Pengaruh Konten Video Tiktok @Gejapramono Terhadap Minat Pemahaman Sejarah Kedaerahan Generasi Z (Studi Deskriptif Kuantitatif pada Pengikut Akun Tiktok @Gejapramono)
DOI:
https://doi.org/10.31004/jpion.v4i3.671Keywords:
TikTok, edukasi sejarah, Generasi Z, minat belajar, media digital, teori S-O-RAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konten video edukasi sejarah dari akun TikTok @gejapramono terhadap minat Generasi Z dalam memahami sejarah kedaerahan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sumber informasi edukatif di kalangan generasi muda yang lahir dan tumbuh di era digital. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 400 responden yang dipilih secara purposive. Teori yang digunakan adalah Stimulus-Organism-Response (S-O-R). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara paparan konten sejarah dengan minat belajar (R² = 0,145). Analisis regresi linier berganda juga mengindikasikan bahwa indikator frekuensi, atensi, dan durasi konten secara simultan memiliki pengaruh yang lebih kuat (R² = 0,323). Temuan ini menegaskan bahwa konten edukatif berbasis media sosial, khususnya TikTok, berpotensi menjadi media pembelajaran yang relevan dan efektif bagi Generasi Z.
References
Ahn, J. (2011). The effect of social network sites on adolescents’ social and academic development. Journal of the American Society for Information Science and Technology, 62(8), 1435–1445.
Codrington, G. (2008). Mind the gap: Managing across generations. Penguin.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Ghozali, I. (2016). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Universitas Diponegoro.
Hawkins, D. I., Mothersbaugh, D. L., & Best, R. J. (2001). Consumer Behavior: Building Marketing Strategy. McGraw-Hill.
Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! Business Horizons, 53(1), 59–68.
McQuail, D. (2010). McQuail’s Mass Communication Theory (6th ed.). SAGE Publications.
Mehrabian, A., & Russell, J. A. (1974). An approach to environmental psychology. MIT Press.
Neuman, W. L. (2014). Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches (7th ed.). Pearson.
Noviana, H. (2012). Efektivitas Pembelajaran Sejarah dengan Pendekatan Kontekstual. Universitas Negeri Semarang.
Prensky, M. (2001). Digital natives, digital immigrants. On the Horizon, 9(5), 1–6.
Putra, D. H., & Rachmawati, R. (2019). Peran media sosial dalam pembelajaran generasi Z. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 3(2), 110–118.
Semarangpos.com. (2024, Mei 7). Data kunjungan Museum Ranggawarsita.
Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Rineka Cipta.
Tapscott, D. (2009). Grown Up Digital: How the Net Generation is Changing Your World. McGraw-Hill.
Umar, H. (2008). Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Rajagrafindo Persada.
Wardaya, B. (2009). Melawan lupa: Sejarah orang biasa. Galangpress.
Watie, E. (2011). Komunikasi dan media sosial. The Messenger, 3(2), 69–75.
We Are Social. (2024). Digital 2024: Indonesia. https://wearesocial.com
Widyatama, R., & Yuliana, S. (2019). Pengaruh durasi dan frekuensi menonton YouTube terhadap minat belajar siswa. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 3(1), 22–30.
Widyatama, R., & Yuliana, S. (2019). Pengaruh durasi dan frekuensi menonton YouTube terhadap minat belajar siswa. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 3(1), 22–30.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Adria Farhan Arnalda, Achmad Hufad, Wina Nurhayati Paja3

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















