Daya Terima Permen Jelly Kopi Defect dengan Pemanis Gula Semut Aren
DOI:
https://doi.org/10.31004/jpion.v5i2.1449Keywords:
Kopi Defect, Permen Jelly, Gula Semut Aren, Daya Terima, Karakteristik SensoriAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan permen jelly kopi defect dengan penggunaan gula semut aren sebagai pemanis serta menganalisis tingkat daya terima panelis berdasarkan aspek warna, aroma, rasa, dan tekstur. Penelitian menggunakan eksperimen laboratorium dengan metode uji hedonik yang melibatkan 50 panelis tidak terlatih dari mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan skala hedonik lima tingkatan. Formulasi terpilih terdiri atas 50 ml ekstrak kopi defect, 25 gram gelatin, 90 gram gula semut aren, dan 50 ml air. Ekstrak kopi diperoleh dari 35 gram bubuk kopi defect yang diseduh menggunakan air panas hingga menghasilkan 150 ml ekstrak, kemudian digunakan sebanyak 50 ml dalam formulasi. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa seluruh atribut sensori berada pada kategori sangat suka, dengan skor rata-rata warna sebesar 4,38, aroma 4,40, rasa 4,28, dan tekstur 4,48. Tekstur menjadi atribut dengan tingkat penerimaan tertinggi, sedangkan rasa memperoleh skor relatif terendah namun tetap berada dalam kategori sangat suka. Hasil tersebut menunjukkan bahwa permen jelly kopi defect dengan pemanis gula semut aren dapat diterima dengan sangat baik dan berpotensi dikembangkan sebagai alternatif diversifikasi produk pangan berbahan baku lokal.
References
Aprilia, D., & Suryana, A. L. (2022). Perbandingan indeks glikemik gula aren dan gula pasir serta implikasinya terhadap kesehatan. Jurnal Gizi dan Pangan, 17(2), 45–52.
Arista, G. M., Hapsari, D. R., & Nurlaela, R. S. (2023). Karakteristik kimia dan sensori permen jelly kopi robusta (Coffea canephora P.) dengan proporsi sukrosa dan isomalt. Jurnal Ilmiah Pangan Halal, 5(2), 81–90.
Arziyah, D., Yusmita, L., & Wijayanti, R. (2022). Analisis mutu organoleptik sirup kayu manis dengan modifikasi perbandingan konsentrasi gula aren dan gula pasir. Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Eksakta, 1(2), 105–109.
Badan Pusat Statistik Provinsi Bali. (2024). Produksi buah pisang Provinsi Bali menurut kabupaten/kota di Bali. Badan Pusat Statistik Provinsi Bali.
Bouphun, T., Sassa-deepaeng, T., & Krueaboon, R. (2023). Effect of sucrose replacer on physicochemical properties and sensory analysis of rose tea gummy jelly. International Food Research Journal, 30(2), 426.
Fatima, S. (2022). Pengaruh pemberian gula semut aren pada kopi robusta (Coffea canephora) terhadap uji organoleptik. Jurnal Pengolahan Pangan, 7(2), 51–55.
Fransiska, F., Onphing, J. N., & W. (2023). Pengaruh variasi substitusi ekstrak kulit buah mangga terhadap sifat organoleptik permen jelly. Agrofood, 5(2), 36–43.
Handayani, S., Lindriati, T., Kurniawati, F., & Sari, P. (2021). Aplikasi variasi sukrosa dan perbandingan gelatin-karagenan pada permen jeli kopi robusta (Coffea canephora P.). Jurnal Agroteknologi, 15(1), 67–78.
Hutami, R., Pribadi, M. F. I., Nurcahali, F., Septiani, B., Andarwulan, N., Sapanli, K., Zuhud, E. A. M., Al Manar, P., Ichsan, N., & Wahyudi, S. (2023). Proses produksi gula aren cetak (Arenga pinnata Merr.) di Indonesia. Jurnal Ilmiah Pangan Halal, 5(2), 119–130.
Mertasari, N. M. S., & Made, N. (2021). Pengujian instrumen penelitian kuantitatif.
Nasional, B. S. (2008). SNI 01-2907-2008: Biji kopi. Badan Standardisasi Nasional.
Nurcahali, F., Hutami, R., Andarwulan, N., & Sapanli, K. (2024). Kajian pustaka: Karakteristik kimia dari produk gula aren dan kelapa. Karimah Tauhid, 3(10), 11007–11013.
Nurgemamega, S., Sri, S., & Yulia, R. (2020). Permen jelly coffee sebagai pemanfaatan coffee defect. Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner, 9(1), 49–55.
NusaBali. (2020). Pasok bahan baku gula aren, Desa Pedawa manfaatkan lahan tidak produktif. NusaBali.
Ramadhani, P. C., Dewi, E., & Hasan, A. (2023). Pembuatan gula semut dari nira aren (Arenga pinnata) menggunakan alat kristalisator. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 21936–21941.
Setyani, S., Grace, H. A., & Teknologi, J. (2018). Evaluasi nilai cacat dan cita rasa kopi robusta (Coffea canephora L.) yang diproduksi IKM kopi di Kabupaten Tanggamus. Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian, 23(2).
Shantiawan, P., I. P. P., Suarsana, M., Suwardike, P., Jhon, H. P., & P. S. W. (2020). Identifikasi kopi Wanagiri secara botani dan agroekologi sebagai produk unggulan Buleleng dalam mendukung pariwisata Desa Wanagiri. Jurnal Jnana Karya, 1(1).
Stone, H., & Sidel, J. L. (2004). Sensory evaluation practices (3rd ed.). Academic Press.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sumiati, N., Damat, D., & Manshur, H. A. (2024). Karakteristik fisikokimia dan organoleptik permen jelly dari sari kopi robusta (Coffea canephora P.) biji kopi defect. Food Technology and Halal Science Journal, 7(1), 28–36.
Surahman, Rachmat, M., & Supardi, S. (2016). Metodologi penelitian. Pusdik SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Wang, X., Wang, Y., Hu, G., & Hong, D. (2021). Review on factors affecting coffee volatiles: From seed to cup. Journal of the Science of Food and Agriculture, 102, 1341–1352.
Wulan, N., Vega, Z. A., Putra, F. S., & Hutami, R. (2024). Kajian gelatin sebagai bahan tambahan pangan pembentuk gel (gelling agent) dalam produk permen soft candy atau jelly candy. Karimah Tauhid, 3(11), 12232–12240. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v3i11.15753
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Kadek Agus Purnayasa, Ni Wayan Sukerti, Cokorda Istri Raka Marsiti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















