Transformasi Identitas Makam Cut Nyak Dien di Sumedang sebagai Warisan Budaya: Kajian Sosiologis
DOI:
https://doi.org/10.31004/jpion.v5i2.1406Keywords:
Transformasi identitas, Makam Cut Nyak Dien, warisan budaya, pelestarian, sosiologiAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi identitas Makam Cut Nyak Dien di Kabupaten Sumedang sebagai warisan budaya dalam perspektif sosiologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan juru kunci dan masyarakat sekitar sebagai informan, serta dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Makam Cut Nyak Dien telah mengalami perubahan identitas dari sekadar tempat pemakaman menjadi warisan budaya yang memiliki nilai historis, sosial, budaya, dan edukatif. Perubahan tersebut tercermin melalui pelestarian nilai dan norma, penghormatan terhadap perjuangan Cut Nyak Dien sebagai pahlawan nasional, pewarisan memori kolektif, serta keterlibatan pemerintah, masyarakat, dan pengunjung dalam menjaga keberlanjutan situs. Penetapan makam sebagai cagar budaya peringkat nasional semakin memperkuat kedudukannya sebagai warisan budaya yang memiliki makna penting bagi masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi identitas Makam Cut Nyak Dien diwujudkan melalui pelestarian nilai sejarah, penguatan fungsi edukatif, serta komitmen menjaga autentisitas situs sehingga keberadaannya tetap relevan sebagai warisan budaya yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
References
Abdullah, A. M. (2025). STUDI HISTORIS CAGAR BUDAYA MAKAM SYECH ABDURRAHMAN ABDURRAHIM DI DESA BATANG BANYU. Psikosospen : Jurnal Psikososial dan Pendidikan, 2-13.
Agustinova, D. E. (2022). STRATEGI PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA MELALUI DIGITALISASI. ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah, 60-61.
Alfiansyah, M. R. (2025). Menjaga warisan budaya identitas nasional dalam konteks modern. Maliki Interdisciplinary Journal (MIJ) , 1-6.
Anisa Pebriani, R. K. (2024). Identitas Budaya Dalam Konteks Perubahan Sosial. Jurnal Nakula : Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial, 235–242.
Creswell, J. W. (2024). Qualitative Inquiry & Research Design Choosing Among Five Approaches. Los Angeles: SAGE Publications.
Debby Widitya, U. (2025). Perubahan Sosial Budaya dan Dampaknya terhadap Identitas. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING, Jurnal Ilmiah Nusantara, 3-9.
Fidan Safira, T. A. (2020). PERAN ARSIP DALAM PELESTARIAN CAGAR BUDAYA DI INDONESIA: SISTEMATIKA REVIEW. Jurnal Dokumentasi dan Informasi, 1-10.
Hendrison Adipura Hasibuan, P. G. (2025). Istana Sisingamangaraja sebagai Representasi Identitas Budaya Batak: Analisis Sejarah, Arsitektur Tradisional, dan Pengembangan Wisata Naratif di Bakkara. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary, 1-5.
Khuroto Ayun, P. A. (2025). KETERLIBATAN GENERASI Z DALAM MELESTARIKAN CAGAR BUDAYA PRASASTI MANTYASIH MELALUI KONTEN TIKTOK SEJARAH. JURNAL Pendidikan Sejarah Indonesia, 2-13.
Lauhil Fatihah, E. D. (2025). KAWASAN CAGAR BUDAYA NASIONAL TROWULAN DARI MASA KLASIK HINGGA PASCA REFORMASI. Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah, 46.
Liza Dwi Eftiza Khairunniza, A. Y. (2026). Taman Arkeologi Leang-Leang di Era Digital: Studi Interdisipliner Antara Wisata Edukatif dan Ruang Produksi Konten. TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora, 101–110.
Lustani Samosir, P. S. (2022). UPAYA PELESTARIAN CAGAR BUDAYA ISTANA SISINGAMANGARAJA BAKKARA SEBAGAI SITUS WISATA BERSEJARAH DI KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN. JURNAL CHRISTIAN HUMANIORA, 2-11.
Musdalifah, M. D. (2020). PENGEMBANGAN SKALA IDENTITAS SOSIAL: VALIDITAS, DAN ANALISIS FAKTOR KONFIRMATORI. Pengembangan Skala Identitas Sosial: Validitas, dan Analisis Faktor Konfirmatori, 2-5.
Mustakim, I. W. (2020). Konstruksi Kepemimpinanan Atas Tradisi Giri Kedaton Sebagai Identitas Sosial Budaya Masyarakat Kabupaten Gresik. Media Komunikasi FPIPS, 11–27.
Nindi Jawining Aji, N. W. (2024). Peran Masyarakat Dalam Pelestarian Nilai-Nilai Warisan Budaya Candi Sawentar Kabupaten Blitar. JHJC: Jambura History and Culture Journal, 2-17.
Nurwidia, K. W. (2026). WARISAN LELUHUR: MAKAM MBAH KUWU SANGKAN SEBAGAI PUSAT ZIARAH DAN IDENTITAS KULTURAL. JEC: Jurnal Pendidikan Konseling, 5-10.
Prima Audria Artha, T. A. (2024). Fanatisme Pada Anime Terhadap Pergeseran Perilaku Konservasi Budaya Lokal. Socia: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial, 64.
Siti Khaidah Soraya, S. Y. (n.d.). CUT NYAK DIEN : RATU PERANG ACEH DALAM MELAWAN PEMERINTAH KOLONIAL BELANDA TAHUN 1878-1908. Pendidikan Sejarah, Universitas Flores, Indonesia, 2-12.
UNESCO, I. I. (2013). Managing Cultural World Heritage. Paris: UNESCO World Heritage Centre.
Yolanda Nany Palar, V. A. (n.d.). MEMBANGUN IDENTITAS BUDAYA MELALUI BAHASA: ANALISIS KONSTRUKSI SOSIAL BERGER DAN LUCKMANN DALAM CERITA MENARA BABEL KEJADIAN 11:1-9. Institut Agama Kristen Negeri Manado, 2-12.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lutfiah Rustianti, Syifa Almanda Ru’yat, Muhammad Taufik Aulia Rahman, Eka Syifa Andrini, Nova Eliza Bachri, Radika Arsyil Kenedy, Syaripulloh

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















