Menumbuhkan Interaksi Saling Menghargai melalui Boardgame tentang Nilai-Nilai Budaya Maaf, Tolong, dan Terima Kasih di Kalangan Siswa SD

Authors

  • Agus Wahyudi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
  • Afib Rulyansah Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
  • Dewi Widiana Rahayu Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
  • Yuanita Syaiful Universitas Muhammadiyah Gresik

DOI:

https://doi.org/10.31004/jpion.v4i4.716

Keywords:

boardgame, edukatif, interaksi sosial, siswa SD

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas media pembelajaran berupa boardgame edukatif yang mengintegrasikan nilai-nilai sopan santun dalam konteks permainan sosial yang menyenangkan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen non-equivalent control group design, penelitian ini melibatkan 60 siswa kelas IV dari sebuah sekolah dasar negeri di Surabaya yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen (menggunakan boardgame) dan kelompok kontrol (metode konvensional). Instrumen pengumpulan data berupa angket skala Likert, lembar observasi, dan wawancara pendukung digunakan untuk mengukur perubahan dalam penggunaan bahasa sopan, kesediaan membantu, dan sikap empatik. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen dalam semua indikator interaksi sosial, berbeda dengan kelompok kontrol yang peningkatannya tidak signifikan. Data juga menunjukkan bahwa siswa lebih aktif, reflektif, dan terlibat secara emosional selama bermain boardgame. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis permainan dapat menjadi alternatif yang kontekstual dan efektif dalam pendidikan karakter. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan experiential learning dalam menanamkan nilai-nilai sosial kepada anak, dengan menjadikan pembelajaran sebagai pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Boardgame yang dirancang secara kontekstual tidak hanya mengedukasi, tetapi juga membangun ruang sosial yang merangsang empati, komunikasi, dan kebiasaan menghargai orang lain.

References

Amaritakomol, A., Kanjanavanit, R., Suwankruhasn, N., Topaiboon, P., Leemasawat, K., Chanchai, R., Jourdain, P., & Phrommintikul, A. (2019). Enhancing knowledge and self-care behavior of heart failure patients by interactive educational board game. Games for Health Journal, 8(3), 177–186. https://doi.org/10.1089/g4h.2018.0043

Bisinglasi, C. M. H., & Tim Peneliti. (2023). Pembiasaan berkata tolong, maaf dan terima kasih di PPA Maranatha Oebufu. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 41–50. https://edu.pubmedia.id/index.php/paud/article/view/1725

Brown, P., & Levinson, S. C. (1987). Politeness: Some universals in language usage. Cambridge University Press.

Chen, M. F., & Tsai, C. C. (2022). The effectiveness of a thanks, sorry, love, and farewell board game in older people in Taiwan: A quasi-experimental study. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(5), 3146. https://doi.org/10.3390/ijerph19053146

Gauthier, A., Kato, P. M., Bul, K. C. M., Dunwell, I., Walker-Clarke, A., & Lameras, P. (2019). Board games for health: A systematic literature review and meta-analysis. Games for Health Journal, 8(2), 85–100. https://doi.org/10.1089/g4h.2018.0017

Indrayana, A. R., dkk. (2024). Pentingnya keterampilan sosial dalam berkomunikasi melalui nilai karakter sopan santun. The Indonesian Journal of Social Studies, 7(1), 101–113. https://journal.unesa.ac.id/index.php/jpips/article/view/39963

Kemendikbud RI. (2017). Penguatan pendidikan karakter: Nilai utama dalam gerakan PPK. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.

Nurfadila, M. F. I., Rasmani, U. E. E., & Winarji, B. (2021). Pembiasaan tolong, terima kasih dan maaf dalam peningkatan sopan santun berbicara anak usia 4-5 tahun. Early Childhood Education and Development Journal, 3(2), 23–31. https://jurnal.uns.ac.id/ecedj/article/view/102294

Olympio, P. C. A. P. (2018). Board games: Gerotechnology in nursing care practice. Revista Brasileira de Enfermagem, 71(Suppl 3), 818–826. https://doi.org/10.1590/0034-7167-2017-0365

Setyadi, A. (2021). Budaya kesantunan penggunaan kata: Maaf, tolong, terima kasih dalam berkomunikasi. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 5(1), 1–9. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/endogami/article/view/43275

Sofiah, P., Santosa, D. A., & Rahayu, S. S. (2024). Peningkatan pembiasaan moral sopan santun dengan implementasi maaf, tolong, dan terima kasih pada anak TK Al-Muttaqin Sugihan. Journal of Research and Development in Early Childhood, 7(1), 55–63. https://e-journal.ivet.ac.id/index.php/JELYC/article/view/3729

Downloads

Published

2025-10-28

How to Cite

Wahyudi, A., Rulyansah, A., Rahayu, D. W., & Syaiful, Y. (2025). Menumbuhkan Interaksi Saling Menghargai melalui Boardgame tentang Nilai-Nilai Budaya Maaf, Tolong, dan Terima Kasih di Kalangan Siswa SD. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 4(4), 2197–2202. https://doi.org/10.31004/jpion.v4i4.716

Issue

Section

Articles