PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PERSPEKTIF ADAT MINANGKABAU
DOI:
https://doi.org/10.31004/jpion.v1i2.37Kata Kunci:
Pendidikan Mulitkultural, Adat MinangkabauAbstrak
Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji fenomena keberagaman yang sudah menjadi kodratnya bangsa Indonesia termasuk Minangkabau dalam menghadapi perubahan-perubahan zaman yang melahirkan budaya-budaya dan kebiasaan baru ditengah-tengah masyarakat yang dasarnya sudah beragam. Metode penulisan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan sumber data diperoleh melalui buku, karya ilmiah, jurnal/artikel, website yang dikumpulkan dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adat Minangkabau adalah adat yang berdasarkan kepada nilai-nilai yang berasal dari Al Quran, alam disekitarnya serta pemikiran manusia. Nilai itu tertuang dalam adat yang dilaksanakan oleh masyarakat agar menjadi manusia yang bermartabat bernilai serta beretika. Jika berbiacara mengenai perubahan zaman maka adat Minangkabau tidak aka nada yang bisa merubahnya. Adat Minangkabau juga mengajarkan tentang “raso, pareso, sopan, santun”. yang menjadi bagian terpenting dalam hidup manusia sebab dengan rasa itu akan terjalin hubungan yang baik dan harmonis. Sehingga Pendidikan mulitkultural sudah tergambar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Minangkabau seperti merantau untuk mencari ilmu, menjadikan alam sebagai guru dan untuk kemakmuran diri, sikap gotong royong, toleransi antar suku, sekampung, senagari dan bahkan sebangsa dan senegara.
Referensi
Ainul Yaqin, M. 2005. Pendidikan Multikultural: Cross-Cultural Understanding untuk Demokrasi dan Keadilan, Yogyakarta: Pilar Media.
Amir, M. S., 2001, Adat Minangkabau, Pola dan Tujuan Hidup Orang Minangkabau. PT Mutiara Sumber Widya.
Baidhawi, Zakiyuddin, 2005. Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural, Jakarta: Erlangga
Driyarkara, 1980. Tentang Pendidikan, Jakarta: Kanisius.
Driyarkara, Tentang Pendidikan, Jakarta: Kanisius 1980.
Graves, E. E., 2007, Asal-Usul Elite Minangkabau Modern: Respons Terhadap Kolonial Belanda Abad XIX/ XX, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Irwan, Muhamad Supraja., Ahmad Zubaidi, 2016, Dinamika Aktualisasi Diri Pemuda Rantau dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Pribadi (Studi Pada Mahasiswa Rantau Asal Sumatra Barat Di Asrama Putri Bundo Kanduang Daerah Istimewa Yogyakarta), dalam Jurnal Ketahanan Nasional, Vol 22 hh. 306-320.
Maksum, Ali dan Luluk Yunan Ruhendi, 2004. Paradigma pendidikan Universal di Era Modern dan Post-Modernisme, Jogyakarta: IRCiSod.
Maslikhah, Quo Vadis Pendidikan Multikultural: Reconstruksi Sistem Pendidikan berbasis Kebangsaan, Surabaya: JP Books. 2007.
Navis, A.A., 1984, Alam Terkembang Jadi Guru Adat dan Kebudayaan Minangkabau, PT. Grafis Pers.
Parsudi, “Menuju Masyarakat Indonesia yang Multikultural,” Makalah. Disampaikan pada Simposium Internasional Bali ke-3, Jurnal Antropologi Indonesia, Denpasar Bali, 16-21 Juli 2002.
Santrock, John W., 2007, Psiqologi Pendidikan, alih bahasa Tri Wibowo B.S. Jakarta: Kencana
Suparta, Mundzier, 2008, Islamic Multicultural Education: Sebuah Refleksi Atas pendidikan Agama Islam Di Indonesia, Jakarta: Al Ghazali Center
Tilaar, H.A.R. Multikulturalisme: Tantangan-tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi Pendidikan Nasional, Jakarta: Grasindo. 2004.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Fauzan Ismael, Wedra Aprison

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















