Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Kiasan dalam “Podcast Warung Kopi (PWK)” Praz Teguh Media Sosial di Youtube
DOI:
https://doi.org/10.31004/jpion.v4i4.855Keywords:
gaya bahasa kiasan, podcast, stilistika, PWK, Praz TeguhAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, jenis, dan penggunaan gaya bahasa kiasan yang muncul dalam Podcast Warung Kopi (PWK) Praz Teguh di media sosial YouTube. Latar belakang penelitian ini berfokus pada fenomena penggunaan bahasa kreatif dalam konten digital, di mana gaya bahasa kiasan menjadi bagian penting dalam membangun humor, memperkuat pesan, serta menciptakan efek komunikatif tertentu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa metode simak dan catat terhadap 11 episode podcast yang diteliti. Data dianalisis melalui proses klasifikasi, deskripsi, dan interpretasi makna sesuai konteks tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 16 jenis gaya bahasa kiasan yang ditemukan dalam tuturan host dan bintang tamu PWK, antara lain: simile, metafora, alegori, personifikasi, alusi, eponim, epitet, sinekdoke, metonimia, antonomasia, hipalase, ironi, satire, inuendo, antifrasis, dan paronomasia. Gaya bahasa metafora merupakan jenis yang paling dominan, sedangkan gaya bahasa alegori, personifikasi, dan beberapa bentuk lainnya muncul dalam jumlah yang lebih sedikit. Penggunaan gaya bahasa kiasan dalam podcast ini berfungsi untuk memperkuat efek humor, memberikan penegasan makna, menyampaikan kritik sosial secara halus, menggambarkan pengalaman personal, serta memperkaya kreativitas bahasa dalam komunikasi informal. Penelitian ini menunjukkan bahwa Podcast Warung Kopi PWK tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga ruang yang merefleksikan dinamika perkembangan bahasa Indonesia di era digital melalui penggunaan gaya bahasa yang variatif dan kreatif. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam kajian stilistika, pragmatik, dan pembelajaran bahasa Indonesia pada konteks media digital.
References
Cin, R., & Utami, S. (2020). Media digital dan pembelajaran kreatif. Jakarta: Pustaka Edukasi.
Jannah, N., & Putri, R. (2025). Teknik observasi dan pencatatan dalam penelitian kualitatif. Jurnal Linguistik Indonesia, 12(4), 695–705.
Keraf, G. (dalam Sujarwoko, B.). (2021). Diksi dan gaya bahasa: Teori dan aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Laila, N. (2020). Perkembangan podcast sebagai media komunikasi dan pendidikan digital. Jurnal Komunikasi dan Media, 8(2), 45–56.
Mahardhika, D. (2020). Estetika bahasa dalam sastra kontemporer. Bandung: Refika Aditama.
Mahsun (dalam Setiawan, A.). (2021). Metode pengumpulan data penelitian kualitatif. Surabaya: Lembaga Penelitian Universitas Negeri.
Mutia, R., Taib, M., & Iqbal, F. (2018). Pendekatan kualitatif dalam penelitian bahasa dan sastra. Jakarta: Rajawali Press.
Semi, G. S. (2015). Metodologi penelitian kualitatif: Teori, praktik, dan aplikasi. Jakarta: Prenadamedia Group.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suyanto (dalam Mahardhika, D.). (2020). Estetika bahasa dalam sastra kontemporer. Bandung: Refika Aditama.
Sudaryanto (dalam Jannah & Putri, 2025). Teknik simak dalam analisis tuturan. Jurnal Linguistik Indonesia, 12(4), 698–700.
Ummah, R. (2020). Podcast sebagai media kreatif: Peluang dan tantangan di era digital. Jurnal Media Digital, 5(1), 22–34.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sekretariat Negara.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Jakarta: Sekretariat Negara.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Bella Herlin Nabilla, Asmara Yumarni, Wenny Aulia Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















