Peran Guru Dalam Membimbing Anak Disleksia Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas III di SDN 35 Kota Bengkulu
DOI:
https://doi.org/10.31004/jpion.v4i3.595Keywords:
Peran, Guru, Membimbing, Disleksia, Bahasa IndonesiaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui Jenis disleksia yang paling dominan, faktor yang menyebabkan timbulnya gangguan disleksia dalam pembelajaran yang meliputi membaca dan untuk menjelaskan proses pelaksanaan bimbingan individual dalam mengatasi kesulitan belajar disleksia kelas III di SDN 35 Kota Bengkulu. Subjek penelitian ini adalah siswa yang mengalami disleksia yang merupakan siswa kelas 3 di SDN 35 Kota Bengkulu yang berjumlah dua orang siswa laki-laki yang bernama Al Ghazio Putra dan Juan Hambadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Jenis disleksia yang paling dominan pada siswa kelas 3 yaitu jenis disleksia verbal atau linguistik, disleksia ini terjadi akibat dari gangguan bahasa yang ditandai dengan kesulitan dalam persepsi auditoris (2) Faktor yang menyebabkan timbulnya gangguan disleksia dalam pembelajaran yang meliputi membaca pada siswa kelas 3 yakni faktor pendidikan dan faktor psikologis. (3) Proses pelaksanaan bimbingan individual dalam mengatasi kesulitan belajar disleksia SDN 35 Kota Bengkulu belum berjalan secara formal dan terstruktur. Namun, guru berupaya memberikan pendampingan secara informal dengan metode pengajaran yang adaptif dan pendekatan personal agar siswa tidak tertinggal. Keterbatasan tenaga ahli dan sarana menjadi kendala utama yang perlu diatasi agar bimbingan individual dapat berjalan lebih optimal.
References
Adi Gunawan. (2003). Kamus Cerdas Bahasa Indonesia. Surabaya: Kartika.
Agstina Novisari Pour, Herawanti, L., & dkk. (2018). Pengaruh model pembelajaran Talking Stick terhadap keaktifan belajar siswa. Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pendidikan, 2, 37.
Ahmadi, R. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Ar-Ruzz Media.
Anggito, A., & Etiawan, J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jawa Barat: CV Jejak.
Aquila, T. A. (2003). Perilaku Anak Usia Dini: Kasus dan Pemecahannya. Yogyakarta: Kanisius.
Asef Umar Fahruddin. (2009). Menjadi Guru Favorit. Yogyakarta: Diva Press.
Daiwi, W. (2023). Gejala dan upaya mengatasi kesulitan belajar (disleksia). Jurnal Pendidikan, 10(3).
Husalni, F. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif: Teori, Penerapan, dan Riset Nyata. Yogyakarta: Anak Hebat Indonesia.
Ijali, A. (2018). Analisis data kualitatif. Jurnal Alhadharah, 17(33), 91.
Iza Syahroni, dkk. (2021). Ciri-ciri disleksia pada anak usia dini. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 8(1).
Janawi. (2012). Kompetensi Guru: Citra Guru Profesional. Bandung: Alfabeta.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2002). Jakarta: Kemendikbud.
Kusuma Kusumawati. (2023). Metodologi Penelitian: Langkah-Langkah Metodologi Penelitian yang Sistematik. Kalimantan Tengah: PT Asadel Liamsindo Teknologi.
Martini, J. (2014). Kesulitan Belajar: Perspektif, Asesmen, dan Penanggulangannya. Bogor: Ghalia Indonesia.
Madiatul Munawaroh, & Novi Trisna Anggraini. (2015). Mengenal tanda-tanda disleksia pada anak usia dini. Universitas PGRI Yogyakarta.
MIF Baihaqi, & Sugiarmin, M. (2008). Memahami dan Membantu Anak ADHD. Bandung: PT Refika Aditama.
Moh. Uzer Usman. (2010). Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mulyadi. (2010). Diagnosis Kesulitan Belajar dan Bimbingan Belajar. Yogyakarta: Nuha Litera.
Najib Sulhan. (2010). Pembangunan Karakter pada Anak: Manajemen Pembelajaran Guru Menuju Sekolah Efektif. Surabaya: Surabaya Intelektual Club (SIC).
Nisrina Haifa, dkk. (2020). Pengenalan ciri anak pengidap disleksia. Jurnal Pedadidaktika, 7(2).
Nurfuadi. (2012). Profesionalisme Guru. Purwokerto: STAIN Press.
Nurngaini, & Ponidi. (2023). Bimbingan individual dalam mengatasi kesulitan belajar disleksia di SDIT Saibul Hidayah Kabupaten Way Kanan. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru Pendidikan.
Sukadi. (Tanpa tahun). Guru Powerful Masa Depan. Bandung: Kolbu.
Syaiful Bahri Djamarah. (2018). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Syaputri, Z. A., Fallenia, F. D., & dkk. (2023). Kerangka berpikir penelitian kuantitatif. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran, 2(1), 161.
Tohrin. (2012). Metode Penelitian Kualitatif dalam Pendidikan dan Bimbingan Konseling: Pendidikan Praktis untuk Peneliti Pemula dan Dilengkapi dengan Contoh Transkrip Hasil Wawancara serta Model Penyajian Data. Jakarta: Ajawali Press.
Umrati, & Wijaya, H. (2020). Analisis Data Kualitatif: Teori dan Konsep dalam Penelitian Pendidikan. Makassar: Sekolah Tinggi Teknologi Jaffray.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rindu Larasati. R, Adisel, M. Ilham Gilang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















