Integrasi Maqashid Syariah dan Hukum Positif untuk Perlindungan Konsumen Muslim
DOI:
https://doi.org/10.31004/jpion.v4i4.883Keywords:
Fiqh Muamalah, Pinjaman Online, Hukum Positif, Riba, LegalitasAbstract
Fenomena maraknya pinjaman online (pinjol) di Indonesia memunculkan berbagai persoalan hukum dan moral, khususnya terkait unsur riba, gharar, dan praktik penagihan yang tidak manusiawi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status hukum pinjol dari perspektif fiqih muamalah dan hukum positif Indonesia, serta menawarkan sintesis antara keduanya untuk perlindungan konsumen Muslim. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif yuridis-normatif dengan desain fenomenologi hukum. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap sumber primer (Al-Qur’an, hadis, fatwa DSN-MUI, peraturan OJK, UU ITE, KUHPerdata) dan sekunder (jurnal ilmiah, laporan OJK, serta artikel hukum dan ekonomi syariah). Teknik analisis dilakukan secara deskriptif-komparatif dan tematik terhadap isi norma dan regulasi. Temuan utama menunjukkan bahwa sebagian besar praktik pinjol, terutama yang ilegal, bertentangan dengan prinsip fiqih muamalah karena mengandung riba dan zhulm, serta belum sepenuhnya terlindungi oleh kerangka hukum positif. Meskipun POJK No.10/2022 dan Surat Edaran OJK telah mengatur batas bunga dan tata cara penagihan, implementasinya belum cukup menjangkau realitas sosial. Penelitian ini menyarankan perlunya integrasi nilai maqāṣid al-sharīʿah ke dalam kebijakan perlindungan konsumen, serta penguatan regulasi fintech syariah secara eksplisit. Kontribusi penelitian ini terletak pada pendekatan sintetik antara hukum agama dan hukum negara dalam konteks keuangan digital, serta memberikan arah baru bagi pengembangan hukum ekonomi Islam yang adaptif terhadap teknologi.
References
Cahya Putri, M., Aeni, N., & Sholekah, A. (2024). Analyzing Online Lending in the Islamic Economy: Ethical Challenges and Fintech Innovations in Indonesia. BIMA Journal (Business, Management, & Accounting Journal).
Denzin, N. K. (2006). Sociological Methods: A Sourcebook (4th ed.). Aldine Transaction.
Fitriani, A., & Marlina, R. (2024). Transaksi Pinjaman Online dalam Perspektif Ekonomi Islam. Jurnal Al Kharaj Studi Ekonomi Syariah, 3(2), 117–129.
Hutagalung, J. M., As Suminar, M. Z., Pebrianto, Z., Al Kindi, M. I. S., & Masae, M. (2025). Digital Lending Platforms and Islamic Financial Technology in Indonesia: Reconciling Regulatory Paradigms Through Maqāṣid al Sharīʿah and Consumer Protection Philosophies. Jurnal Indo Islamika, 15(1).
Indonesia, M. U. (2018). Fatwa DSN MUI No.116/IX/2017 & No.117/II/2018 tentang Uang Elektronik Syariah dan Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi. Majelis Ulama Indonesia.
Isman, I. (2024). Sharia Fintech Customer Protection and Transformation of The Indonesia Financial Service Authority (OJK). Proceedings ICoIS.
MUI, D. S. N. –. (2022). Ketentuan Pinjaman Al Qardh Menurut Fatwa DSN MUI. Asbisindo Perkumpulan Bank Syariah Indonesia.
Nene, M. J. (2023). Data Protection Regulations Using Blockchain. https://doi.org/10.1109/INOCON57975.2023.10101061
Noor, A., Ahamat, H., Marzuki, I., & Wulandari, D. (2021). Regulation and Consumer Protection of Fintech in Indonesia: The Case of Islamic Fintech Lending. Linguistics and Culture Review, 6(S3), 49–63.
Rizky, B., & Syawali, H. (2022). Pertanggungjawaban PT. Nindya Berlyn 1 Akibat Keterlambatan Pengiriman Barang Rotan pada PT. Bariq Kemilau berdasarkan Surat Perjanjian No:003/Surat Kontrak Kerja/Vi/2021 Ditinjau dari Kitab Hukum Undang-Undang Perdata. Bandung Conference Series: Law Studies. https://doi.org/10.29313/bcsls.v2i2.2552
Safitri, G. D. (2023). Online lending in the digital era: Islamic economic law perspective. Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi Dan Keagamaan, 10(2).
Sonsuphap, R. (2022). Illegal lotteries and a large outlaw economy in a developing country. Corporate Governance and Organizational Behavior Review. https://doi.org/10.22495/cgobrv6i2sip6
Tanjung, A. I., Zahro, A., & Arifin, A. A. (2023). Muslim lenders’ perspective on fintech investment on the peer to peer sharia financial technology platform: A phenomenological case study. International Journal of Social Science and Human Research, 6(8).
Thayyibi, M. I. (2022). Tafsir Kontekstual Dan Implikasinya Dalam Pendidikan. An-Nahdlah. https://doi.org/10.51806/an-nahdlah.v1i3.24
Wisnumurti, G., Arwati, N., Nahak, S., & Sepud, I. (2020). Legal Protection For Consumers From Misleading Information On Goods And Services In The Perspective Of Consumers Protection Laws. https://doi.org/10.4108/EAI.19-8-2019.2293761
Yue, P., Korkmaz, A. G., Yin, Z., & Zhou, H. (2022). The Rise of Digital Finance: Financial Inclusion or Debt Trap. arXiv.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mhd Amin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















