Analisis Dialog Berasan Bekule dengan Metode Speaking pada Etnik Pasemah di Kedurang Bengkulu Selatan

Authors

  • Wulan Sartika Ayu Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Irwan Satria Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Meddyan Heriadi Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.31004/jpion.v4i2.506

Keywords:

berasan, bekule, pasemah, kedurang, tradisi lisan, kearifan local

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami percakapan dialog yang terkandung dalam tradisi Berasan Bekule Pada Masyarakat Pasemah di Kedurang Bengkulu Selatan. Dalam adat masyarakat Pasemah berasan merupakan suatu proses perundingan antara pihak calon mempelai laki-laki dan calon mempelai perempuan sebelum melaksanakan pernikahan. Bahasa berasan bekule pada dasarnya berbentuk percakapan antara pihak bujang dan pihak gadis yang dilaksanakan menjelang dilaksanakannya acara pernikahan. Percakapan tersebut tentunya diwakilkan antara salah seorang yang diutus atau dipercaya baik dari pihak bujang maupun pihak gadis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, mengumpulkan data melalui obsevasi, wawancara dengan tokoh adat serta Masyarakat setempat dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berasan bekule memiliki dialog serta prosesi pelaksanaan nya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa berasan bekule bukan hanya sekedar adat atau tradisi biasa, tetapi juga sebagai media komunikasi musyawarah dalam mempertahankan kearifan lokal Masyarakat pasemah.

References

Agni, Binar. 2014. Sastra Indonesia Lengkap. Jakarta: Hi-Fest Publising.

Agustinus, Trisnawati (2020). Pelestarian Warisan Budaya Lokal Melalui Dokumentasi Digital. h.52

Agustinus, Y., & Trisnawati, D. (2020). Revitalisasi Tradisi Lisan dalam Pendidikan Multikultural. Palembang: Cahaya Ilmu. Halaman 52.

Ahmadi, Mukhsin. 2014. Dasar-Dasar Komposisi Bahasa Indonesia. Malang: A3.

Ali, Omar H. (2016). Revitalisasi Bahasa dan Tradisi Lisan Lokal di Bengkulu Selatan. Bengkulu: Lembaga Kebudayaan Daerah. Halaman 98.

Arif, M. (2016). Revitalisasi Tradisi Lisan di Era Modern: Studi Kasus Komunitas Pasemah di Bengkulu Selatan. Yogyakarta: Pustaka Adab Nusantara. Halaman 123.

Appadurai, Arjun. (1996). Modernity at Large: Cultural Dimensions of Globalization. Minneapolis: University of Minnesota Press.

Arifin, Z. (2015). Revitalisasi Tradisi Lisan di Tengah Arus Globalisasi Budaya. Padang: Pustaka Nusantara. Halaman 120.

Aziez, Furqanul dan Alwasilah, A. Chaedar. 2015. Pengajaran Bahasa Komunikatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya .

Cahyono, A. (2015). Bahasa dan Tradisi Lisan dalam Pembentukan Karakter Budaya Lokal. Bengkulu: Penerbit Lestari Budaya. Halaman 56.

Chaer, Abdul. 2016. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Chaer, A. dan Agustina, L. 2004. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Darma, Yoce Aliah. 2015. Analisis Wacana Kritis. Bandung: Yrama Widya.

Darmastuti, Rini. 2015. Bahasa Indonesia Komunikasi. Yogyakarta: Gava Media.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2015. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Diana Eli. 2023. Eksplorasi nilai-nilai luhur dalam tradisi lisan berasan adat perkawinan kota Bengkulu. Jurnal.https://diglosiaunmul.com/index.php/diglosia/article/view/550

Djajasudarma, Fatimah. 2014. Wacana Pemahaman dan Hubungan Antarunsur. Bandung: PT Refika Aditama

Fathoni Mochammad (2018). Strategi Pelestarian Bahasa Daerah Dalam Era Globalisasi. h.92. Artikel.

Fhatoni, Mochammad. (2018). Strategi Pelestarian Bahasa Adat dalam Tradisi Lisan Masyarakat Pasemah. Jakarta: Pustaka Nusantara. Halaman 92.

Gunarwan, A. (2016). Pemertahanan Bahasa Daerah dalam Konteks Multikultural Indonesia. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Halaman 78.

Hartaty, Rili. 2001. Bahasa Besemah Saat Berasan Pernikahan. Skripsi. Universitas Bengkulu.

Junaedi (2019). Dalam Buku Bahasa Daerah dan Dinamika Sosial Budaya. h.98

Junaidi Febi Tahun 2014 Di Kedurang Bengkulu Selatan Universitas Bengkulu. Wacana Berasan Bekule Pada Kelompok Etnik Pasemah “Analisis Fungsi Bahas Dala Komunikasi Sosial”.Jurnal. http://proceedings.upi.edu/index.php/riksabahasa

Keraf, Gorys. 2014. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Mahsun. 2015. Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: PT Raja Grafindo.

Meleong, L. (2016). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Pt.Remaja Rosdakarya.

Mulyana, D. (2015). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya. Halaman 118.

Muslim Salam, Metodologi Penelitian Sosial Kualitatif Menggugat Doktrin Kualitatif (Makassar: Masagena Press, 2011), h. 115

Muslim Salam, Metodologi Penelitian Sosial Kualitatif Menggugat Doktrin Kualitatif, 2011, h. 117

Muryadi, M. (2018). Budaya Etnik Pasemah: Identitas dan Perubahan Sosial di Bengkulu Selatan. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Nazir, Moh. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia.

Oktaviany, Vethy Dan Sapta Sari. 2017. Pola Komunikasi Adat Berasan Suku Pasemah Di Era Modern. Jurnal ASPIOM. Vol 3, No. 2.

Parera, J.D. 2014. Dasar-Dasar Analisis Sintaksis. Jakarta: Erlangga.

Puspitasari, RA, AD, "Analisis Sistem Informasi Akademik (Sirfo) Dan Jaringan Di Universitas Bina Dorma", Laporan Kerja Praktek, 2020 h. 13

Samsuri. 2014. Analisis Bahasa. Jakarta: Erlangga.

Santosa Budi. (2017). Meneliti Pentingnya Dokumentasi Tradisi Lokal Dalam Konteks Globalisasi. h.112.

Santosa, B. (2017). Komunikasi Lintas Budaya: Konsep dan Praktik dalam Masyarakat Multikultural. Yogyakarta: Graha Ilmu. Halaman 112.

Satria Adi Pirnawan (2012) meneliti bahasa bejerum (mengundang secara lisan) pada masyarakat Pasemah di Kedurang, Bengkulu selatan. Jurnal.

Setiadi, Elly M, dkk. 2014. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Kencana.

Soedjito. (2015). Bahasa dalam Perspektif Budaya dan Pendidikan. Jakarta: PT Grasindo. Halaman 30.

Sudaryanto. 2014. Metode Linguistik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, Dan R&D. Bandung: Alfabet.

Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Cet. 25 (Bandung: Alfabeta, 2017), h. 368

Suhardi, S. (2016). Nilai-Nilai Tradisional dalam Masyarakat Pasemah: Perspektif Sosial dan Budaya. Jakarta: Pustaka Nusantara.

Sukino. 2016. Memahami Wacana Bahasa Indonesia. Bengkulu: Unib Press.

Sumadi. 2014. Sintaksis Bahasa Indonesia. Malang: A3.

Suryadi, Aini (2020). Meneliti pentingnya dokumentasi untuk pelestarian budaya daerah. h.115

Suryadi, A. (2016). Tradisi Lisan Nusantara: Pelestarian dan Pembelajaran Budaya Lokal. Jakarta: Balai Pustaka. Halaman 80.

Suryadi, A., & Aini, N. (2020). Pemertahanan Tradisi Lisan dalam Pendidikan Budaya Lokal. Padang: CV Pustaka Nusantara. Halaman 115.

Sutrisno, B. (2016). Pendidikan Budaya Lokal: Strategi Pelestarian Tradisi Lisan di Era Globalisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Halaman 56.

Syahbuddin, H. (2017). Dialog Berasan Bekule: Fungsinya dalam Masyarakat Etnik Pasemah di Kedurang Bengkulu Selatan. Bengkulu: Lembaga Penelitian Universitas Bengkulu.

Wulandari, Rizki A. (2017). Pelestarian Bahasa dan Budaya Lokal Melalui Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal di Bengkulu Selatan. Bengkulu: Universitas Bengkulu. Halaman 45.

Youpika Fitra (2013) mengkaji tradisi begadisan sebagai media komunikasi sosial bujang dan gadis di Padang Guci. Jurnal.

Downloads

Published

2025-06-24

How to Cite

Ayu, W. S., Satria, I., & Heriadi, M. (2025). Analisis Dialog Berasan Bekule dengan Metode Speaking pada Etnik Pasemah di Kedurang Bengkulu Selatan. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 4(2), 946–953. https://doi.org/10.31004/jpion.v4i2.506

Issue

Section

Articles