Makna Filosofis “Alam Jeung Zaman Kawulaan Saur Elingkeun” dalam Pola Adaptasi Adat Kampung Naga di Era Modern
DOI:
https://doi.org/10.31004/jpion.v4i4.850Keywords:
Kearifan Lokal, Kampung Naga, Adaptasi Budaya, Filosofi Sunda, ModernisasiAbstract
Ungkapan filosofis Sunda “Alam Jeung Zaman Kawulaan Saur Elingkeun” merepresentasikan kesadaran reflektif masyarakat Kampung Naga dalam merespon perubahan sosial dan teknologi. Penelitian ini bertujuan menafsirkan makna ungkapan tersebut sebagai landasan adaptasi budaya masyarakat adat pada era modern. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-filosofis, data diperoleh melalui kajian literatur, observasi lapangan terbatas, serta studi naratif terhadap seorang warga Kampung Naga yang menggunakan internet untuk mempromosikan budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa falsafah tersebut menjadi mekanisme seleksi nilai dalam menghadapi modernisasi. Penerimaan internet dipandang sebagai kebutuhan pendidikan dan media pelestarian budaya, sedangkan penolakan listrik dimaknai sebagai upaya menjaga ritme ekologis, kesederhanaan hidup, dan ketertiban sosial yang menopang nilai adat. Pengalaman individu memperlihatkan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan tanpa meninggalkan identitas budaya, selama diletakkan dalam batas etis leluhur. Dengan demikian, pola adaptasi Kampung Naga tidak bersifat resistif terhadap kemajuan, melainkan berbasis pemilahan reflektif yang menempatkan nilai adat sebagai pengendali perubahan.
References
Ahmad, R. (2021). Bahasa Sunda sebagai identitas budaya di era globalisasi. Bahasa Sunda Jurnal, 4(2), 90–102. https://ejournal.upi.edu/index.php/bsj/article/view/1234
Aristi, N. (2022). Kesiapan digital masyarakat Kampung Adat Naga pada pelaksanaan One Village One Product. Universitas Padjadjaran. https://ilkom.fikom.unpad.ac.id/publikasi/kesiapan-digital-masyarakat-kampung-adat-naga-pada-pelaksanaan-one-village-one-product/
Darma, A. (2020). Kearifan lokal dan dinamika sosial budaya di Kampung Naga. Jurnal Dinamika Masyarakat Sunda, 15(1), 55–68. https://journal.unpad.ac.id/dms/article/view/3210
Derizal, D. (2024). Nilai-nilai kearifan lokal Kampung Naga di era modernisasi. JIGE: Jurnal Ilmiah Global Education, 2(1), 77–89. https://ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/jige/article/view/1837
Dwiatmini, S. (2024). Local wisdom of Kampung Naga in achieving sustainable tourism. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 26(1), 45–56. https://jurnalantropologi.fisip.unand.ac.id/index.php/jantro/article/view/1897
Gustiana, A. D., & Supriatna, M. (2021). Ecological value of kecap pamali in the community of Kampung Naga, Tasikmalaya Regency. Ta’dib: Jurnal Pendidikan Islam, 10(1), 1–8. https://doi.org/10.29313/tjpi.v10i1.6999
Hamdani, R. R. (2024). Analisis nilai-nilai pendidikan karakter dalam tabu masyarakat Kampung Naga. Jazirah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 6(1), 101–112. https://e-jazirah.com/index.php/jazirah/article/view/232
Harashani, H. (2018). Local wisdom of Kampung Naga in the era of globalization. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/334090085
Komara, E. (2019). Local wisdom in Kampung Naga Tasikmalaya. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/331936392
Mulyanie, E., et al. (2023). Analysis of the value of local wisdom based on environmental conservation in Kampung Naga. Jurnal Geografi, 20(2), 211–222. https://journal.unesa.ac.id/
Nadiyah, D. (2024). Study on natural preservation of Kampung Naga traditional village. Pelangi: Jurnal Pengembangan Ilmu Pendidikan, 12(2), 55–66. https://ejournal.upgrisba.ac.id/index.php/pelangi/article/view/7769
Nurwati, A. (2024). Pepatah adat Kampung Naga sebagai nilai pendidikan karakter. Education and Society (ES), 8(1), 30–42. https://es.upy.ac.id/index.php/es/article/view/4252
Priyoga, R., & Nurkukuh, N. (2024). Kajian lanskap budaya permukiman adat Kampung Naga. Reka Ruang: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 7(1), 16–24. https://journal.itny.ac.id/index.php/rekaruang/article/view/5771
Purnama, S. (2021). Kearifan lokal masyarakat adat Kampung Naga. Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora, 2(1), 1–10. https://ojs-journal.com/index.php/sosiohumaniora/article/view/249
Rahman, D. (2024). Local wisdom as a foundation for sustainable food security: Case study of Kampung Naga and Ciptagelar. Community Resilience and Sustainable Food Systems, 3(1), 87–102. https://journal-iasssf.com/index.php/CRSUSF/article/view/1958
Ratnasari, D., Sidiq, F., & Saputra, J. (2023). Local wisdom, environmental management and sustainable traditions in Naga Village, Tasikmalaya Regency. International Journal of Ethno-Sciences and Education Research, 2(1), 41–50. https://journal.rescollacomm.com/index.php/ijeer/article/view/504
Rismayani, T., & Somantri, M. (2022). Nilai kearifan lokal dalam pengelolaan dana desa di Kampung Naga. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 7(2), 45–58. https://journal.ppsdm.or.id/index.php/jp/article/view/123
Setiawan, W. L. (2023). Indigenous cooperatives supporting SDGs development in Kampung Naga. Proceedings of the International Conference on Education, Social Sciences and Humanities. Atlantis Press. https://www.atlantis-press.com/proceedings/icessh-23/125987654
Wulandari, I. K. (2025). Case study of electricity rejection in Naga Traditional Village. SocArXiv. https://osf.io/preprints/socarxiv/
Yasri, B. (2024). Conflict resolution strategies in Kampung Naga. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/378614416
Referensi dari buku
Eisenstadt, S. N. (2000). Multiple Modernities. Daedalus, 129(1), 1–29.
Fishman, J. A. (1991). Reversing Language Shift: Theoretical and Empirical Foundations of Assistance to Threatened Languages. Multilingual Matters.
Giddens, A. (1991). Modernity and Self-Identity: Self and Society in the Late Modern Age. Stanford University Press.
Hall, S. (1996). Who Needs ‘Identity’? In S. Hall & P. Du Gay (Eds.), Questions of Cultural Identity (pp. 1–17). London: SAGE Publications.
Referensi dari Online/situs web
DetikNews. (2022, March 8). Menolak listrik demi menjaga tradisi di Kampung Naga. Detik.com. https://www.detik.com/jabar/budaya/d-5947036
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Windri Citrawardhani, Triwandari Herlinawati, Mamat Supriatna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















