Makna Festival Budaya Umbung Kuteui Masyarakat Suku Rejang Kabupaten Kepahiang : (Kajian Semiotika)
DOI:
https://doi.org/10.31004/jpion.v4i1.371Kata Kunci:
Umbung Kuteui, suku Rejang, makna, semiotika, Ferdinand de SaussureAbstrak
Tradisi Umbung Kuteui merupakan warisan budaya masyarakat suku Rejang di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, yang terus dilestarikan melalui festival budaya tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan setempat. Penelitian ini dilakukan untuk menggali makna yang terkandung dalam festival budaya Umbung Kuteui dengan menggunakan teori semiotika Ferdinand de Saussure yang menganalisis hubungan antara penanda (bentuk) dan petanda (konsep). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dengan pelaku budaya dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini mengandung berbagai tanda, seperti benda adat, pakaian upacara, makanan simbolik, dan ritual yang memiliki bentuk fisik dan makna mendalam. Misalnya, benda-benda yang melambangkan rasa syukur dan solidaritas; tarian tradisional mencerminkan kebersamaan dan penghormatan kepada leluhur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tradisi Umbung Kuteui bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan media untuk mengekspresikan nilai-nilai syukur, keharmonisan, identitas budaya, dan pelestarian kearifan lokal. Tanda-tanda tersebut memperkuat ikatan sosial dan menjamin kesinambungan budaya lintas generasi.
Referensi
A, Pratama dan Sari, I. 2023. Dokumentasi dan Kajian Tradisi Lokal. Jurnal Kebudayaan Indonesia, 30(1).
B, Santoso dan Hidayat, R. 2023. Ketidaktertarikan Generasi Muda Terhadap Tradisi Lokal: Implikasi pada Pewarisan Budaya. Jurnal Sosial dan Budaya, 22(3).
Bahasa Sosiologi. 2023. Pengertian Festival, Jenis, dan Contohnya. Diakses pada tanggal 21 April 2025 dalam https://dosensosiologi.com/pengertian-festival/
Bengkulupost. 2024. Festival Budaya Umbung Kutei Ke Tiga Dibuka Secara Resmi Oleh Bupati Kepahiang. Diakses pada tanggal 26 Februari 2025 dalam https://radarkepahiang.disway.id/read/663105/rejang-kepahiang-persiapan-dan-tahapan-umbung-kutei-yang-wajib-dipahami-ketua-adat?utm_source
Ciputra, William. 2022. Sejarah Suku Rejang Salah Satu Suku Bangsa Tertua di Sumatera. Diakses pada tanggal 5 November 2024 dalam https://regional.kompas.com/read/2022/02/07/140500578/sejarah-suku-rejang-salah-satu-suku-bangsa-tertua-di-sumatera?page=all
Fatimah. 2020. Semiotika Dalam Kajian Iklan Layanan Masyarakat (ILM). Sulawesi Selatan: Tallasa Media.
Gunawan, Imam. 2021. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta Timur: Bumi Aksara.
Hamzah, Amir. 2020. Metode Penelitian Kualitatif. Malang: Literasi Nusantara.
Julianti, Lia. 2024. Jejak Globalisasi Peran Generasi Muda dalam Melawan Kemunduran Budaya Lokal. Diakses pada tanggal 26 Februari 2025 dalam https://www.kompasiana.com/liajulianti/6634e217c57afb5302653cf2/jejak-globalisasi-peran-generasi-muda-dalam-melawan-kemunduran-budaya-lokal?utm_source
Koentjaraningrat. 2016. Cultura Indonesia: Pendekatan Antropologi Budaya. Jakarta: Rineka Cipta.
Kurniawan, R. 2020. Simbolisme dan Estetika dalam Sastra: Sebuah Kajian Teoritis. Surabaya: Pustaka Sinergi.
Lantowa, Jafar, dkk. 2017. Semiotika Teori, Metode dan Penerapannya dalam Penelitian Sastra. Yogyakarta: Deepublish.
M, Hasan dan Lestari, R. 2023. Pelestarian Tradisi Lokal dan Identitas Budaya: Studi Kasus pada Masyarakat Suku Rejang. Jurnal Kebudayaan Indonesia, 54 (2).
Mardimin, Sukiman. 2020. Tradisi dalam Perspektif Masyarakat Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Moleong, Lexy.J. 2019. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Munawaroh, Ana Firdatul. 2020. Makna Filosofi Tradisi Bedudukan Di Desa Asempapan Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati, Universitas Islan Negeri Walisongo Semarang.
Nikolas, dkk. 2021. Analisis Makna Simbolik Ritual Upcara Adat Mimmala Matamba Bulung Etnik Pattae Di Desa Kaleok Kecamatan Binuang (Kajian Semiotika). Journal Peqguruang Conference Series. 3 (2).
Nurdien, H. T. 2017. Kebudayaan dalam Perspektif Antropologi. Semarang: Universitas Diponegoro.
Perspektif Today Id Kepahiang. 2024. Festival Umbung Kutei 2024 Pelestarian Budaya Rejang dan Penggerak Ekonomi Lokal. Diakses pada tanggal 26 Februari 2025 dalam https://www.perspektif.today/2024/12/05/festival-embung-kutei-2024-pelestarian-budaya-rejang-dan-penggerak-ekonomi-lokal/?utm_source
Prasetyo, Ari. 2024. Lima Alasan Penyebab Mengapa Saat ini Banyak Masyarakat yang Tidak Melakukan Upacara Adat. Diakses pada tanggal 26 Februari 2025 dalam https://bangkalan.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-2747585908/5-alasan-penyebab-mengapa-saat-ini-banyak-masyarakat-yang-tidak-melakukan-upacara-adat?page=all&utm_source
Putri, R. (2022). Kajian Makna dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Pustaka Ilmu Nusantara.
Putri, Tilly. 2019. Makna Simbol-Simbol Budaya Dalam Prosesi Adat Pernikahan di Kabupaten Dompu Kajian Semiotika Roland Barthes. KOPULA: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pendidikan. 1 (2). Diunduh pada tanggal 18 Januari 2025, dari https://journal.unram.ac.id/index.php/kopula/article/view/2556
Radar Kepahiang. 2023. Festival Umbung Kutei Lestarikan Budaya Lokal Kabupaten Kepahiang. Diakses pada tanggal 26 Februari 2025 dalam https://radarkepahiang.bacakoran.co/read/166/festival-umbung-kutei-lestarikan-budaya-lokal-kabupaten-kepahiang?utm_source
Rahayu, Anita dan Bagus Wahyu Setyawan. 2024. Kajian Semiotika Dalam Tradisi Tiban Dari Masyarakat Tulungagung Dan Sekitarnya. Sosofilkom. 18 (1). Diunduh pada tanggal 18 Januari 2025, dari https://www.semanticscholar.org/paper/KAJIAN-SEMIOTIKA-DALAM-TRADISI-TIBAN-DARI-DAN-Rahayu-Setyawan/ad2907fdb272997413a0396cdcbded882f27ad6f
Rahmadani, Adea Putri dan Yuli Amaliyah. 2024. Nilai Sosial dan Sikap Gotong Royong Dalam Tradisi Umbung Kutei pada Masyarakat Suku Rejang di Kabupaten Kepahiang. Social, Humanities and Educational Studies, 7 (3), 12. Diunduh pada tanggal 18 Januari 2025, dari https://jurnal.uns.ac.id/SHES/article/view/91491
Rahmawan, R. 2020. Pola Simbolik dalam Tradisi Adat Dayak Ngaju. Journal of Cultural Studies, vol. 10 no. 1.
RK, Online. 2023. Rejang Kepahiang Persiapan dan Tahapan Umbung Kutei yang Wajib Dipahami Ketua Adat. Diakses pada tanggal 26 Februari 2025 dalam https://radarkepahiang.disway.id/read/663105/rejang-kepahiang-persiapan-dan-tahapan-umbung-kutei-yang-wajib-dipahami-ketua-adat?utm_source
Salen, Yanuarius Charles Daniel. 2023. Makna Tradisi Tutu Kubi Pada Upacara Kematian Suku Nopala Kajian Semiotika Roland Berthes. Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. 8 (3).
Satori, Djama’an dan Aan Komariah. 2017. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Shaka, Fian. 2021. Strategi Pemanfaatan Media Sosial Untuk Pelestarian Budaya Daerah. Diakses pada tanggal 26 Februari 2025 dalam https://mediacenter.singkawangkota.go.id/artikel/strategi-pemanfaatan-media-sosial-untuk-pelestarian-budaya-daerah/?utm_source
Soemardjan, S, Soemardi, T. 2018. Antropologi Budaya: Asas-Asas Ilmu Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Soewandi, Emong. 2023. Umbung Kutei: Sejara dan Aspek Kinetik & Mnemoniknya Bagi Orang Rejang Kepahiang. Diakses pada tanggal 5 November 2024 dalam https://www.emong-soewandi.com/2023/10/umbung-kutei-sejarah-dan-aspek.html?m=1
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2022. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Umam. 2021. Pengertian Budaya: Ciri-ciri, Fungsi, Unsur, dan Contohnya. Diakses pada tanggal 20 Maret 2025 dalam https://www.gramedia.com/literasi/budaya/?srsltid=AfmBOoq4upi_rco8B_vIEK6Nljq02cKO4iv7-5UEO0q02CU9uiybf6pK#google_vignette
Wibowo, A. 2019. Pola Komunikasi Masyarakat Adat. Khazanah Sosial, 1(1), 15–31. https://doi.org/10.15575/ks.v1i1.7142
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Suci Dwi Putri, Irwan Satria, Meddyan Heriadi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















