Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi
<p><strong>JPION: Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia</strong></p> <p>Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia is to provide a research medium and an important reference for the advancement and dissemination of research results that support high-level research in the fields Culture of Education and Social Science Research . Original theoretical work and application-based studies, which contributes to a better understanding all fields of Education and Social Science Research.</p> <p>Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia provides a platform for researchers, academicians, professional, practitioners, and students to impart and share knowledge in the form of high quality empirical and theoretical research papers, and case studies. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia welcomes and acknowledges high quality theoretical and empirical research papers, case studies, review papers, analytical and simulation models in any topic of education areas. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia publish publications four a year. Every month March, June, September and December.</p> <p> </p> Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusaien-USJurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia2963-1742Efektivitas Kecerdasan Buatan Generatif terhadap Hasil Belajar Peserta Didik: Meta-Analisis Studi Eksperimen dan Kuasi-Eksperimen
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1469
<p><em>Penelitian ini bertujuan menganalisis secara kuantitatif pengaruh penggunaan kecerdasan buatan generatif (GenAI) terhadap hasil belajar peserta didik serta mengidentifikasi karakteristik intervensi yang berkaitan dengan variasi pengaruh tersebut. Metode yang digunakan adalah meta-analisis atas studi eksperimen dan kuasi-eksperimen yang terbit pada 2021–2026 dengan pelaporan mengikuti PRISMA 2020. Pencarian dilakukan pada Scopus, ResearchGate, dan Google Scholar, dan sebanyak 20 studi dengan total 3.005 peserta didik disertakan dalam sintesis. Ukuran efek gabungan diestimasi dengan model efek acak, disertai analisis subkelompok dan analisis sensitivitas. Hasil menunjukkan pengaruh positif pada kisaran sedang menuju besar (Hedges’ g = 0,707; interval kepercayaan 95%: 0,339–1,074) dengan heterogenitas tinggi (I² = 93,1%). Pengaruh cenderung lebih besar pada penggunaan GenAI yang terstruktur dengan panduan pedagogis (g = 0,839) daripada penggunaan tanpa panduan (g = 0,034), serta pada perbandingan dengan pembelajaran tanpa GenAI (g = 0,861) daripada dengan umpan balik manusia (g = 0,200). Disimpulkan bahwa efektivitas GenAI berkaitan dengan rancangan pedagogis dan konteks penerapannya, sehingga integrasinya perlu dirancang secara terarah.</em></p>Roy Marthin SihombingYeremia Christoper SihotangAnggina Pertiwi NasutionBalqis HijriauliaSiska AnzaniYosua Nathanael NainggolanDaldi Altamerando Suramana SembiringElsa Sabrina
Copyright (c) 2026 Roy Marthin Sihombing, Yeremia Christoper Sihotang, Anggina Pertiwi Nasution, Balqis Hijriaulia, Siska Anzani, Yosua Nathanael Nainggolan, Daldi Altamerando Suramana Sembiring, Elsa Sabrina
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-122026-10-12532152216310.31004/jpion.v5i3.1469Penerapan Teknik Self-Instruction dalam Layanan Bimbingan Klasikal untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMP
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1375
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan teknik self-instruction dalam layanan bimbingan klasikal untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VII SMP. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dengan model spiral Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas dua siklus, masing-masing siklus meliputi dua pertemuan berdurasi 40 menit. Partisipan adalah 24 siswa kelas VII H SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan hasil Asesmen Kebutuhan Peserta Didik (AKPD). Instrumen pengumpulan data menggunakan skala motivasi belajar 29 item (α = 0,861) yang diukur pada tiga titik waktu: pretest, posttest siklus I, dan posttest siklus II. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata skor motivasi belajar dari 2,97 (sedang) pada pretest menjadi 3,27 (tinggi) pada akhir siklus II, dengan effect size Cohen’s d = 1,39 (efek besar). Seluruh siswa yang sebelumnya berada pada kategori rendah berhasil keluar dari kategori tersebut. Peningkatan terbesar terjadi pada dimensi inisiatif dan kemandirian belajar (+0,24). Temuan ini mengindikasikan bahwa teknik self-instruction yang diintegrasikan ke dalam layanan bimbingan klasikal merupakan strategi intervensi yang efektif, aplikatif, dan terukur untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMP.</em></p>Brilian Kusuma ArdiAdi Atmoko
Copyright (c) 2026 Brilian Kusuma Ardi, Adi Atmoko
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-122026-10-12532111212110.31004/jpion.v5i3.1375Development of Experiential Learning-Based Audio "Pod-Cards" Media to Enhance Emotion Regulation Among Junior High School Students
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1466
<p><em>This study examined preliminary changes in emotion-regulation scores following a single classical guidance session using Pod-Cards Audio, a QR-code-based audio-drama medium developed around Kolb’s experiential learning cycle. The media combines audio storytelling, structured peer reflection, a four-quadrant emotion-mapping worksheet (Mood Radar), and a personal coping commitment sheet (My Action Plan). A one-group pretest–posttest pre-experimental design was used with 32 eighth-grade students from one laboratory junior high school in Malang, Indonesia. The mean score increased from 65.34 (SD = 5.60) at pretest to 79.47 (SD = 3.72) at posttest, a mean increase of 14.13 points. A paired-samples t-test indicated a statistically significant difference, t(31) = 11.56, p < .001. These results suggest a substantial short-term association between participation in the session and higher self-reported emotion-regulation scores. However, because the study had no control group and used a single post-intervention measurement, the results do not establish that the media alone caused the improvement. Details of the scale’s item count, response format, psychometric properties, and score-category cutoffs must be verified against the original instrument documentation before publication.</em></p>Febby Tria FinishiaAdi AtmokoAyun Ulfatul Jannah
Copyright (c) 2026 Febby Tria Finishia, Adi Atmoko, Ayun Ulfatul Jannah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-202026-10-20532177218110.31004/jpion.v5i3.1466Model Fit-Choice: Mengeksplorasi Motivasi Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Dalam Memilih Karier Mengajar
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1460
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek motivasi yang paling dominan dalam mendorong mahasiswa Pendidikan Akuntansi memilih profesi guru berdasarkan kerangka Factors Influencing Teaching Choice (FIT-Choice). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program pendidikan pada salah satu perguruan tinggi negeri di Surakarta. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 85 responden yang diperoleh menggunakan teknik </em><em>total sampling</em><em>. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring. Analisis data yang digunakan adalah </em><em>Structural Equation Modeling-Partial Least Squares</em><em> (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) faktor altruistik memiliki hubungan paling dominan terhadap motivasi mengajar dengan nilai koefisien sebesar 0,532 dan </em><em>p-value</em><em> sebesar < 0,05; (2) faktor ekstrinsik memiliki hubungan positif terhadap motivasi mengajar dengan nilai koefisien sebesar 0,404 dan </em><em>p-value</em><em> sebesar < 0,05; (3) faktor intrinsik memiliki hubungan positif terhadap motivasi mengajar dengan nilai koefisien sebesar 0,148 dan </em><em>p-value</em><em> sebesar < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa orientasi pengabdian, keinginan membantu orang lain, dan kontribusi terhadap perkembangan peserta didik menjadi alasan utama yang mendorong individu untuk memilih dan menjalankan profesi mengajar.</em></p>Therressa Thea PutriBinti Muchsini
Copyright (c) 2026 Therressa Thea Putri, Binti Muchsini
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-122026-10-12532146215110.31004/jpion.v5i3.1460Analisis Kualitas Butir Soal Pilihan Ganda PAI Berbasis Artificial Intelligence: Komparasi ChatGPT dan Gemini AI
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1457
<p><em>Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan kualitas psikometrik butir soal pilihan ganda Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dihasilkan ChatGPT dan Gemini AI ditinjau dari validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Desain penelitian kuantitatif deskriptif-komparatif dengan teknik analisis butir soal diujikan pada 54 siswa kelas VIII (kelas 8C dan 8G) SMP Negeri 1 Gandusari. Kedua platform diberi prompt terstruktur identik yang mensyaratkan komposisi 30% LOTS, 40% MOTS, dan 30% HOTS. Hasil menunjukkan 11 dari 20 butir ChatGPT (55%) dan 8 dari 20 butir Gemini (40%) dinyatakan valid, tanpa perbedaan proporsi yang signifikan (p = 0,527). Reliabilitas ChatGPT tergolong rendah (α = 0,416) sedangkan Gemini tidak reliabel (α = -0,217). Seluruh butir dari kedua platform berkategori mudah, dengan perbedaan signifikan pada tingkat kesukaran (p = 0,002). Daya pembeda kedua platform tidak berbeda signifikan (p = 0,174). Disimpulkan bahwa AI generatif dapat mempercepat penyusunan naskah soal, tetapi belum dapat menjamin kualitas psikometrik yang memadai tanpa telaah ahli dan uji coba empiris.</em></p>Muhammad Isa AnshariFauziah Qhotrun NadaMohammad Irsyad
Copyright (c) 2026 Muhammad Isa Anshari, Fauziah Qhotrun Nada, Mohammad Irsyad
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-122026-10-12532138214510.31004/jpion.v5i3.1457Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Akuntansi: A systematic Literature Review
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1453
<p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis konsep dan jenis penilaian autentik dalam pembelajaran akuntansi, (2) menganalisis pola tren penggunaan dari tahun ke tahun, dan (3) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Data berupa artikel ilmiah dari database Scopus melalui aplikasi Watase UAKE menggunakan 16 kombinasi kata kunci pada rentang publikasi 2016–2026. Dari 136 artikel yang teridentifikasi, 16 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan sintesis naratif tematik. Hasil menunjukkan bahwa simulasi merupakan jenis penilaian autentik yang paling banyak dilaporkan, diikuti self-assessment, work-integrated learning (WIL), dan transformasi modalitas asesmen dengan frekuensi yang sama; dua di antaranya merupakan kategori baru yang muncul secara induktif bersama produk kreatif berbasis media. Ketika dipetakan pada lima dimensi autentisitas Gulikers, Bastiaens, dan Kirschner (2004), WILhanya menempati posisi paling autentik, sementara simulasi hanya memenuhi sebagian dimensi. Pola tren penggunaan bersifat nonlinier dengan puncak publikasi pada tahun 2022 yang berkaitan dengan disrupsi pandemi COVID-19. Faktor pendukung yang paling konsisten adalah scaffolding bertahap dan rubrik terstandar, sedangkan faktor penghambat yang dominan meliputi keterbatasan generalisasi, keterbatasan waktu, kendala akses/infrastruktur, dan risiko pelanggaran integritas akademik.</span></em></p>Retno Ayu NawangwulanSudiyanto Sudiyanto
Copyright (c) 2026 Retno Ayu Nawangwulan, Sudiyanto Sudiyanto
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-122026-10-12532122212910.31004/jpion.v5i3.1453Pengaruh Komunikasi Interpersonal dan Kepercayaan Diri terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VII SMP
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1467
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi interpersonal dan kepercayaan diri terhadap prestasi belajar siswa kelas VII SMP. Pendekatan yang digunakan yakni kuantitatif korelasional dengan sampel sejumlah 132 responden melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala komunikasi interpersonal (22 item), skala kepercayaan diri (21 item) dan nilai rapor siswa semester genap tahun ajaran 2025/2026. Hasil analisis deskriptif menyatakan bahwa sebagian besar variabel berada pada kategori sedang. Analisis regresi sederhana mengungkapkan bahwa komunikasi interpersonal berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar, sedangkan kepercayaan diri tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Adapun hasil regresi berganda membuktikan bahwa kedua variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar berkontribusi sejumlah 13,0% (R² = 0,130), sementara 87,0% sisanya dapat dipengaruhi oleh faktor lain semacam motivasi belajar, dukungan keluarga, lingkungan sekolah, serta faktor psikologis lainnya. Temuan ini menegaskan prestasi belajar siswa ialah hasil interaksi berbagai faktor yang saling berkaitan baik itu faktor internal ataupun eksternal.</em></p>Innaya Rahmania DewiAdi AtmokoAyun Ulfatul Jannah
Copyright (c) 2026 Innaya Rahmania Dewi, Adi Atmoko, Ayun Ulfatul Jannah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-202026-10-20532182219210.31004/jpion.v5i3.1467Analisis Kemampuan Literasi Siswa SMPN 12 Binjai Menggunakan Google Sites terhadap Bencana Banjir dan Mitigasinya
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1465
<p><em>Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan literasi mitigasi bencana banjir siswa kelas VIII-7 SMP Negeri 12 Binjai setelah menggunakan media pembelajaran berbasis Google Sites, serta mendeskripsikan respons siswa terhadap media tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen desain posttest only one group, melibatkan 22 siswa sebagai subjek penelitian. Media Google Sites yang dikembangkan memuat materi banjir dan mitigasinya dalam format teks, gambar, video, serta kuis interaktif. Data dikumpulkan melalui posttest pilihan ganda dan angket respons siswa, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif meliputi nilai rata rata, nilai maksimum, nilai minimum, standar deviasi, dan persentase ketuntasan berdasarkan KKM 75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata rata kemampuan literasi mitigasi bencana banjir siswa mencapai 82,73 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 77,3%, melampaui indikator capaian minimal yang ditetapkan. Siswa memberikan respons positif dan menyatakan bahwa materi lebih mudah dipahami serta relevan dengan kondisi nyata di lingkungan mereka. Temuan ini membuktikan bahwa Google Sites efektif digunakan sebagai media pembelajaran literasi kebencanaan di tingkat sekolah menengah pertama, khususnya di sekolah yang berlokasi pada wilayah rawan banjir.</em></p>Nopita Aditia Ananda Br. SilabanDjogi Hot Jonathan SiburianPintauli SilabanRahma Andien ArezsyaResti AndiniElly Prihasti Wuriyani
Copyright (c) 2026 Nopita Aditia Ananda Br. Silaban, Djogi Hot Jonathan Siburian, Pintauli Silaban, Rahma Andien Arezsya, Resti Andini, Elly Prihasti Wuriyani
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-202026-10-20532171217610.31004/jpion.v5i3.1465Implementing Formative Assessment in Inclusive English Classrooms: From Planned Assessment to Responsive Practice
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1458
<p><em>Formative assessment is important in inclusive English classrooms because it enables teachers to gather evidence of learning during instruction and respond to diverse learning needs. This study examined how formative assessment was implemented in an inclusive Grade VIII English classroom, with particular attention to the relationship between assessment planning, classroom enactment, evidence of learning, feedback, and instructional adaptation. A qualitative case study design was employed using non-participant classroom observation, a semi-structured interview with the English teacher, and document analysis. Data were analyzed using the interactive model. The findings indicate that formative assessment was embedded throughout instruction through questioning, observation, performance activities, feedback, and reflection. A key pattern was the difference between planned assessment and classroom implementation. Although the written assessment plan was primarily designed for the whole class, the teacher adapted instructions, task support, time allocation, and individual guidance in response to students’ learning evidence. Thus, in this case, the inclusive dimension of formative assessment was more visible in teachers’ real-time responsive decisions than in formal assessment planning. Because the study concerned one teacher and one classroom, the findings are presented as a context-specific account rather than a generalizable claim.</em></p>I Kadek Dwi SupartaNi Luh Putu Eka Sulistia DewiA.A. Gede Yudha Paramartha
Copyright (c) 2026 I Kadek Dwi Suparta, Ni Luh Putu Eka Sulistia Dewi, A.A. Gede Yudha Paramartha
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-202026-10-20532164217010.31004/jpion.v5i3.1458Kompetensi Pendidik Profesional dalam Mendukung Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif
https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1456
<p><em>Pendidikan inklusif memerlukan pendidik profesional yang mampu memenuhi beragam kebutuhan siswa, termasuk siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterampilan yang diperlukan pendidik profesional dalam mendukung pendidikan inklusif serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru di lapangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 12 artikel ilmiah, terdiri atas 9 artikel nasional dan 3 artikel internasional, yang diperoleh melalui Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect. Hasil penelitian menunjukkan empat kompetensi utama, yaitu pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional, sebagai dasar pelaksanaan pendidikan inklusif. Namun, masih terdapat kesenjangan dalam sikap positif dan keterampilan teknis-pedagogis guru. Tantangan meliputi keterbatasan pelatihan, fasilitas pendukung, dan Guru Pendamping Khusus. Pelatihan berkelanjutan, kolaborasi profesional, penyesuaian kurikulum, serta dukungan kebijakan diperlukan untuk meningkatkan kompetensi guru dan keberhasilan pendidikan inklusif.</em></p>Syalwa ArbaMutiarani Rahma LubisNurlaila Hayati NasutionFadillah Nur HelmiAsna Istikmalatul Muktamaroh
Copyright (c) 2026 Syalwa Arba, Mutiarani Rahma Lubis, Nurlaila Hayati Nasution, Fadillah Nur Helmi, Asna Istikmalatul Muktamaroh
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-122026-10-12532130213710.31004/jpion.v5i3.1456