Kemampuan Komunikasi Verbal Mahasiswa PGSD dalam Menyampaikan Konsep Matematika
DOI:
https://doi.org/10.31004/jpion.v3i4.313Kata Kunci:
Komunikasi verbal, Mahasiswa PGSD, Pembelajaran Matematika, Keterampilan Mengajar, Pendidikan DasarAbstrak
Kemampuan komunikasi verbal merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), khususnya dalam menyampaikan konsep matematika yang cenderung abstrak dan menuntut kejelasan penjelasan. Namun, berdasarkan pengamatan awal, ditemukan bahwa banyak mahasiswa PGSD mengalami kesulitan dalam mengungkapkan ide-ide matematika secara lisan, baik dalam diskusi, presentasi, maupun interaksi di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komunikasi verbal mahasiswa PGSD dalam konteks pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah kualitatif naratif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah mahasiswa PGSD pada salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia yang sedang menempuh mata kuliah Pendidikan Matematika SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa belum mampu menyampaikan materi secara runtut, tidak menyesuaikan gaya komunikasi dengan audiens, serta kurang memberikan ruang interaksi dua arah. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kemampuan komunikasi verbal mahasiswa masih perlu ditingkatkan melalui pelatihan dan pembiasaan agar mereka siap menjadi guru SD yang efektif dan komunikatif.
Referensi
Creswell, J.W. (2015). Penelitian Kualitatif & Desain Riset: Memilih diantara Lima Pendekatan. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.
Handayani, W.S., Widiada, I.K., & Nisa, K. (2022). Keterampilan Guru dalam Menggunakan Variasi Pembelajaran di SDN 1 Sakra Selatan, Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(4), Pp. 2152-2164.
Haryanto. (2024). Peran Guru Sekolah Dasar dalam Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini. Jurnal Pendidikan Tematik, 5(3), Pp. 266-271.
Lanani, K. 2013. Belajar Berkomunikasi dan Komunikasi untuk Belajar dalam Pembelajaran Matematika. Infinity, 2(1), Pp. 13-25.
Maulyda, M.A. (2020). Paradigma Pembelajaran Matematika Berbasis NCTM. CV IRDH: Malang.
Miles, M. B. & Huberman, M. (1992). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
NCTM. (2000). Principles and Standars for school Mathematics. Reston: VA:NCTM.
Piaget, J. (1977). The Essential Piaget. New York: Basic Books.
Rizkasari, E., Rahman, I. H., & Aji, P. T. (2022). Upaya Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru Sekolah Dasar Dalam Menghadapi Tantangan Pembelajaran Abad 21. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 4(3), 694–699. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i3.4451
Saputra, A.D., Novita, W., Safitri, A., Ananda, M.L., Ersyliasari, A., Rosyada, A. (2023). Penerapan Teori Perkembangan Kognitif Oleh Jean Piaget Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Siswa SD/MI. Multidisciplinary Journal of Social Sciences, 1(2), Pp. 122-134.
Sazali, H. (2020). Penelitian Kualitatif. Wal ashri Publishing: Medan.
Suhendra, L.L.A & Munandar, D.R. (2023). Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Dalam Pembelajaran Matematika. Jurnal Educatio, 9(2), Pp. 1100-1107.
Suleman, M.A. (2024). Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa melalui Penerapan Experiential Learning. Idegu: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 9(3), Pp. 1530-1538.
Wartulas, S. (2021). Peran Guru dalam Memotivasi Belajar Siswa di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Dialektika, 11(2), Pp. 732-741.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Mubarok, Rianty Yulandra

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















