News Roman, ukuran 10, Miring – Tebal)</span></span></em></p>Zohratul AoliaNyoman SugihartiniMade Susi Lissia Andayani
Copyright (c) 2026 Zohratul Aolia, Nyoman Sugihartini, Made Susi Lissia Andayani
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-272026-07-27521705171510.31004/jpion.v5i2.1415Proses Pembentukan Kebijakan Pendidikan: Analisis Deskriptif Tahapan Dan Dinamika Politik
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1266
<p><strong><em>Abstrak</em></strong></p> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembentukan kebijakan pendidikan dengan menitikberatkan pada tahapan kebijakan serta dinamika politik yang mempengaruhinya. Kebijakan pendidikan merupakan instrumen penting dalam menentukan arah pembangunan sumber daya manusia, sehingga proses pembentukannya perlu dikaji secara komprehensif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, serta dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses pembentukan kebijakan pendidikan terdiri atas beberapa tahapan utama, yaitu identifikasi masalah, perumusan kebijakan, pengambilan keputusan, implementasi, dan evaluasi. Setiap tahapan tersebut memiliki karakteristik tersendiri serta melibatkan berbagai aktor dengan kepentingan yang berbeda. Dalam praktiknya, proses ini tidak selalu berjalan secara linear, melainkan sering kali dipengaruhi oleh dinamika politik yang kompleks. Dinamika politik memiliki pengaruh signifikan dalam setiap tahapan kebijakan, terutama dalam proses perumusan dan pengambilan keputusan. Kepentingan aktor, distribusi kekuasaan, serta proses negosiasi menjadi faktor utama yang menentukan arah kebijakan. Kebijakan pendidikan tidak sepenuhnya bersifat netral, melainkan merupakan hasil kompromi dari berbagai kepentingan yang saling berinteraksi. Selain itu, tekanan dari kelompok kepentingan serta kondisi sosial-ekonomi juga turut mempengaruhi substansi kebijakan yang dihasilkan. Penelitian ini juga menemukan bahwa kurangnya transparansi dan partisipasi publik dalam proses pembentukan kebijakan dapat mengurangi efektivitas kebijakan yang dihasilkan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat serta memperkuat akuntabilitas dalam setiap tahapan kebijakan. Dengan demikian, kebijakan pendidikan yang dihasilkan diharapkan dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.</em></p>Sherly Nur HidayahAngga DenuyasaDina NovitaAbdul KodirAfriantoni Afriantoni
Copyright (c) 2026 Sherly Nur Hidayah, Angga Denuyasa, Dina Novita, Abdul Kodir, Afriantoni
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-152026-07-15521642165010.31004/jpion.v5i2.1266Peningkatan Kemampuan Mengenal Angkaa Menggunakan Media Alam Melalui Kegiatan Menghitung di Tamaan Kanak-Kanak Al-Ikhlas Batu Galing Rejang Lebong Provinsi Bengkulu
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1328
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka pada anak usia dini melalui penerapan media alam dalam kegiatan menghitung di Taman Kanak-Kanak Al-Ikhlas Batu Galing, Rejang Lebong. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian melibatkan 15 anak Kelompok B dengan teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan yang signifikan, yaitu rata-rata pencapaian pada tahap pra-siklus sebesar 42,90% (kategori Mulai Berkembang), meningkat menjadi 63,73% pada Siklus I (kategori Berkembang Sesuai Harapan), dan mencapai 83,28% pada Siklus II (kategori Berkembang Sangat Baik) serta telah memenuhi kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Analisis per indikator menunjukkan bahwa kemampuan mengelompokkan benda berdasarkan jumlah mencapai pencapaian tertinggi sebesar 90,6%, sedangkan indikator membuat lambang angka dengan benar dan menjawab pertanyaan terkait angka menjadi aspek yang paling sulit dikuasai dengan pencapaian terendah sebesar 68,8%. Kesulitan tersebut disebabkan oleh tuntutan kematangan motorik halus yang belum sempurna serta kebutuhan kemampuan penalaran abstrak dan penguasaan bahasa yang masih terbatas pada anak usia 5–6 tahun. Peningkatan kemampuan ini didukung oleh teori perkembangan kognitif Jean Piaget pada tahap pra-operasional, di mana pemahaman konsep abstrak angka lebih efektif dibangun melalui interaksi langsung dengan benda konkret dari lingkungan alam sekitar. </em></p>Apriana AprianaRismareni Pransiska
Copyright (c) 2026 Apriana, Rismareni Pransiska
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
2026-07-142026-07-14521604161310.31004/jpion.v5i2.1328Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Pembelajaran Articulate Storyline pada Pembelajaran IPAS Materi Gaya Magnet
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1377
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Articulate Storyline pada pembelajaran IPAS materi gaya magnet untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. </em><em>Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V SDN Tarokan 3. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi lembar validasi ahli materi, lembar validasi ahli media, angket respons peserta didik, serta tes pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan memperoleh tingkat kevalidan sebesar 84% berdasarkan penilaian ahli materi dan 84% berdasarkan penilaian ahli media dengan kategori sangat valid. Tingkat kepraktisan media memperoleh persentase sebesar 84% dengan kategori sangat praktis berdasarkan respons peserta didik. Adapun tingkat keefektifan media ditunjukkan oleh peningkatan hasil belajar peserta didik, yaitu nilai rata-rata pretest pada uji coba terbatas sebesar 75 meningkat menjadi 80 pada posttest, sedangkan pada uji coba luas nilai rata-rata pretest sebesar 87 meningkat menjadi 94,33 pada posttest. Dengan demikian, media pembelajaran Articulate Storyline yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis, dan efektif sehingga layak digunakan dalam pembelajaran IPAS materi gaya magnet di kelas V sekolah dasar.</em></p>Rois Rahmat KurniaAbdul Aziz HunaifiNara Setya Wiratama
Copyright (c) 2026 Rois Rahmat Kurnia, Abdul Aziz Hunaifi, Nara Setya Wiratama
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-232026-07-23521730173810.31004/jpion.v5i2.1377Membangun Aktivitas Sosial Dan Pemuda Yang Berintegritas, Berlandasan Nilai-Nilai Islam
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1300
<p><em>Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat serta mengembangkan potensi sosial yang dimiliki oleh generasi muda. </em><em>Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kegiatan KKN dalam membangun aktivitas sosial dan membentuk pemuda yang berintegritas berdasarkan nilai-nilai Islam di Desa Tanjung Temiang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program KKN yang meliputi kegiatan pengajian pemuda, mengajar mengaji anak-anak, gotong royong menjaga lingkungan, membantu petani berkebun, serta pembinaan akhlak dan kepemimpinan berbasis nilai Islam mampu meningkatkan partisipasi sosial masyarakat, khususnya pemuda. Nilai-nilai Islam seperti kejujuran (shiddiq), tanggung jawab (amanah), dan kepedulian sosial (ta’awun) berhasil diinternalisasikan melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Dampak yang terlihat antara lain meningkatnya sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepedulian sosial, serta kesadaran religius pemuda dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, kegiatan KKN berbasis nilai-nilai Islam dapat menjadi strategi yang efektif dalam membentuk pemuda yang berintegritas, berakhlak mulia, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan sosial masyarakat. </em></p>Nurhidayah NurhidayahMaria MariaSri Mutia AnjaniSyaiful RachmanInka Okta WahyudiDodi Irawan
Copyright (c) 2026 Nurhidayah Nurhidayah, Maria Maria, Sri Mutia Anjani, Syaiful Rachman, Inka Okta Wahyudi, Dodi Irawan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-062026-07-06521538154510.31004/jpion.v5i2.1300Peningkatan Pengetahuan Kesiapsiagaan Siswa Dalam Menghadapi Bencana Letusan Gunungapi Gamalama Melalui Model Project Based Learning
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1352
<p><em>Rendahnya pengetahuan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana letusan Gunungapi menjadi permasalahan penting, khususnya bagi sekolah yang berada di kawasan rawan bencana Gunungapi Gamalama Ternate. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan siswa kelas XI SMA Negeri 6 Kota Ternate dalam menghadapi bencana letusan Gunungapi Gamalama melalui penerapan model project based learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek sebanyak 25 siswa, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan kesiapsiagaan, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I sebanyak 15 siswa (60%) belum mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 10 siswa (40%) telah mencapai ketuntasan. Namun, pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan, di mana sebanyak 23 siswa (92%) telah mencapai ketuntasan belajar dan hanya 2 siswa (8%) yang belum tuntas. Dengan demikian hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model project based learning efektif meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan siswa terhadap bencana letusan Gunungapi Gamalama.</em></p>Syahril LukmanHujairah Hi. MuhammadAsmin Lukman
Copyright (c) 2026 Syahril Lukman, Hujairah Hi. Muhammad, Asmin Lukman
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-062026-07-06521546155210.31004/jpion.v5i2.1352Pengaruh Lingkungan Keluarga, Lingkungan Teman Sebaya, dan Kebiasaan Belajar Terhadap Hasil Belajar Perpajakan Murid Kelas XI di SMK Negeri Jakarta Pusat
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1404
<p><em>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lingkungan keluarga, lingkungan teman sebaya, dan kebiasaan belajar terhadap hasil belajar Perpajakan murid kelas XI SMK Negeri di Jakarta Pusat, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 214 murid kompetensi keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga, sedangkan sampel sebanyak 140 murid dipilih menggunakan teknik proportionate random sampling. Data lingkungan keluarga, lingkungan teman sebaya, dan kebiasaan belajar diperoleh melalui kuesioner skala Likert, sedangkan data hasil belajar diperoleh dari nilai Penilaian Tengah Semester (PTS) mata pelajaran Perpajakan semester genap Tahun Ajaran 2025/2026. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan keluarga, lingkungan teman sebaya, dan kebiasaan belajar masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar Perpajakan. Secara simultan, ketiga variabel independen juga memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar Perpajakan. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,150 menunjukkan bahwa ketiga variabel mampu menjelaskan 15,0% variasi hasil belajar, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas lingkungan keluarga, teman sebaya, dan kebiasaan belajar dapat mendukung peningkatan hasil belajar Perpajakan murid</em></p>Devi RahmawatiErika TakidahSanti Susanti
Copyright (c) 2026 Devi Rahmawati, Erika Takidah, Santi Susanti
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-232026-07-23521739174410.31004/jpion.v5i2.1404Analisis Penggunaan Media Sosial Terhadap Kemampuan Memproses Dan Memahami Bahasa Tulis (Reading Comprehension) Pada Mahasiswa PBSI UHN Medan: Kajian Psikolinguistik
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1326
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial terhadap kemampuan memproses dan memahami bahasa tulis (reading comprehension) pada mahasiswa dalam kajian psikolinguistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan delapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial yang tinggi dapat memengaruhi kemampuan memahami bacaan akademik, terutama pada aspek perhatian (attention), memori kerja (working memory), dan integrasi makna. Mahasiswa cenderung mengalami kesulitan mempertahankan fokus, mudah terdistraksi oleh notifikasi media sosial, serta perlu membaca ulang untuk memahami isi bacaan. Meskipun demikian, mahasiswa menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan pemahaman bacaan, seperti membatasi penggunaan media sosial saat belajar, membuat rangkuman, dan mencatat poin-poin penting. Dengan demikian, kemampuan memahami </em><em>bahasa tulis pada mahasiswa dipengaruhi oleh kebiasaan penggunaan media sosial dan proses kognitif yang terlibat dalam pemrosesan bahasa.</em></p>Taruli HutajuluEka Putri Saptari WulanKristina Natalia SitumorangNurhayani Hasugian
Copyright (c) 2026 Taruli Hutajulu, Eka Putri Saptari Wulan, Kristina Natalia Situmorang, Nurhayani Hasugian
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-232026-07-23521690169910.31004/jpion.v5i2.1326Hubungan Antara Minat Belajar dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X di SMAN 3 Siak Hulu
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1368
<p><em>Penelitian ini didasarkan pada pentingnya aspek afektif, khususnya minat belajar, dalam memengaruhi capaian akademis siswa pada mata pelajaran biologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara minat belajar dengan hasil belajar biologi siswa kelas X di SMA N 3 Siak Hulu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Pengumpulan data minat belajar dilakukan menggunakan instrumen angket sebanyak 20 item pernyataan yang disebarkan kepada sampel penelitian sebanyak 39 siswa. Sebelum uji hipotesis, dilakukan uji coba instrumen untuk mengukur tingkat keandalan angket. Hasil uji reliabilitas menggunakan program SPSS menunjukkan bahwa instrumen angket minat belajar memiliki nilai Cronbach's Alpha sebesar .950. Nilai tersebut jauh melampaui batas batas minimal reliabilitas baku sebesar .60, sehingga instrumen dinyatakan sangat reliabel dan valid untuk digunakan dalam penelitian. Nilai rata-rata total skala yang diperoleh dari responden adalah sebesar 80.72 dengan varians 52.050. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian ini memiliki konsistensi internal yang sangat tinggi untuk mengukur minat belajar siswa, yang selanjutnya akan dikorelasikan dengan data hasil belajar biologi siswa di sekolah. </em></p>Jhanah HafizahYunia Dwi RahmawatiNurkhairo HidayatiUmmi KalsumMarwiyah Marwiyah
Copyright (c) 2026 Jhanah Hafizah, Yunia Dwi Rahmawati, Nurkhairo Hidayati, Ummi Kalsum, Marwiyah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-31521780178510.31004/jpion.v5i2.1368Komik Digital Berorientasi Kearifan Lokal Bali Megoak-Goakan pada Materi Indonesiaku Kaya Budaya Siswa Kelas IV SD
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1290
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media komik digital berorientasi kearifan lokal Bali Megoak-goakan pada materi Indonesiaku Kaya Budaya untuk siswa kelas IV SD yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 2 ahli materi, 2 ahli media, 2 praktisi pendidikan, dan 18 siswa kelas IV SD Negeri 1 Silangjana. Data dikumpulkan melalui kuesioner validitas, kuesioner kepraktisan, serta tes hasil belajar berupa pretest dan posttest. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media komik digital memperoleh tingkat validitas ahli materi sebesar 98%, validitas ahli media sebesar 93%, kepraktisan praktisi sebesar 95%, dan kepraktisan siswa sebesar 90%, dengan rata-rata kualitas media sebesar 94% yang berada pada kategori sangat baik. Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan rata-rata hasil belajar dari 46,66 pada pretest menjadi 91,29 pada posttest. Uji paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05), yang menunjukkan bahwa media komik digital berorientasi kearifan lokal Bali Megoak-goakan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan demikian, media yang dikembangkan layak digunakan sebagai media pembelajaran IPAS di sekolah dasar.</em></p>Putu Eka SukmawatiI Gede MargunayasaNi Made Dainivitri Sinta Sari
Copyright (c) 2026 Putu Eka Sukmawati, I Gede Margunayasa, Ni Made Dainivitri Sinta Sari
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-062026-07-06521526153210.31004/jpion.v5i2.1290Pengembangan Motorik Kasar Anak Melalui Senam Kreasi di PAUD Rizqy Kabupaten Kaur
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1348
<p><em>Penelitian ini dipicu oleh kekurangan kemampuan motorik kasar yang ditemukan pada anak usia dini di PAUD Rizqy, Kabupaten Kaur. Hal ini terlihat dari ketidakmampuan anak-anak untuk melakukan berbagai gerakan, seperti berlari, melompat, menjaga keseimbangan, dan mengkoordinasikan tubuh mereka. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak dengan teknik senam baru. Penelitian ini melibatkan 10 anak dari PAUD Rizqy, terdiri dari 4 laki-laki dan 6 perempuan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Aksi Kelas (CAR) yang dilakukan dalam beberapa siklus. Setiap siklus terdiri dari langkah-langkah persiapan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak-anak usia prasekolah di PAUD Rizqy, Kabupaten Kaur. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan penilaian kemajuan anak selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan motorik kasar anak di setiap siklus. Pada fase pra-siklus, persentase penyelesaian hanya mencapai 40%. Setelah pelaksanaan Siklus I, persentase tersebut meningkat menjadi 55%. Pada Siklus II, tingkat penyelesaian mencapai 85%, sehingga penelitian ini dapat dianggap efektif. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kegiatan senam kreatif yang menggunakan tongkat telah menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini di TK Rizqy, Kabupaten Kaur.</em></p>Diszuriani DiszurianiElise MuryaniDadan SuryanaTisna Syafnita
Copyright (c) 2026 Diszuriani, Elise Muryani, Dadan Suryana, Tisna Syafnita
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
2026-07-142026-07-14521625163310.31004/jpion.v5i2.1348Pengaruh Media Video ANRI Terhadap Kemampuan Berpikir Historis Mata Pembelajaran Sejarah di Kelas XI SMAN 1 Petir
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1398
<p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan berpikir historis peserta didik pada mata pelajaran Sejarah yang disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang kurang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video pembelajaran Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) terhadap kemampuan berpikir historis peserta didik pada mata pelajaran Sejarah di kelas XI SMAN 1 Petir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas XI SMAN 1 Petir, dengan sampel penelitian yaitu kelas XI-D sebagai kelas eksperimen dan kelas XI-A sebagai kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 43 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal peserta didik pada kedua kelas relatif sama sebelum diberikan perlakuan. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media video pembelajaran Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir historis peserta didik pada mata pelajaran Sejarah di kelas XI SMAN 1 Petir. Media video ANRI mampu meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi sejarah serta mengembangkan kemampuan berpikir historis melalui analisis kronologi, hubungan sebab-akibat, interpretasi peristiwa sejarah, dan pemanfaatan sumber sejarah.</em></p>Anissa WulandariRikza FauzanEko Ribawati
Copyright (c) 2026 Anissa Wulandari, Rikza Fauzan, Eko Ribawati
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-31521760176610.31004/jpion.v5i2.1398Kewajiban Menuntut Ilmu Dalam Qs. Al-‘Alaq Ayat 1 : Perspektif Cognitive Science
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1324
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewajiban menuntut ilmu dalam QS. Al-‘Alaq ayat 1 melalui perspektif Cognitive Science serta mengkaji relevansinya terhadap proses pembelajaran modern. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari Al-Qur’an, kitab tafsir, serta berbagai literatur yang berkaitan dengan ilmu kognitif dan pendidikan. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) dan interpretasi tematik terhadap konsep belajar yang terkandung dalam ayat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perintah iqra’ (membaca) dalam QS. Al-‘Alaq ayat 1 tidak hanya bermakna aktivitas membaca teks, tetapi juga mencakup proses memperoleh, mengolah, dan mengonstruksi pengetahuan. Perspektif Cognitive Science menjelaskan bahwa aktivitas belajar melibatkan perhatian, persepsi, memori, penalaran, dan metakognisi yang berperan dalam pembentukan pemahaman. Ayat ini menegaskan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban fundamental manusia yang didukung oleh kemampuan kognitif sebagai anugerah Allah Swt. Kesimpulannya, QS. Al-‘Alaq ayat 1 mengandung landasan epistemologis dan pedagogis yang kuat mengenai pentingnya menuntut ilmu, serta memiliki relevansi yang tinggi dengan teori-teori kognitif modern dalam pengembangan pendidikan Islam dan pembelajaran sepanjang hayat.</em></p>Jihan Raihanah PutriMuhammad FarhanMuhamad Yahya
Copyright (c) 2026 Jihan Raihanah Putri, Muhammad Farhan, Muhamad Yahya
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-152026-07-15521658166410.31004/jpion.v5i2.1324Analisis Kemampuan Generalisasi Siswa Sekolah Dasar Dalam Menyelesaikan Pola Bilangan di SDN Tenggilis Mejoyo 1 Surabaya
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1365
<p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan generalisasi siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan soal pola bilangan masih tergolong rendah dibuktikan dengan hasil belajar yang belum maksimal dan ketidakpemahaman siswa terhadap materi serta makna soal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan generalisasi siswa kelas V Sekolah Dasar dalam menyelesaikan soal-soal pola bilangan. Kemampuan generalisasi yang mencakup proses mengenali keteraturan, menyusun aturan umum, serta menerapkan pola dalam berbagai situasi matematis menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Subjek penelitian terdiri dari tiga siswa yang mewakili kategori kemampuan generalisasi tinggi, sedang, dan rendah, yang dipilih melalui tes di SDN Tenggilis Mejoyo 1 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa tes tertulis, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan generalisasi siswa sudah cukup baik dan berada pada tingkat yang bervariasi. Sebagian besar siswa mampu menerapkan kemampuan generalisasi dan yang lainnya masih mengalami kesulitan. Siswa dengan kemampuan tinggi berhasil memenuhi ketercapaiannya pada semua indikator kemampuan generalisasi. Siswa dengan kemampuan sedang berhasil memenuhi ketercapaiannya pada tiga indikator kemampuan generalisasi. Siswa dengan kemampuan rendah berhasil memenuhi ketercapaiannya pada satu indikator kemampuan generalisasi.</em></p>Salma Riski Putri PratamaFeny Rita Fiantika
Copyright (c) 2026 Salma Riski Putri Pratama, Feny Rita Fiantika
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-31521786179210.31004/jpion.v5i2.1365Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Bidang Pengarustamaan Gender Dan Pemberdayaan Perempuan Di Dinas P3APM Kota Pekanbaru
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1337
<p><em>Peningkatan kapasitas kelembagaan merupakan hal yang penting bagi setiap organisasi dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Upaya pengembangan kapasitas perlu diterapkan pada organisasi pemerintah termasuk pada Bidang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Pekanbaru guna menunjang pemberian layanan bagi masyarakat yang membutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pelaksanaan pengembangan kapasitas kelembagaan pada Bidang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan di DP3APM Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif. Data yang digunakan mencakup data primer dan sekunder, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Setelah data terkumpul melalui teknik yang tepat, peneliti mengklasifikasikannya berdasarkan jenis, kemudian mengolah dan menganalisisnya secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas kelembagaan pada Bidang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan DP3APM Kota Pekanbaru belum berjalan optimal akibat beberapa kendala, yaitu keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya kompetensi pegawai di bidangnya, budaya organisasi yang belum memadai, serta anggaran yang terbatas. Oleh karena itu, diperlukan penambahan jumlah pegawai dan pengembangan kompetensi pegawai agar di masa mendatang mereka mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Kota Pekanbaru.</em></p>Syapril AbdullahHerman HermanYeni Yuntika Dewi
Copyright (c) 2026 Syapril Abdullah, Herman Herman, Yeni Yuntika Dewi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-282026-06-28521499150610.31004/jpion.v5i2.1337Tradisi dan Ritual Kegamaan sebagai Representasi Gaya Hidup Religius Masyarakat Temboro
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1390
<p><em>Penelitian ini mengkaji fenomena Desa Temboro sebagai pusat penyebaran Jamaah Tabligh yang berhasil membentuk identitas ruang dan perilaku spesifik pada masyarakatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana tradisi dan ritual keagamaan di Temboro bukan sekedar ibadah ritualistik, melainkan telah bertransformasi menjadi representasi gaya hidup (lifestyle) religius sehari-hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi agama untuk membedah interaksi antara doktrin teologis dan realitas sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya internalisasi nilai keagamaan yang mendalam dan menyeluruh, yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat. Manifestasi tradisi ini terlihat jelas mulai dari cara berpakaian yang seragam, pola interaksi sosial yang sarat nilai profetik, arsitektur desa yang bernuansa Timur Tengah, hingga lanskap ekonomi lokal yang terintegrasi penuh dalam ekosistem “gaya hidup religius”. Penelitian ini menegaskan bahwa ritual keagamaan di Temboro berfungsi sebagai poros utama (central axis) yang mengkonstruksi identitas sosial dan budaya masyarakatnya secara total (total institution atau way of life). Tradisi tidak lagi menjadi aktivitas berkala, melainkan struktur penentu yang mengarahkan seluruh lini kehidupan publik dan privat di Desa Temboro</em></p>Riva SyifaullanaMuhammad Rafi PurnawijayaAaliyah Putri Dwi SariAhmad NaufalRandy ZahranHabibi RamadhanAndy Hadiyanto
Copyright (c) 2026 Riva Syifaullana, Muhammad Rafi Purnawijaya, Aaliyah Putri Dwi Sari, Ahmad Naufal, Randy Zahran, Habibi Ramadhan, Andy Hadiyanto
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-31521767177310.31004/jpion.v5i2.1390Strategi Guru dalam Menumbuhkan Minat Baca Pelajar Generasi Alpha
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1315
<p><em>Minat baca merupakan salah satu indikator penting dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia dan keberhasilan proses pendidikan. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa minat baca pelajar Generasi Z masih menghadapi berbagai tantangan akibat perubahan pola konsumsi informasi yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital, media sosial, dan penggunaan gawai yang semakin intensif. Kondisi tersebut mendorong perlunya strategi yang tepat dari guru untuk menumbuhkan dan mengembangkan minat baca peserta didik sesuai dengan karakteristik Generasi Z sebagai generasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai strategi guru dalam menumbuhkan minat baca pelajar Generasi Z berdasarkan kajian literatur yang relevan. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional, buku, prosiding, serta dokumen ilmiah yang membahas minat baca, literasi, Generasi Z, dan strategi pembelajaran. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui proses pengumpulan, seleksi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang efektif dalam menumbuhkan minat baca pelajar Generasi Z meliputi pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, penerapan program literasi berbasis aktivitas, penggunaan media sosial sebagai sarana literasi, penerapan gamifikasi, serta pengembangan pembelajaran kolaboratif yang mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Keberhasilan strategi tersebut dipengaruhi oleh kompetensi guru, dukungan lingkungan sekolah, ketersediaan sumber bacaan, dan keterlibatan keluarga. Dengan demikian, guru perlu mengembangkan strategi literasi yang adaptif, inovatif, dan sesuai dengan karakteristik Generasi Z untuk membangun budaya membaca yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan.</em></p>M. Anwar HakimAnita Angraini Lubis
Copyright (c) 2026 M. Anwar Hakim, Anita Angraini
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-102026-07-10521567157910.31004/jpion.v5i2.1315Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI SMAN 7 Kota Serang
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1355
<p><em>Proses pembelajaran dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa khususnya pada proses pembelajaran pada mata pelajaran sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari penggunaan model pembelajaran tersebut dengan kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas XI IPS di SMAN 7 Kota Serang. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimental dengan menggunakan kelas eksperimen dan kontrol. Sampel penelitian ini adalah kelas XI 5 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI 6 sebagai kelas kontrol dengan materi pergerakan nasional Indonesia. Setelah dilakukan penelitian hingga kajian analisis hasil penelitian, didapatkan hasil terdapat pengaruh dari penggunaan model Problem Based Learning terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI di SMAN 7 Kota Serang dengan hasil perhitungan uji t dengan menggunakan Microsoft Excel dan diperoleh t<sub>hitung</sub> sebesar 2,74 yang mana lebih besar daripada hasil t<sub>tabel </sub> yaitu 2,06 dengan signifikansi 5%. Penelitian ini berdampak pada proses pembelajaran yang melibatkan siswa pada pembelajaran sejarah secara langsung sehingga pembelajaran dapat lebih bermakna dan kontekstual</em></p>Regina Ananda KaherlanYuni MaryuniMuhammad Anggie Farizqi Prasadana
Copyright (c) 2026 Regina Ananda Kaherlan, Yuni Maryuni, Muhammad Anggie Farizqi Prasadana
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-232026-07-23521725172910.31004/jpion.v5i2.1355Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Kolase Bahan Alam di Tk Tribina Sungai Rimbang Kecamatan Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1329
<p><em>Kemampuan motorik halus merupakan salah satu aspek perkembangan yang perlu distimulasi secara optimal pada anak usia dini karena berperan penting dalam mendukung kesiapan belajar dan aktivitas sehari-hari. Hasil observasi di TK Tribina Sungai Rimbang Kecamatan Suliki menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak kelompok B masih belum berkembang secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan kolase dengan memanfaatkan bahan alam. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 10 anak kelompok B yang terdiri dari 3 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus anak pada setiap siklus. Pada tahap pra-siklus terdapat 60% anak berada pada kategori Belum Berkembang (BB) dan 40% pada kategori Mulai Berkembang (MB). Setelah penerapan kegiatan kolase pada siklus I, sebanyak 30% anak mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 40% Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan 30% Mulai Berkembang (MB). Pada siklus II terjadi peningkatan yang lebih baik, yaitu 30% anak berada pada kategori BSB, 50% kategori BSH, dan 20% kategori MB. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kegiatan kolase berbahan alam efektif dalam meningkatkan koordinasi mata dan tangan, kelenturan jari, ketepatan gerakan, kerapian, penggunaan lem, serta kemandirian anak. Dengan demikian, kegiatan kolase menggunakan bahan alam dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia dini.</em></p>Asrina Susi YantiRismareni Pransiska
Copyright (c) 2026 Asrina Susi Yanti, Rismareni Pransiska
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
2026-07-142026-07-14521614162410.31004/jpion.v5i2.1329Pengembangan Media Pembelajaran Sejarah Berbasis Estafet Soal untuk Meningkatkan Literasi Peserta Didik
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1388
<p><em>Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran sejarah berbasis estafet soal untuk meningkatkan literasi peserta didik kelas XI. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan tes pretest-posttest. Validitas media dinilai oleh ahli media dan ahli materi, sedangkan kepraktisan diperoleh melalui angket respons guru dan peserta didik. Keefektifan media dianalisis menggunakan ketuntasan klasikal dan skor N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media estafet soal memperoleh persentase validasi media sebesar 92% dan validasi materi sebesar 97,5% dengan kategori sangat valid. Kepraktisan media juga tergolong sangat praktis dengan persentase respons guru sebesar 91,42% dan peserta didik sebesar 90,12%. Keefektifan media ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata nilai pretest dan posttest dari 59,81 menjadi 88,72, ketuntasan klasikal sebesar 90,9%, serta skor N-Gain sebesar 0,71 yang termasuk kategori tinggi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis estafet soal efektif digunakan dalam pembelajaran sejarah dan mampu mendorong aktivitas membaca, berdiskusi, serta mengomunikasikan pemahaman sejarah sehingga mendukung penguatan literasi peserta didik.</em></p>Annur Rifna DewanniaNara Setya WiratamaZainal Afandi
Copyright (c) 2026 Annur Rifna Dewannia, Nara Setya Wiratama, Zainal Afandi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-272026-07-27521697170410.31004/jpion.v5i2.1388Menyusun RPP Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1276
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, fungsi, prinsip, komponen, langkah penyusunan, implementasi, serta tantangan dan solusi dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research) melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah dan publikasi akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi tema, pola, dan temuan yang berkaitan dengan penyusunan RPP PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RPP merupakan perangkat pembelajaran yang berfungsi sebagai pedoman guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran secara sistematis. Penyusunan RPP perlu memperhatikan prinsip relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, efisiensi, dan efektivitas serta didukung oleh pemilihan strategi, metode, media, dan penilaian yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini juga menemukan bahwa tantangan utama dalam penyusunan RPP meliputi perubahan kebijakan, keterbatasan kompetensi teknis guru, dan kesulitan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran. Oleh karena itu, penguatan kompetensi guru dan kolaborasi profesional menjadi langkah penting untuk menghasilkan RPP yang berkualitas sehingga pembelajaran PAI dapat berlangsung secara efektif, terarah, dan bermakna</em></p>Lestari Annisa ZegaTondi Martua NasutionRahman HuseinSyafnan Syafnan
Copyright (c) 2026 Lestari Annisa Zega, Tondi Martua Nasution, Rahman Husein, Syafnan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-272026-06-27521451145610.31004/jpion.v5i2.1276Pengembangan Media Komik Digital Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas V SD
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1272
<p><em>Abad ke-21 menuntut integrasi teknologi dalam pembelajaran agar lebih bermakna dan berpusat pada siswa, namun rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih menjadi permasalahan dikarenakan media pembelajaran kurang variatif dan belum optimal memanfaatkan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media komik digital berbasis problem based learning pada topik cahaya dan sifatnya yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas V SD Negeri 1 Temukus. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Kelayakan media dievaluasi melalui uji validitas ahli materi dan media, kepraktisan diuji melalui respon guru dan siswa (uji perorangan serta kelompok kecil), sementara efektivitas dianalisis menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas ahli materi memperoleh mean 4,45 dan validitas ahli media memperoleh mean 4,75 dengan kualifikasi sangat valid. Uji kepraktisan seluruh tahapan menunjukkan kategori sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran. Hasil analisis efektivitas melalui uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05) menandakan adanya peningkatan signifikan keterampilan berpikir kritis siswa setelah menggunakan komik digital. Berdasarkan temuan tersebut, media komik digital dinyatakan layak dan efektif sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada pelajaran IPAS topik cahaya dan sifatnya di sekolah dasar</em></p>I Gede Ripski SudiawanNice Maylani AsrilNi Made Dainivitri Sinta Sari
Copyright (c) 2026 I Gede Ripski Sudiawan, Nice Maylani Asril, Ni Made Dainivitri Sinta Sari
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-272026-06-27521457146610.31004/jpion.v5i2.1272Integrasi Contextual Teaching And Learning (CTL) Dan Problem Based Learning Dalam Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1280
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dan Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa yang disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurang mengaitkan materi dengan kehidupan nyata. Pendekatan CTL memberikan pengalaman belajar yang menghubungkan materi dengan konteks kehidupan sehari-hari, sedangkan PBL menekankan pada kemampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan melalui proses berpikir kritis, analitis, dan kolaboratif. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber relevan seperti jurnal ilmiah, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan CTL, PBL, dan kemampuan pemecahan masalah. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk menemukan pola keterkaitan antara kedua model pembelajaran tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi CTL dan PBL dapat menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, aktif, dan kontekstual. CTL membantu siswa memahami konsep melalui pengalaman nyata, sedangkan PBL melatih siswa dalam mengidentifikasi masalah, merumuskan solusi, dan mengambil keputusan secara sistematis. Dengan demikian, integrasi kedua model ini berpotensi secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa di berbagai jenjang pendidikan.</em></p>Husni MubarokNur Laila Annisa LubisFakhrul Falah DaulaySyafnan Syafnan
Copyright (c) 2026 Husni Mubarok, Nur Laila Annisa Lubis, Fakhrul Falah Daulay, Syafnan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-272026-06-27521467147710.31004/jpion.v5i2.1280Joyful Learning di PAUD: Persepsi dan Praktik Guru dalam Pembelajaran Anak Usia Dini
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1286
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi dan praktik guru dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak usia dini di TK Al-Ghifari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui angket daring menggunakan Google Forms kepada tiga guru. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi pembelajaran yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memandang suasana belajar yang menyenangkan sebagai kondisi yang aman, nyaman, dan mendukung keterlibatan aktif anak dalam pembelajaran. Praktik yang dilakukan guru meliputi penataan lingkungan kelas, penggunaan metode bercerita, pemanfaatan media pembelajaran yang menarik, serta interaksi positif dengan anak. Suasana belajar yang menyenangkan berdampak pada meningkatnya motivasi, fokus, keaktifan, dan pemahaman anak. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan sarana, perubahan kurikulum, dan perbedaan karakter anak, guru berupaya mengatasinya melalui kerja sama, pelatihan, dan kreativitas dalam pembelajaran</em></p>Nafsiyatu LutfiyahSaskia AmaraSeli Oktavia NingsiWinda Sherly UtamiRizki Surya Amanda
Copyright (c) 2026 Nafsiyatu Lutfiyah, Saskia Amara, Seli Oktavia Ningsi, Winda Sherly Utami, Rizki Surya Amanda
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-272026-06-27521478148810.31004/jpion.v5i2.1286Analisis Keterlambatan Bicara Pada Anak Usia Dini: Faktor Penyebab Dan Upaya Penanganannya
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1312
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keterlambatan bicara pada anak usia dini dengan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi serta upaya yang harus dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan ragam penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang anak usia dini berinisial M.B.E.Z yang bersekolah di PAUD Al-Ikhlas, Desa Payaraman Timur, sedangkan penelitian dilaksanakan di Kelurahan Payaraman Barat, Kec.Payaraman, Kab.Oganilir, Prov.Sumatera Selatan. Teknik pengumpulan data diadakan melalui observasi dan wawancara. Observasi digunakan demi melihat kemampuan berbicara anak, respons komunikasi, serta interaksi anak dengan lingkungan sekitarnya. Sementara itu, wawancara dilakukan kepada orang tua untuk mendapatkan data mengenai perkembangan bahasa anak, kebiasaan anak dirumah, pola komunikasi dalam keluarga, penggunaan gadget, serta langkah-langkah yang telah dilakukan dalam menangani keterlambatan bicara. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterlambatan bicara pada anak dipengaruhi oleh kurangnya stimulasi orang tua dalam membiasakan anak berbicara sejak usia dini, tingkat pendidikan orang tua, pola komunukasi keluarga yang belum tepat, serta penggunaan gadget yang berlebihan. Kondisi tersebut berdampak pada kemampuan anak dalam komunikasi, menyampaikan pikiran dan perasaan, serta mengendalikan emosi. Adapun Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut meliputi membiasakan anak untuk diajak berbicara, memanfaatkan media belajar yang bersifat edukatif dengan pendampingan orang tua, membangun kerjasama antara keluarga dan lingkungan sekitar, serta menerapkan metode bercerita untuk merangsang perkembangan bahasa anak.</em></p>Vinna Asta RaniRiza UrzillaVlora VeronikaHilwa Inaz TazkiaNovita Loka
Copyright (c) 2026 Riza Urzilla, Vlora Veronika, Hilwa Inaz Tazkia, Vinna Asta Rani; Novita Loka
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-272026-06-27521489149810.31004/jpion.v5i2.1312