Penguatan Kewargaan Digital Melalui Pendidikan Pancasila: Strategi Membangun Peserta Didik SMPIT Ibnu Rusyd Yang Cerdas, Beretika, dan Bertanggung Jawab di Era Digital

Authors

  • Muhammad Haykal Fikri STKIP Arrahmaniyah Indonesia
  • Lia Dahlia Kurniati STKIP Arrahmaniyah Indonesia
  • Rifa Anggyana STKIP Arrahmaniyah Indonesia
  • Septiana Kusuma Dewi STKIP Arrahmaniyah Indonesia
  • Yeti Mulyani STKIP Arrahmaniyah Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/jpion.v5i2.1405

Keywords:

Kewargaan Digital, Pendidikan Pancasila, Literasi Digital, Etika Digital, Peserta Didik

Abstract

Transformasi digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam dunia pendidikan. Peserta didik tidak hanya dituntut memiliki kemampuan menggunakan teknologi digital, tetapi juga harus mampu berperilaku bijaksana, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi etika dalam ruang digital. Fenomena penyebaran informasi palsu, perundungan siber, ujaran kebencian, serta rendahnya kesadaran terhadap keamanan digital menunjukkan pentingnya penguatan kewargaan digital melalui pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penguatan kewargaan digital melalui Pendidikan Pancasila dalam membentuk peserta didik SMPIT Ibnu Rusyd yang cerdas, beretika, dan bertanggung jawab di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan kewargaan digital dapat dilakukan melalui integrasi materi digital citizenship dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, pembiasaan etika digital, penguatan literasi digital, pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi, serta kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat. Implementasi strategi tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, sikap bertanggung jawab dalam penggunaan media sosial, serta terbentuknya karakter peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dengan demikian, Pendidikan Pancasila memiliki peran strategis dalam membentuk warga negara digital yang mampu menghadapi tantangan perkembangan teknologi secara bijaksana dan bertanggung jawab.

References

Amin, J. N. (2020). Redefining digital citizenship in the era of digital disruption. International Journal of Scientific and Technology Research, 9(2), 3849–3854.

Castells, M. (2010). The rise of the network society (2nd ed.). Wiley-Blackwell.

Choi, M. (2016). A concept analysis of digital citizenship for democratic citizenship education in the internet age. Theory & Research in Social Education, 44(4), 565–607.

Choi, M., Glassman, M., & Cristol, D. (2017). What it means to be a citizen in the internet age: Development of a reliable and valid digital citizenship scale. Computers & Education, 107, 100–112.

Fikri, M. H., Utami, P. P., & Putra, N. L. J. (2025). Optimalisasi motivasi belajar PPKn melalui metode Snowball Throwing. Journal of Citizenship Values, 2(2), 44–50.

Gilster, P. (1997). Digital literacy. John Wiley & Sons.

Hague, C., & Payton, S. (2010). Digital literacy across the curriculum. Futurelab.

Isman, A., & Gungoren, O. C. (2014). Digital citizenship. The Turkish Online Journal of Educational Technology, 13(1), 73–77.

Jones, L. M., & Mitchell, K. J. (2016). Defining and measuring youth digital citizenship. New Media & Society, 18(9), 2063–2079.

Kaelan. (2016). Pendidikan Pancasila. Paradigma.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Capaian pembelajaran pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah pada Kurikulum Merdeka. Kemendikbudristek.

Koesoema, D. A. (2015). Pendidikan karakter: Strategi mendidik anak di zaman global. Grasindo.

Lickona, T. (2013). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.

Mossberger, K., Tolbert, C. J., & McNeal, R. S. (2008). Digital citizenship: The Internet, society, and participation. MIT Press.

Prensky, M. (2001). Digital natives, digital immigrants. On the Horizon, 9(5), 1–6.

Ribble, M. (2015). Digital citizenship in schools: Nine elements all students should know (3rd ed.). International Society for Technology in Education (ISTE).

Selwyn, N. (2016). Education and technology: Key issues and debates (2nd ed.). Bloomsbury Academic.

UNESCO. (2021). Digital citizenship education handbook. UNESCO Publishing.

Winarno. (2013). Paradigma baru pendidikan kewarganegaraan: Panduan kuliah di perguruan tinggi. Bumi Aksara.

Berlian, M. F., Sukriono, D., & Untari, S. (2026). Development of citizenship virtual class (CIVICs) media integrated with problem based learning to improve digital literacy of Pancasila education. Jurnal Pendidikan PKN (Pancasila dan Kewarganegaraan), 7(1).

Kusnadi, E., Nurlaela, T., Audry, W. N., Azzahra, N. N., & Fhadil, M. Y. (2026). Implementing Project-Based Learning to enhance senior high school students’ digital citizenship literacy. International Journal of Educational Research Excellence, 5(1).

Hasanah, N., Elizar, & Munisah, E. (2026). Strengthening Pancasila values-based digital literacy in Pancasila education learning in elementary schools. International Journal of Elementary Education, 10(1), 204–214.

Mayasari, R. I., Swandana, I., & Khusumawati, T. (2026). Peran literasi digital dalam implementasi nilai Pancasila dan pendidikan kewarganegaraan untuk mencegah radikalisasi online di kalangan generasi muda Indonesia. EDUCATE: Jurnal Pendidikan dan Sosial, 1(2).

Nurfitriyanti, M., & Damayanti, N. (2025). Pendidikan Pancasila di era digital: Mengembangkan kewarganegaraan digital dalam membangun keadaban pada siswa. JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan dan Wawasan Kebangsaan.

Anggaraini, R., Habibah, S. M., Istianah, A., & Sari, B. I. (2025). Integrating global citizenship education into Pancasila education: Curriculum review in Indonesia. Bhineka Tunggal Ika: Pancasila Jurnal Internasional, 2(2), 143–155.

Thomas, P. B., Hogan-Taylor, C., Yankoski, M., & Weninger, T. (2021). Pilot study suggests online media literacy programming reduces belief in false news in Indonesia.

Hizam, S. M., Akter, H., Sentosa, I., & Ahmed, W. (2021). Digital competency of educators in the virtual learning environment: A structural equation modeling analysis.

Kemendikbudristek. (2022). Dimensi, elemen, dan subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Kemendikbudristek.

APJII. (2024). Survei penetrasi internet Indonesia 2024. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.

UNESCO. (2023). Guidance for generative AI in education and research. UNESCO.

World Economic Forum. (2023). The future of jobs report 2023. World Economic Forum.

Downloads

Published

2026-08-10

How to Cite

Fikri, M. H., Kurniati, L. D., Anggyana, R., Dewi, S. K., & Mulyani, Y. (2026). Penguatan Kewargaan Digital Melalui Pendidikan Pancasila: Strategi Membangun Peserta Didik SMPIT Ibnu Rusyd Yang Cerdas, Beretika, dan Bertanggung Jawab di Era Digital. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 5(2), 1802–1808. https://doi.org/10.31004/jpion.v5i2.1405

Issue

Section

Articles