Pusat-Pusat Keilmuan (Center of Islam learning) Paling Awal, Pertumbuhan dan Perkembangan Halaqah di Nusantara
DOI:
https://doi.org/10.31004/jpion.v1i2.72Kata Kunci:
Ilmu, Halaqah, KerajaanAbstrak
Dari hasil penelitian menunjukkan Institusi halaqah adalah lembaga pendidikan paling tua dan tetap bertahan sejak masa paling awal Islam hingga masa kini. Halaqah, meskipun bentuknya sederhana berperan penting dalam arus transformasi ilmu pengetahuan, khususnya pengetahuan keislaman dalam perkembangan masyarakat Muslim. Kerajaan Samuera Pasai, Pelajaran yang diberikan di berbagai halaqah dan institusi pendidikan Islam lainnya dibagi menjadi dua tingkatan: Pertama, Tingkat dasar terdiri atas pelajaran membaca, menulis, bahasa Arab, pengajian al-Qur`an, dan ibadah praktis. Kedua, Tingkat yang lebih tinggi dengan materi ilmu fiqh, tasauf, ilmu kalam, dan sebagainya.Dayah berfungsi semacam pendidikan tinggi Islam. Karena di lembaga inilah ilmu-ilmu keislaman yang paling tinggi dipelajari oleh para penuntut ilmu. Yang berarti tempat belajar atau sekolah, terdapat di setiap gampong dan mempunyai multi fungsi antara lain: Pertama, Sebagai tempat belajar Al-Qur’an. Kedua, Sebagai Sekolah Dasar, dengan materi yang diajarkan yaitu menulis dan membaca huruf Arab, Ilmu agama, bahasa Melayu, akhlak dan sejarah Islam. di bawah Sultan Ageng Tirtayasa Banten menjadi sangat kuat berorientasi ke Mekkah. Kota Banten didorong perkembangannya menjadi pusat pendidikan Islam, tempat pemuda-pemuda Muslim Nusantara berdatangan untuk menimba ilmu.
Referensi
Abd Rahman Getteng, 2005, Pendidikan Islam di Sulawesi Selatan; Tinjauan Historis dari Tradisional hingga Modern (Cet. I; Graha Guru: Yogyakarta
Hasbullah, 1996, Sejarah Pembaharuan Pendidikan Islam di Indonesia; Lintasan Pertumbuhan dan Perkembangannya (Cet. II; Jakarta: Raja Grafindo Persada
Anhar Nasution, Pusat-Pusat Keilmuan Paling Awal di Nusantara, https://anharnst.wordpress.com/2011/05/21/pusat-pusat-keilmuan-paling-awal-di-nusantara/
Azyumardi Azra, 1994, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII, Bandung: Mizan
Maksum, Madrasah, 1999, Sejarah dan Perkembangannya, Jakarta: Logos Wacana Ilmu
Syafiyyurrahman Al-Mubarakhfu,Dkk, , 2008, Terjemah Kathur Suhartdi, Sirah Nabawiyah, Jakarta, Pustaka Al-Kautsar
Muhammad Husain Mahasnah, adhwa ‘ala Tarikh Al-Ulum inda Al-Muslimin, Diterjemahkan oleh Muhammad Misbah, 2016, Pengantar Sejarah Peradaban Islam, Jakarta,Pustaka Al-Kautsar
Erawadi, 2009 , Tradisi, Wacana dan Dinamika Intelektual Islam Aceh Abad XVIII dan XIX, Jakarta: Badab Litbang dan Diklat Puslitbang Lektur Keagamaan Departemen Agama RI
Yunus, Mahmud. 1991, Sejarah pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta : Mahmudiyah.
Zuhri, Saefuddin, 1979, Sejarah kebangkitan Islam dan perkembangannya di Indonesia, Bandung : PT Al Ma’ar
Ibrahim, M, et.al. 1991, Sejarah Daerah Propinsi Daerah Istimewa Aceh, Jakarta: CV. Tumaritis.
Musyrifah Sunanto, 2005, Sejarah Peradaban Islam Indonesia (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Musyrifah Sunanto, Sejarah
Tahdzib Al Akhlak | Vol 4 | No. 1 | 2021
Hasan Muarif Ambary, 2001, Menemukan Peradaban: Jejak Arkeologis dan Historis Islam Indonesia, Jakarta: Logos Wacana Ilmu
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Rodi, Iswantir

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















