Makna dan Fungsi Mantra-Mantra Pengobatan Dalam Bahasa Serawai Di Desa Renah Gajah Mati II Kecamatan Semidang Alas Kabupaten Seluma

Penulis

  • Holin Agustin Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Asmara Yumarni Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Heny Friantary Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.31004/jpion.v4i2.474

Kata Kunci:

mantra pengobatan, Bahasa Serawai, sastra lisan, budaya lokal, pengobatan tradisional

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna dan fungsi mantra pengobatan dalam Bahasa Serawai yang digunakan oleh masyarakat Desa Renah Gajah Mati II, Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma. Mantra sebagai bentuk sastra lisan memiliki nilai budaya, spiritual, dan sosial yang tinggi, serta menjadi bagian integral dari sistem pengobatan tradisional masyarakat Serawai. Di tengah arus modernisasi dan globalisasi, praktik penggunaan mantra mengalami degradasi, terutama di kalangan generasi muda yang mulai kehilangan pemahaman terhadap struktur dan makna mantra dalam bahasa daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara terstruktur dan tidak terstruktur, serta dokumentasi. Informan utama terdiri dari tokoh adat, dukun, pemuka agama, dan masyarakat pengguna mantra. Hasil penelitian diharapkan dapat mengungkap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam mantra serta memberikan kontribusi terhadap pelestarian bahasa dan identitas etnis Serawai. Kajian ini juga memperkuat pentingnya dokumentasi sastra lisan sebagai bagian dari warisan budaya takbenda yang perlu dilestarikan secara berkelanjutan.

Referensi

Anggoro, M. Toha. (2009). Metode Penelitian. Universitas Terbuka: Jakarta

Arifin, Siti Salamah. (1991). Nilai Budaya dalam Sastra Lisan Palembang: Laporan hasil penelitian. Pusat penelitian Unsri Palembang.

Armina, (2013). Pantun Wayak dalam Masyarakat Lampung Barat (Kajian Emografi.) (Disertai). Universitas Negeri Jakarta.

Badudu, J.S. (1994). Kamus UmumBahasa Indonesia. Pustaka Harapan Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional. 2015. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka Jakarta.

Djamaris, Edward. (2004). Pengelompokan Karya Sastra Melayu dalam Sastra Melayu Lintas Daerah.

Dundes, Allan. (1984). Sacred Narrative: Readings in the Theory of Myth. Berkeley: University of California Press.

Edi Sedyawati Dkk. Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta. LATERALISASI, Volume 7 Nomor 2, Desember 2019 p-ISSN: 2354-936X; e-ISSN: 2614-452268 http://jurnal.umb.ac.id/index.php/lateralisasi

Ibrahim, M. (1995). Pengantar Ilmu Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Hutomo, Suripan Sadi, (1991). Mutiara yang Terlupakan Pengantar Studi sastra lisan. Hiski. Surabaya.

Khana, Madhu. (2003). Yantra:The tantric Symbol of Cosmic Unity. Inner Tradition. ISBN 0-89281-132-3.P.21 Medan, Tamsin. (1986). Georafi Dialeg Bahasa Minangkabau di Daerah Kabupaten Pasaman. Pusat Bahasa . Jakarta

Kridalaksana, Harimurti. (2003). Kamus Linguistik (Edisi Ketiga). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Langer, Susanne K. (1948). Philosophy in a New Key: A Study in the Symbolism of Reason, Rite, and Art. New York: Mentor Books.

Moleong, Lexy J. (2000). Metodologi penelitian Kualitatif. PT, Remaja Rosdakarya, Bandung

Ratna, Kutha Nyoman. (2012). Teori, Metode, dan Tehnik Penelitian Sastra. Pustaka Pelajar.Yogyakarta.

Walcott, (2004). Pengobatan Tradisional dan Kegunaannya.Pusat Bahasa.Jakarta

Saputra, Heru Setya Puji. (2007). Memuja Mantra : Sabuk Mangir dan Jaran Goyang Masyarakat Suku Using Banyuwangi. LKIS Pelangi aksara.

Sande, J.S.; Adri; david mannuputty; Nur Azizah Syahril; M. Eppang. (1997). Tata Bahasa Toraja.PPPB. xiv-198 pp. Jakarta

Sobur, A. (2004). Mitos dan Kenikmatan Filsafat: Pengantar ke Pemikiran Filsafat Komunikasi. Mediator: Jurnal Komunikasi, 5(1)

Sudjiman, Panuti. (2006). Memahami Sastra Universitas Indonesia Press. Jakarta.

Sutopo . 2002. Metode Penelitian kualitatif. UNS pres. Surakarta.

Suryani NS, Elis . (2000). Magic yang tertangkap dalam Khazanah Naskah

Sundah: TinjauanFilologis dan Analisis Fungsi . UI dan Ford Fondation. Jakarta

Zainal Abidin Gaffar, Mulyadi. (1984). Struktur Sastra Lisan Serawai. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Palembang.

Diterbitkan

2025-06-20

Cara Mengutip

Agustin, H., Yumarni, A., & Friantary, H. (2025). Makna dan Fungsi Mantra-Mantra Pengobatan Dalam Bahasa Serawai Di Desa Renah Gajah Mati II Kecamatan Semidang Alas Kabupaten Seluma. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 4(2), 782–788. https://doi.org/10.31004/jpion.v4i2.474

Terbitan

Bagian

Articles