Tradisi dan Ritual Kegamaan sebagai Representasi Gaya Hidup Religius Masyarakat Temboro

Authors

  • Riva Syifaullana Universitas Negeri Jakarta
  • Muhammad Rafi Purnawijaya Universitas Negeri Jakarta
  • Aaliyah Putri Dwi Sari Universitas Negeri Jakarta
  • Ahmad Naufal Universitas Negeri Jakarta
  • Randy Zahran Universitas Negeri Jakarta
  • Habibi Ramadhan Universitas Negeri Jakarta
  • Andy Hadiyanto Universitas Negeri Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/jpion.v5i2.1390

Keywords:

Religius Tradition, Religious Lifestyle, Temboro Community, Sociology of Religion

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena Desa Temboro sebagai pusat penyebaran Jamaah Tabligh yang berhasil membentuk identitas ruang dan perilaku spesifik pada masyarakatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana tradisi dan ritual keagamaan di Temboro bukan sekedar ibadah ritualistik, melainkan telah bertransformasi menjadi representasi gaya hidup (lifestyle) religius sehari-hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi agama untuk membedah interaksi antara doktrin teologis dan realitas sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya internalisasi nilai keagamaan yang mendalam dan menyeluruh, yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat. Manifestasi tradisi ini terlihat jelas mulai dari cara berpakaian yang seragam, pola interaksi sosial yang sarat nilai profetik, arsitektur desa yang bernuansa Timur Tengah, hingga lanskap ekonomi lokal yang terintegrasi penuh dalam ekosistem “gaya hidup religius”. Penelitian ini menegaskan bahwa ritual keagamaan di Temboro berfungsi sebagai poros utama (central axis) yang mengkonstruksi identitas sosial dan budaya masyarakatnya secara total (total institution atau way of life). Tradisi tidak lagi menjadi aktivitas berkala, melainkan struktur penentu yang mengarahkan seluruh lini kehidupan publik dan privat di Desa Temboro

Author Biography

Randy Zahran, Universitas Negeri Jakarta

  1.  

References

Arifin, Z. (2017). The authority of spiritual leadership at Pesantren Temboro based on Jamaah Tabligh ideology. Jurnal Pendidikan Islam, 6(2), 265–292. https://doi.org/10.14421/jpi.2017.62.265-292

Arifin, Z., Maragustam, Muqowim, & 'Aziz, H. (2021). The Kiai's cultural strategy in shaping the religious culture of the community of Temboro Magetan Village, East Java. Dinamika Ilmu, 21(2), 369–381. https://doi.org/10.21093/di.v21i2.3657

Arifin, Z., Siddiqi, B. A., Hamdun, D., & Rahmi, S. (2021). The impact of Masturah program on the families of Tablighi Jamaat at Temboro Village in Indonesia. Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam, 4(1), 136–149. https://doi.org/10.31538/NZH.V4I1.1128

Awabien, M. R. (2020). Living hadis di Kampung Madinah, Temboro, Magetan. Jurnal Living Hadis, 5(1), 105–132. https://doi.org/10.14421/livinghadis.2020.2171

Badriza, K. (2022). Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro sebagai induk madrasah Asia Selatan berbasis Jama'ah Tabligh di Indonesia. FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya, 6(1), 10–26.

Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. Anchor Books.

Bourdieu, P. (1977). Outline of a theory of practice. Cambridge University Press.

Fauzi, M. A., & Wahid, A. (2023). Habitus and Identity of Jama'ah Tabligh: Clothing as a Religious Symbolism in Temboro Village. Jurnal Sosiologi Agama, 17(2), 201–218.

Hidayat, R., & Saputro, E. (2024). Socio-Economic Symbiosis of Islamic Boarding Schools: How Pesantren Temboro Drives Local Halal Economic Growth. Journal of Islamic Economics and Finance, 10(1), 45–67.

Maimunah, S., & Rosidi, I. (2022). The Production of Religious Space and Lifestyle: A Case Study of "Kampung Madinah" in Temboro, Magetan. Journal of Indonesian Islam, 16(1), 89–112.

Nur Azizah, I. (2024). Islamic Local Culture Commodification in Disruption Era Tourism Industrial. Jurnal Penelitian Agama, 25(1), 139–160. https://doi.org/10.24090/jpa.v25i1.10973

Ratnasih, R., Mundayat, A. A., & Sunesti, Y. (2025). The Commodification of Piety: Negotiating Zuhud and Consumerist Subjectivities among Students in Modern Islamic Boarding Schools. Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya, 10(2). https://doi.org/10.25217/jf.v10i2.6744

Pratama, A. Y., & Rahman, F. (2025). Resisting Digital Distraction: Islamic Boarding School Strategies in Maintaining Puritanical Values in the Screen Age. Journal of Media and Religion, 24(3), 177–194.

Suprapto, & Huda, M. (2023). Religious Commodification: Muslim Housing and Identity Affirmation in Lombok, Indonesia. Studia Islamika, 30(1), 97–127. https://doi.org/10.36712/sdi.v30i1.23818

Zuhdi, M. N. (2021). Khuruj fi Sabilillah sebagai Ritus Peralihan dan Pembentukan Karakter Santri: Studi Kasus Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 16(2), 315–334.

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Syifaullana, R., Purnawijaya, M. R., Sari, A. P. D., Naufal, A., Zahran, R., Ramadhan, H., & Hadiyanto, A. (2026). Tradisi dan Ritual Kegamaan sebagai Representasi Gaya Hidup Religius Masyarakat Temboro. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 5(2), 1767–1773. https://doi.org/10.31004/jpion.v5i2.1390

Issue

Section

Articles