PENGUATAN BERFIKIR HOTS DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI ERA SOCIETY 5.0
DOI:
https://doi.org/10.31004/jpion.v2i2.130Kata Kunci:
Penguatan, Berpikir HOTS, Pendidikan Islam, Society 5.0Abstrak
Era society 5.0 berdampak pada seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk pendidikan. Era ini ditandai dengan semakin sentralnya peran teknologi dalam kehidupan manusia. Dunia pendidikan harus mampu mengikuti percepatan arus yang dapat berubah dalam sekejap mengikuti era masyarakat 5.0 Seperti halnya pendidikan agama Islam berperan penting dalam membangun generasi bangsa yang berkualitas. Tentunya teknologi harus dimanfaatkan dalam pendidikan agama Islam khususnya pembelajaran PAI. Berdasarkan fakta itu, perlu dilakukan perubahan dan terus dilakukan evaluasi pengembangannya, agar tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang diajarkan dapat tercapai secara optimal, melalui pengembangan kemampuan berpikir kritis dalam Higher Order Thinking Skills (HOTS). Tujuan penelitian dari artikel ini adalah untuk memaparkan pentingnya memahami konsep HOTS dalam pendidikan Islam, menganalisis tantangan pendidikan Islam dalam mengembangkan HOTS di era Society 5.0, dan memberikan solusi penguatan pengembangan HOTS dalam pendidikan Islam. Metode penelitian menggunakan Metode penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa HOTS merupakan kemampuan berpikir yang lebih kompleks yang membutuhkan kemampuan analitis, kreatif dan kritis.
Referensi
Anggraheni, R., & Astuti, R. D. (2020). Revitalisasi Nilai-Nilai Islami dalam Edukasi guna Mempersiapkan Generasi Menuju Era Society 5.0 sebagai Bagian dari Strategi Rekonstruksi Kejayaan Peradaban Islam. Prosiding Konferensi Integrasi Interkoneksi Islam Dan Sains, 2, 31-34.
Ariani, D., & Syahrani, S. (2022). Manajemen Pesantren Dalam Persiapan Pembelajaran 5.0. Cross-border, 5(1), 611-621.
Bahri, S. (2022). Konsep Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Society 5.0. Edupedia: Jurnal Studi Pendidikan dan Pedagogi Islam, 6(2), 133-145.
Bahri, S. (2022). Konsep Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Society 5.0. Edupedia: Jurnal Studi Pendidikan dan Pedagogi Islam, 6(2), 133-145.
Bashori, B. (2017). Paradigma Baru Pendidikan Islam (Konsep Pendidikan Hadhari). Jurnal Penelitian, 11(1), 141-174.
Cowdroy, R., & de Graaff, E. (2005). Assessing highly‐creative ability. Assessment & Evaluation in Higher Education, 30(5), 507-518.
Dell, D., & Feuer, S. (2021). Toward a New “Solution”? Islamic Ideologies in the Middle East a Decade after the Uprisings. A Multidisciplinary Journal on National Security, 56.
Denispriyanti, I., & Kamaludin, A. (2021). The Analysis Student Interest in Chemistry Subjects on the National Exam in MAN Sleman Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Sains Universitas Muhammadiyah Semarang, 9(2), 146-151.
Duryat, H. M., & Alphan, M. P. (2021). Pendidikan Dan Perubahan Sosial:(Telaah Konseptual Pemikiran Pendidikan Mansour Fakih). K-Media.
Faishol, R., & Hidayah, F. (2021). Efektivitas Metode Drill dengan Teknik Master pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. INCARE, International Journal of Educational Resources, 1(5), 448-465.
Fajriyah, K., & Agustini, F. (2018). Analisis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SD Pilot Project Kurikulum 2013 Kota Semarang. Elementary School: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Ke-SD-An, 5(1).
Fatoni, A. (2021). Upaya Perguruan Tinggi Menuju Society 5.0. Arsip Publikasi Ilmiah Biro Administrasi Akademik.
Hernandez-de-Menendez, M., Escobar Díaz, C., & Morales-Menendez, R. (2020). Technologies for the future of learning: state of the art. International Journal on Interactive Design and Manufacturing (IJIDeM), 14(2), 683-695.
Hidayat, N. (2015). Peran dan tantangan pendidikan agama islam di era global. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 12(1), 61-74.
Kurniasih, P. D., Nugroho, A., & Harmianto, S. (2020). Peningkatkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan Kerjasama Antar Peserta Didik Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Dengan Media Kokami Di Kelas Iv Sd Negeri 2 Dukuhwaluh. Attadib Journal of Elementary Education, 4(1), 23-35.
Langley, P., Laird, J. E., & Rogers, S. (2009). Cognitive architectures: Research issues and challenges. Cognitive Systems Research, 10(2), 141-160.
Lawson, M. J. (2003). Problem solving. International handbook of educational research in the Asia-Pacific region, 511-524.
Lubis, M., & Yusri, D. (2020). Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis E-Learning (Studi Inovasi Pendidik MTS. PAI Medan di Tengah Wabah Covid-19). Fitrah: Journal of Islamic Education, 1(1), 1-18.
Mulnix, J. W. (2012). Thinking critically about critical thinking. Educational Philosophy and theory, 44(5), 464-479.
Mulyaningsih, I. (2018). Pengembangan Pembelajaran bad 21 Bermuatan HOTS (High Order Thingking Sklls). Proposal: IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Munajah, R., & Supena, A. (2021). Strategi Guru dalam Mengoptimalkan Kecerdasan Majemuk di Sekolah Dasar. Muallimuna: Jurnal Madrasah Ibtidaiyah, 7(1), 15.
Sukasih, S. (2021, December). Digital Literation and Development Emotional Social Skills at Elementary School Students in The Social Era 5.0. In Proceeding (pp. 17-26).
Sumarno, S. (2019, November). Pembelajaran Kompetensi Abad 21 Menghadapi Era Society 5.0. In Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan Dan Pembelajaran) (Vol. 3, pp. 272-287).
Syahminan, S. (2014). Modernisasi Sistem Pendidikan Islam di Indonesia pada Abad 21. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 2(2), 235-260.
Tamami, B. (2019). Dikotomi pendidikan Agama Islam dan pendidikan umum di Indonesia. TARLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(1), 85-96.
Tanasyah, Y., Putrawan, B. K., Sutrisno, S., & Iswahyudi, I. (2021). Dampak Strategi Pembelajaran Lewat Visualisasi dalam Pendidikan Agama Kristen di Era Masyarakat 5.0. Visio Dei: Jurnal Teologi Kristen, 3(2), 281-303.
Wilson, L. O. (2016). Anderson and Krathwohl–Bloom’s taxonomy revised. Understandi
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Ahmad Hafizon, Amril M

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















