Inovasi Pembelajaran Ips Yang Inklusif Melalui Pemanfaatan Kampung Adat Cikondang Sebagai Laboratorium Alam Dan Budaya

Penulis

  • Sari Sri Handani Universitas Bale Bandung
  • Dena Mustika Universitas Bale Bandung
  • Nana Supriatna Universitas Bale Bandung

DOI:

https://doi.org/10.31004/jpion.v4i1.348

Kata Kunci:

Inklusif, Inovasi, kampung adat Cikondang, laboratorium alam budaya, pembelajaran IPS

Abstrak

Kampung Adat Cikondang memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal yang masih mempertahankan tradisi, adat istiadat, dan praktik-praktik budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran IPS yang inklusif dengan memanfaatkan Kampung Adat Cikondang sebagai laboratorium alam dan budaya.  Adapun metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods, yaitu kombinasi antara metode kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan data yang komprehensif dan mendalam tentang efektivitas model pembelajaran yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian potensi lokal Kampung Adat Cikondang ke dalam pembelajaran IPS dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, autentik, dan bermakna bagi siswa. Selain itu, pembelajaran IPS saat ini juga menghadapi masalah ketidakmerataan akses dan inklusivitas. Siswa dengan latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya yang berbeda seringkali tidak mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan memahami materi pelajaran dengan baik. Dengan demikian, diperlukan inovasi dalam pembelajaran IPS yang tidak hanya membuat materi pelajaran lebih relevan dan kontekstual, tetapi juga inklusif bagi semua peserta didik melalui laboratorium alam dan budaya yang sesungguhnya ada di masyarakat yaitu kampung adat Cikondang.

Referensi

Emilda, Nia, dkk. (2018). Potensi budaya rupa kampung adat cikondang kabupaten bandung sebagai sumber etnopedagogi karakter masyarakat. Jurnal desain dan seni NARADA. Volume 5 Edisi 3, 2018.

Katilmis, A. (2017). Values Education as Perceived by Social Studies Teachers in Objective and Practice Dimensions. Educational Sciences: Theory and Practice, 17(4), 1231-1254.

Khairunniza, L. D. E., & Handani, S. S. (2024). Rumah Adat Cikondang Dalam Konteks Pelestarian Budaya Dan Lingkungan Di Era Modern. Tsaqifa Nusantara: Jurnal Pembelajaran dan Isu-Isu Sosial, 3(02), 113-129.

Miharja, Deni. (2016). Wujud kebudayaan masyarakat adat cikondang dalam melestarikan lingkungan. Religious: Jurnal Agama dan Lintas Budaya 1(1), 56-60

Mustika, D., Handani, S. S., & Supriatna, N. (2023). Internalisasi revolusi mental dalam membangun kecerdasan ecoliteracy peserta didik pada pembelajaran IPS di SMP Assalaam Bandung. Abdimas Siliwangi, 6(2), 352-365

Rahmawati, Alfiah dan Tri Cahyanto. (2024). Analisis penetapan cagar budaya kampung adat cikondang sebagai sarana konservasi hutan adat. Jurnal pendidikan bahasa dan budaya, vol.3, no. 2

Diterbitkan

2025-05-14

Cara Mengutip

Handani, S. S., Mustika, D., & Supriatna, N. (2025). Inovasi Pembelajaran Ips Yang Inklusif Melalui Pemanfaatan Kampung Adat Cikondang Sebagai Laboratorium Alam Dan Budaya. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 4(1), 128–134. https://doi.org/10.31004/jpion.v4i1.348

Terbitan

Bagian

Articles