Makna Filosofis Tradisi Lemang dalam Pernikahan Suku Pasemah di Dusun Pagar Bunga Desa Keban Agung 1 Kecamatan Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan
DOI:
https://doi.org/10.31004/jpion.v4i2.475Kata Kunci:
tradisi lemang, pernikahan adat, Pasemah, simbolisme budaya, pelestarian budayaAbstrak
Indonesia merupakan negara yang kaya akan tradisi budaya, termasuk dalam praktik pernikahan adat yang sarat dengan makna filosofis. Salah satu tradisi unik yang masih lestari adalah tradisi lemang dalam pernikahan masyarakat suku Pasemah di Dusun Pagar Bunga, Desa Keban Agung 1, Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan. Tradisi ini tidak hanya menyajikan lemang sebagai hidangan adat, tetapi juga menjadikannya sebagai syarat sah dalam prosesi pernikahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemang memiliki simbolisme yang kuat dalam kehidupan masyarakat Pasemah, mencerminkan nilai-nilai seperti gotong royong, penghormatan terhadap pemimpin adat, dan kesucian perkawinan. Lemang bukan sekadar makanan, melainkan bentuk komunikasi simbolik, warisan budaya, serta sarana untuk memperkuat ikatan sosial. Tradisi ini tetap eksis di tengah arus modernisasi karena didukung oleh pemahaman filosofis yang mendalam serta keberadaan tokoh adat yang menjaganya. Oleh karena itu, pelestarian tradisi lemang sangat penting sebagai upaya menjaga identitas dan nilai-nilai luhur budaya lokal.
Referensi
Alkhalid Maulana. 2021. Tradisi Balamang dalam masyarakat Suku Aneuk Jame di Kluet Selatan. Darussalam-Banda Aceh Universitas islam negeri ar-raniry Darussalam-Banda Aceh.
Asrin. 2016. Budaya perkawinan suku Pasemah Di Padang Guci Bengkulu, Bandar Lampung, Universitas Lampung.
Astuti, Linda. 2016. “Pemaknaan Pesan Pada Upacara Ritual Tabot (Studi Pada Simbol-Simbol Kebudayaan Tabot Di Provinsi Bengkulu)”. Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik, 3(1). https://jurnal.unived.ac.id/index.php/prof/article/view/289
Bascom, W. 1965. Folklore and Anthropology. In A. Dundes Ed. The Study of Folklore. Englewood Cliffs.
Burton, I. 1987. Report on reports: Our common future: The world commission on environment and development. Environment: Science and Policy for Sustainable Development.
Clifford, G. 1973. Thick description: Toward an interpretive theory of culture. The interpretation of cultures: Selected essays.
Douglas, M. 1966. Purity and Danger: An Analysis of Concepts of Pollution and Taboo. London: Routledge.
Durkheim, E. 2016. The elementary forms of religious life. In Social theory re-wired. Routledge.
Durkheim, E. 1893. The Division of Labor in Society New York: Free.
Dewey, J. 1986, September. Experience and education. In The educational forum Vol. 50, No. 3, pp. Taylor & Francis Group.
Febrianti Nur.2018. Kontribusi pendapatan usaha lemang terhadap pendapatan rumah tangga sebagai strategi bertahan hidup, Makassar: Universitas Hasanuddin makassar.
Fitria khairunnisa.2019. Adat perkawinan suku banjar didesa kempas jaya kec. Senyerang kab. Tanjung gabung barat dalam persepektif hukum islam, jambi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Geertz, C. 1973. The Interpretation of Cultures: Selected Essays. New York: Basic Books.
G. P. Adiyasa, B. E. Turisno, and A. P. Prabandari, "Perkawinan Dan Peranan Badan Penasihatan Pembinaan Dan Pelestarian Perkawinan BP4," Notarius, vol. 13, no. 1, pp.May. 2020
Hardani.2020. Metode Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif, Yogyakarta, CV Pustaka Ilmu.
Hendri, R. 2019. Tradisi kuliner dan makna simbolik dalam ritual adat suku Basemah. Jurnal Warisan Budaya Nusantara.
Imam Gunawan.2021. Metode penelitian kualitatif teori & praktik, Jakarta: Bumi Aksara.
Japarudin, J. 2017. Tradisi bulan muharam di indonesia. Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam. https://scholar.google.Com /citations?user=VKWldQUAAAAJ&hl=id&oi=sra
Jazilaturrahmah. 2018. Makna Filosofis Tradisi Among-among di Dusun Talang Renah Kecamatan Tebo Ilir, Skripsi Jambi: FUSA UIN STS.
Marx, K. 1867. Das Kapital: Critique of Political Economy. Hamburg: Otto Meissner Verlag
Mastuhu. 2018. Metodologi Penelitian Agama , Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Muhammad Alfan. 2016. Filsafat Kebudayaan, Bandung: CV Pustaka Setia.
Muhammad Isnaini, Tradisi Melemang dalam Pernikahan Adat Semende dan Besemah di Kaur, Tanpa Lemang Belum Lengkap secara Adat, 2022. Jumat 09-12-2022, 13:07 WIB
Nopiana.2015. Perkembangan adat nikah Tumpeng desa Jetak Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Semarang, IAIN Salatiga.
Pranata, P., & Sulandra, S. 2021. Kearifan Lokal Hindu Kaharingan (Pandangan Ketuhanan, Ritual, dan Etika). Dharma Duta,
Raka Efriansyah. 2019. Tradisi Nyerakah Agok an di desa Tanjung Makmur Kabupaten Empat Lawang ( Telaah Historis Antropologi ), UIN Raden Fatah Palembang.
Refisrul. 2019 . Fungsi lemang dalam upacara perkawinan suku Besemah Di Kabupaten Kaur, Bengkulu Selatan, Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat.
Ririn Anggreany.2016. Persepsi masyarakat Islam terhadap pernikahan dini dikecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa, Makasar, UIN Alauddin Makasar.
Rumansara, Enos H. 2019 “Transformasi Upacara Adat Papua: Wor dalam Lingkaran Hidup Orang Biak.” Humaniora 15.
Rois Lionard Arios. 2019. Pertukaran Sosial Dalam Tradisi Pantauan Bunting Pada Suku Bangsa Besemah Di Kota Pagar Alam Provinsi Sumatera Selatan, Pagar Alam, Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat.
Saputra, R. 2019. Kuliner Tradisional Sebagai Simbol Adat Pernikahan di Suku Basemah. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Suamba, I Wayan. 2014. Upacara dan Ritual Keagamaan Hindu di Bali. Denpasar: Universitas Hindu Indonesia Press.
Sudarmanto, B. A. (2020). Revitalisasi Sastra Lisan dan Pemertahanan Bahasa Daerah: Studi Kasus Sastra Lisan Rejung dan Guritan di Sumatera Selatan. JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora), 4(2). https://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/JSSH/article/view/8593
Turner, V. (1969). The Ritual Process: Structure and Anti-Structure. Aldine Publishing.
Valentine, Femalian. 2018. Komunikasi Ritual Tabot (Studi Kasus Makna Tabot Bagi Pengikutnya, Pemerintah, Dan Masyarakat Di Bengkulu) Tesis Program Pascasarjana. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.
Whiskey, Philosophy. Philosophy. New York: 1948
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Sherli Mardahliah, Asmara Yumarni, Heny Friantary

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















