Batubara Bituminous Menjadi Asam Humat Sebagai Inovasi Pendamping Pupuk, Besum Papua

Authors

  • Theodora Ngaderman Universitas Sains dan Teknologi Jayapura
  • Lukman Reliubun Universitas Sains dan Teknologi Jayapura
  • Ishak Degei Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

DOI:

https://doi.org/10.31004/jpion.v4i3.668

Keywords:

inovasi batubara, ketahanan pangan, tanaman padi

Abstract

Pemerintah menetapkan program hilirisasi dan peningkatan nilai tambah batubara kualitas rendah. Penelitian dan pengembangan suatu inovasi batubara peringkat rendah sebagai suatu solusi. Asam humat dari batubara halus peringkat rendah ini dapat menstabilkan dan memperbaiki kondisi tanah yang ada. Inovasi baru yang dilakukan tidak luput dari banyak tantangan yang dihadapi, inovasi hilirisasi batubara merupakan produk turunan dari batubara, yang mana sangat membantu masyarakat yakni dalam rangka program Pemerintah menyangkut ketahanan pangan untuk mensejahterakan masyarakat tentunya. Setelah batubara dihaluskan kemudian dilakukan pengujian yakni dicampur dengan pupuk urea, perbandingan 1:3. Campuran batubara asam humat ini diuji pada tanaman padi selama 1 bulan. Selama periode pengamatan dilakukan setiap minggu untuk mengamati perkembangan dan respon tanaman padi tersebut. Campuran batubara asam humat ini diuji pada tanaman padi selama 1 bulan. Selama periode pengamatan dilakukan setiap minggu untuk mengamati perkembangan dan respon tanaman padi tersebut. Pengamatan mencangkup pertumbuhan tanaman seperti tinggi tanaman dan warna daun. Lokasi penelitian berada pada Kampung Karya Bumi Besum, yang merupakan daerah persawahan. Geologi daerah Besum merupakan daerah pedataran fluvial secara geomorfologi banyak dijumpai sungai-sungai dan dikelilingi perbukitan batugamping Nimboran. Geologi daerah Besum yaitu berada pada endapan fuvial yang kontak dengan batugamping yang lebih tua. Analisis batubara yang diambil yaitu batubara jenis lignit dan bituminous daerah Mawesday berdasarkan data laboratorium merupakan jenis batubara peringkat rendah 4,85 cal/g. total Senyawa humat cukup tinggi berbanding lurus dengan nilai kelembaban moisture in air dried sample batubara yakni  20,49%. Kandungan abu (ash) diketahui sebesar 4,33% cukup tinggi membantu dalam pertumbuhan daun klorofil.

References

Akimbekov, N. S., Digel, I., Tastambek, K. T., Sherelkhan, D. K., Jussupova, D. B., & Altynbay, N. P. (2021). Low-rank coal as a source of humic substances for soil amendment and fertility management. Agriculture, 11(12), 1261. https://doi.org/10.3390/agriculture11121261.

Aziz, M. A. S., Fadila, H., Fitriyah, F., Sulastri, S., Luktyansyah, I. M., & Priyono, P. (2022). Karakterisasi batubara low-rank asal Jambi dan beberapa daerah di Indonesia sebagai bahan baku pupuk humat. Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara, 18(1), 1–11. https://doi.org/10.30556/jtmb.Vol18.No1.2022.1339.

Demirba, S., Hai, N. V., & Mir, R. (2002). Asam humat dari batubara berkalori rendah memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kapasitas tukar kation. Portal Layanan Geologi ESDM. https://geologi.esdm.go.id/media-center/asam-humat-dari-batubara-untuk-mendukung-agroindustri

Huculak-Mączka, M., Hoffmann, J., & Hoffmann, K. (2018). Evaluation of the possibilities of using humic acids obtained from lignite in the production of commercial fertilizers. Journal of Soils and Sediments, 18, 2868–2880. https://doi.org/10.1007/s11368-018-2003-1.

Ikhlas, A., & Asyhar, R. (2023). Trik Konsolidasi Pendidikan Karakter Melalui Model Pembelajaran Project Based Learning Pada Pembelajaran MIPA. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran (JRPP), 6(4), 3228-3237.

Imam Sukwatus Suja’i, Sri Asyrafil Mustaqmah, Rustiyana Rustiyana, Al Ikhlas, Mira Hastin, & Tri Martial. (2025). ESTIMASI DAMPAK PENERAPAN PAJAK KARBON TERHADAP DISTRIBUSI PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI INDONESIA : ANALISIS KUANTITATIF DENGAN PENDEKATAN INPUT OUTPUT MIYAZAWA. EDU RESEARCH, 6(2), 1604-1615. https://doi.org/10.47827/jer.v6i2.980

Li, S., Tan, J., Wang, Y., Li, P., Hu, D., Shi, Q., … Han, Y. (2022). Extraction optimization and quality evaluation of humic acids from lignite using the cell-free filtrate of Penicillium ortum MJ51. RSC Advances, 12(1), 528–539. https://doi.org/10.1039/D1RA08019A.

Pawlak-Kruczek, H. (2017). Properties of low rank coals and resulting challenges in their utilization. In Low-rank coals for power generation, fuel and chemical production (pp. 23–40). Woodhead Publishing. https://doi.org/10.1016/B978-0-08-100895-9.00002-2

Sharif, M., Khattak, R. A., & Sarir, M. S. (2002). Effect of different levels of lignitic coal derived humic acid on growth of maize plants. Communications in Soil Science and Plant Analysis, 33(19–20), 3567–3580. https://doi.org/10.1081/CSS-120014502

Valero, N., Gómez, L., & Pantoja, M. (2014). Production of humic substances through coal-solubilizing bacteria. Brazilian Journal of Microbiology, 45(3), 911–918. https://doi.org/10.1590/S1517-83822014000300021.

Wahidah, W., Fajarwati, D. A., Lepong, P., & Alamsyah, A. (2022). Analisis potensi swabakar (self-combustion) berdasarkan data proksimat pada batubara PT. Geoservices Samarinda. Geosains Kutai Basin, 5(2), 80–85.

Downloads

Published

2025-08-26

How to Cite

Ngaderman, T., Reliubun, L., & Degei, I. (2025). Batubara Bituminous Menjadi Asam Humat Sebagai Inovasi Pendamping Pupuk, Besum Papua. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 4(3), 1927–1937. https://doi.org/10.31004/jpion.v4i3.668

Issue

Section

Articles