Eksplorasi Bentuk dan Makna dalam Syair Meringit Masyarakat Suku Pasemah di Desa Tanjung Kemuning 1 Padang Guci Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu: Perspektif Pendidikan Bahasa Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.31004/jpion.v4i2.502Keywords:
Syair Meringit, Sastra Lisan, Bentuk Syair, Makna Syair, Pendidikan Bahasa Indonesia, Kearifan LokalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan implikasi eksplorasi Syair Meringit dalam perspektif pendidikan Bahasa Indonesia. Syair Meringit merupakan salah satu bentuk sastra lisan khas masyarakat Desa Tanjung Kemuning 1, Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, yang mengandung nilai-nilai budaya, spiritual, dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk Syair Meringit terdiri atas bait empat baris dengan pola rima dominan a-a-a-a dan variasi rima silang, diksi khas bahasa daerah Pasemah yang sarat makna simbolik dan reflektif, serta imaji kuat yang melibatkan unsur visual, auditif, dan emosional. Makna dalam Syair Meringit terbagi menjadi makna denotatif, yaitu makna literal terkait kondisi sosial dan alam sekitar, serta makna konotatif yang mencerminkan nilai moral, spiritualitas, dan pengalaman batin masyarakat. Eksplorasi terhadap syair ini menunjukkan potensi besar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam penguatan literasi sastra, pelestarian budaya lokal, dan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Syair Meringit dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran puisi lama, pengembangan apresiasi sastra, serta refleksi nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.
References
Aan Komariah, & Satori, D. (2011). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Arina, L. R. (2020). Makna syair buai di Simeulue (Skripsi). UIN Ar-Raniry.
Catur Sutantri, S. (2018). Diplomasi kebudayaan Indonesia dalam proses pengusulan pencak silat sebagai warisan budaya takbenda UNESCO. JIPSI: Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi UNIKOM, 8, 1–10.
Fauzan, F., & Sakinah, M. N. (2020). The denotative and connotative meaning in Sheila on 7 song lyrics “Film Favorit”. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora, 6(1), 9–18.
Fuadhiyah, U. (2011). Simbol dan makna kebangsaan dalam lirik lagu-lagu dolanan di Jawa Tengah dan implementasinya dalam dunia pendidikan. Lingua: Jurnal Bahasa dan Sastra, 7(1), 1–12.
Harsiati, T., dkk. (2016). Bahasa Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Ivana, G. (2024). Analisis bentuk dan makna syair lagu rohani “Suci, Suci, Suci” di GKI Darmo Permai. Repertoar Journal, 5(1), 39–48.
Khoyin, M. (2013). Filsafat bahasa. Bandung: Pustaka Setia.
Kosasih, E. (2012). Dasar-dasar keterampilan bersastra. Bandung: Yrama Widya.
Kridalaksana, H. (2007). Pembentukan kata dalam bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Mawarni, H. (2022). Analisis fungsi dan makna lawas (puisi tradisional) masyarakat Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat. Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 2(2), 133–142.
Moleong, L. J. (2010). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nugroho, B. (2019). Semiotika syair-syair bergenre rockligius karya Slamet Gundono (Skripsi). Universitas Negeri Semarang.
Nurhasanah, L., Siburian, B. P., & Fitriana, J. A. (2021). Pengaruh globalisasi terhadap minat generasi muda dalam melestarikan kesenian tradisional Indonesia. Jurnal Global Citizen, 10(2), 31–39.
Prasetya, T. (2016). Bentuk dan makna wangsalan. Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa, 4(1), 1–10.
Qalby, M. F., Putri, D. S., Putri, N. D., Cinara, V. W., Pribadi, M. M. W., & Nurhayati, E. (2024). Interpretasi lagu “Gala Bunga Matahari” terhadap ayat-ayat Al-Qur’an. Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa, 4(6), 1–10.
Rumpuin, C. C. (2023). Lagu Kenangan Malam karya Musafir Isfanhari dalam tinjauan bentuk dan makna lagu. Repertoar Journal, 3(2), 173–185.
Rusmana, D. M. (2014). Filsafat semiotika. Bandung: CV Pustaka Setia.
Sakinah, R. M. N., & Aufa, A. M. G. (2019). A semiotic analysis myth of life in lyric’s Blow in the Wind by Bob Dylan. Jurnal Textura, 6, 114–128.
Santoso, R. (2003). Semiotika sosial: Pandangan terhadap bahasa. Surabaya: Eureka.
Sobur, A. (2009). Semiotika komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Solikah, A. U., Izzah, A., & Valeria, A. H. (2024). Corak budaya Indonesia dalam bingkai kearifan lokal. Jakarta: Uwais Inspirasi Indonesia.
Sugiarto, E. (2015). Mengenal sastra lama. Yogyakarta: Andi.
Sugiyono. (2010). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.
Sukmadinata, N. S. (2011). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Supriatin, Y. M., & Istiana, I. I. (2022). Kearifan lokal masyarakat adat Sinar Resmi sebagai identitas bangsa. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 1(2), 1–14.
Susanto, B. (2024). Seni tutur Meringit, masihkah menjadi primadona di era modern? Diakses dari https://rri.co.id/index.php/daerah/503153/seni-tutur-tadisional-meringit-masihkah-menjadi-primadona-di-era-modern (diakses 1 Desember 2024).
Syaputra, E., & Mentari, G. (2024). Eksistensi tradisi lisan Rejung, Guritan dan Tadut pada masyarakat Pasemah Bengkulu. Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE), 6(1), 33–42.
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi ke-3). Jakarta: Balai Pustaka.
Wibowo, I. S. W. (2013). Semiotika komunikasi: Aplikasi praktis bagi penelitian dan skripsi komunikasi. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Widjono, Hs. (2007). Bahasa Indonesia: Mata kuliah pengembangan kepribadian di perguruan tinggi (Revisi). Jakarta: Grasindo.
Yahya, N. (2024). Analisis makna simbolisme dalam karya ‘A’idh Abdullah al-Qarni: Telaah buku “Al-Qur’an Berjalan” (Skripsi). IAIN Parepare.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Verti Emilia Putri, Ahmad Suradi, Wenny Aulia Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















