Dinamika Sosial Anak Berkebutuhan Khusus dan Reguler di Sekolah Dasar Inklusi: Studi Peran Mahasiswa Psikologi dalam Program Kampus Mengajar
DOI:
https://doi.org/10.31004/jpion.v4i2.542Keywords:
Dinamika sosial, Siswa, Sekolah dasar, Kampus MengajarAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika sosial antara siswa berkebutuhan khusus dan siswa reguler di kelas inklusi sekolah dasar, serta mengeksplorasi peran mahasiswa psikologi dalam mendampingi proses interaksi sosial tersebut selama mengikuti Program Kampus Mengajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan reflektif. Data dikumpulkan melalui catatan lapangan, jurnal reflektif harian, serta observasi langsung terhadap perilaku sosial siswa di ruang kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial di kelas inklusi dipengaruhi oleh perbedaan kemampuan komunikasi, persepsi siswa terhadap keberagaman, serta kesiapan guru dalam menciptakan iklim kelas yang inklusif. Mahasiswa psikologi turut berperan sebagai fasilitator interaksi, mediator konflik ringan, serta pendukung emosional baik bagi siswa berkebutuhan khusus maupun siswa reguler. Selain itu, keterlibatan mahasiswa memberikan dampak pada penguatan empati dan keterampilan sosial antar siswa. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan mahasiswa psikologi di sekolah dasar inklusi mampu mendukung terbentuknya lingkungan belajar yang lebih adaptif dan humanis, sekaligus menjadi sarana pembelajaran profesional bagi mahasiswa dalam konteks dunia nyata pendidikan.
References
Ardiana, R. (2023). Efektivitas Peer-Mediated Learning di Sekolah Dasar. Indonesian Journal of Inclusive Practice, 3(1), 51–62.
Bruffee, K. A. (1995). Sharing our toys: Cooperative learning versus collaborative learning. Change: The Magazine of Higher Learning, 27(1), 12–18.
Deci, E., & Ryan, R. M. (2000). Self-determination theory and the facilitation of intrinsic motivation. American Psychologist, 55(1), 68–78.
Febrianti, L. (2023). Pemahaman Keberagaman Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Karakter, 9(1), 33–41.
Hakim, A. (2025). Relasi Emosional Siswa ABK di Sekolah Dasar. Jurnal Intervensi Psikososial, 5(2), 60–70.
Iskandar, T. (2024). Sinergi Kampus dan Sekolah dalam Pendidikan Inklusi. Jurnal Kemitraan Pendidikan, 6(2), 91–101.
Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2009). An educational psychology success story: Social interdependence theory and cooperative learning. Educational Researcher, 38(5), 365–379.
Komarudin, R. (2019). Peran pendamping dalam mengelola interaksi sosial siswa ABK. Jurnal Psikologi Pendidikan, 17(1), 45–56.
Kurniawati, F. (2024). Social Emotional Learning dalam Kelas Inklusif. Jurnal Psikologi Pendidikan, 15(3), 145–156.
Lestari, N. (2024). Strategi Kolaboratif dalam Kelas Campuran. Journal of Educational Inclusion, 4(1), 18–27.
Lin, A., Hsiao, C., & Huang, Y. (2025). Developing experiential inclusive learning environments in mixed-ability classrooms. Teaching and Teacher Education, 125, 103800.
Norouzi, M. (2023). Peer-mediated strategies to enhance social engagement of children with disabilities in inclusive schools. International Journal of Inclusive Education, 27(1), 110–125.
Pramono, R. (2025). Menggagas Empati di Sekolah Dasar Inklusif. Jurnal Inovasi Pembelajaran, 11(3), 105–116.
Retnoasih, A., Sukmawati, D., & Farhan, M. (2019). Praktik Toleransi dalam Pembelajaran Inklusi. Jurnal Ilmu Pendidikan, 22(2), 87–96.
Rusly, R., & Bramuda, D. (2024). Target dan Tantangan Pendidikan Inklusi di Indonesia. Jurnal Pendidikan Nasional, 6(1), 12–24.
Salsabilla, R., & Dhona, A. K. (2023). Stereotip Sosial dalam Interaksi Siswa Inklusi. Jurnal Psikologi Sosial, 11(2), 88–97.
Santosa, A. (2023). Konteks Sosial dalam Pembelajaran Inklusi. Jurnal Pendidikan Dasar, 4(1), 23–32.
Syafriandi, S., Fauzan, A., Lufri, L., & Armiati, A. (2020). Designing hypothetical learning trajectory for learning the importance of hypothesis testing. Journal of Physics: Conference Series, 1554(1). https://doi.org/10.1088/1742-6596/1554/1/012045
Tryanasari, N. (2019). Kampus Mengajar dalam Merdeka Belajar. Jurnal Pendidikan Progresif, 4(2), 115–123.
Utami, M. (2024). Pendekatan Bermain dalam Intervensi Inklusif. EduInklusi, 2(2), 12–21.
Wahyuni, S., Hidayat, T., & Lestari, M. (2025). Kompetensi Sosial Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Dasar Inklusi. Jurnal Inklusi dan Pendidikan, 5(1), 33–45.
Widyastuti, D. (2025). Peran Mahasiswa dalam Adaptasi Sosial Anak ABK. Jurnal Psikologi Terapan, 8(1), 73–83.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Agnely Risqy Aulia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















