Perilaku Shopaholic sebagai Tantangan Global dalam Perspektif Teori Difusi Inovasi
DOI:
https://doi.org/10.31004/jpion.v4i1.344Kata Kunci:
shopaholic, difusi inovasi, perilaku konsumtif, teknologi digital, tantangan globalAbstrak
Fenomena shopaholic atau perilaku pembelian kompulsif telah menjadi tantangan global yang
semakin kompleks di era digital. Kemajuan teknologi informasi, kemudahan akses belanja
daring, serta paparan media sosial telah mempercepat penyebaran gaya hidup konsumtif lintas
budaya dan generasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku shopaholic melalui
pendekatan Teori Difusi Inovasi yang dikembangkan oleh Everett M. Rogers (2003). Dengan
menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur, artikel ini mengeksplorasi
bagaimana inovasi teknologi difusikan secara cepat dalam masyarakat global dan berkontribusi
terhadap normalisasi perilaku konsumtif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa proses adopsi
inovasi melalui kategori adopter (innovators hingga laggards) turut memperkuat budaya
belanja berlebihan, terutama di kalangan pengguna muda dan kelompok dengan literasi
finansial rendah. Oleh karena itu, upaya mitigasi harus mencakup edukasi konsumen, regulasi
platform digital, serta penguatan nilai konsumsi sadar melalui jalur difusi yang sama. Studi ini
merekomendasikan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk mengendalikan dampak negatif
difusi inovasi terhadap perilaku konsumsi masyarakat global.
Referensi
Databoks. 2024. Tersedia di https://databoks.katadata.co.id/infografik/2024/02/27/indonesiamasuk-jajaran-10-negara-paling-sering-belanja-online. Tanggal akses 10 April 2024
Dittmar, H. (2005). A new look at “compulsive buying”: Self–discrepancies and materialistic
values as predictors of compulsive buying tendency. Journal of Social and Clinical
Psychology, 24(6), 832–859. https://doi.org/10.1521/jscp.2005.24.6.832
Fitria, E. M. (2015). Dampak online shop di instagram dalam perubahan gaya hidup konsumtif
Perempuan shopaholic di Samarinda. Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(3), 117–128
Goodstats. 2024. Tersedia di https://goodstats.id/article/simak-perkembangan-penggunainternet-dunia-selama-10-tahun-terakhir-GcIqd. Tanggal akses 9 April 2024
Goodstats. 2024. Tersedia di https://data.goodstats.id/statistic/indonesia-peringkat-4-ini-dia7-negara-pengguna-internet-terbesar-di-dunia-FLw6V. Tanggal akses 10 April 2024
Kotler P, dan Keller K.L. 2016. Marketing Management. Pearson Education
Kuo, Y.-F., Wu, C.-M., & Deng, W.-J. (2012). The relationships among service quality,
perceived value, customer satisfaction, and post-purchase intention in mobile value-added
services. Computers in Human Behavior, 27(1), 888–896.
https://doi.org/10.1016/j.chb.2010.11.017
Laporan World Economic Forum. (2023). Tersedia
https://www.weforum.org/publications/annual-report-2022-2023/. Tanggal akses 10 April
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Okoli, C., & Schabram, K. (2010). A guide to conducting a systematic literature review of
information systems research. SSRN. https://doi.org/10.2139/ssrn.1954824
Rogers, Everett M. 1983. Diffusion of Innovations. e-Book. London: The Free Press
Sumarwan, U. (2011). Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran.
Jakarta:Ghalia Indonesia
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Yunita Haryani

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















