Nilai Nilai Pendidikan Sosial Dan Keagamaan Dalam Tradisi Muja Dusun Pada Masyarakat Desa Padang Peri Kabupaten Seluma

Authors

  • Persi Persi Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Adisel Adisel Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Sepri Sepri Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Sepri Yunarman Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.31004/jpion.v4i1.379

Keywords:

tradisi muja dusun, masyarakat Desa Padang Peri, nilai pendidikan sosial dan keagamaan

Abstract

Tradisi muja dusun merupakan tradisi penghormatan pada leluhur dan penolak balak bagi masyarakat Desa Padang Peri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan sosial dan keagamaan apa saja yang terkandung dalam tradisi muja dusun yang dilakukan oleh masyarakat Desa Padang Peri. Penelitian ini  mengunakan metode deskriptif kualitatif, karena penulis ingin mengetahui mengenai tradisi muja dusun secara lebih mendalam dan mendeskripsikan mengenai nilai nilai pendidikan sosial dan keagamaan yang terkandung dalam tradisi muja dusun dengan cara wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tradisi muja dusun yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Padang Peri memiliki nilai-nilai pendidikan sosial dan keagamaan, yaitu nilai toleransi, nilai tolong menolong, nilai silahturahmi, nilai sedekah, nilai ekonomi , nilai aqidah, nilai akhlak, dan nilai syari’ah.

References

Agustianty, D. (2011). Multikulturalisme dalam masyarakat Indonesia. Jakarta: Pustaka Rakyat.

Antara, D., & Vairagya, A. (2018). Keberagaman budaya Indonesia. Yogyakarta: Media Nusantara.

Anderson, T. (2008). The theory and practice of online learning (2nd ed.). Edmonton: Athabasca University Press.

Creswell, J. W. (2019). Research design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Flick, U. (2018). An introduction to qualitative research (6th ed.). London: Sage Publications.

Haryatmoko. (2021). Etika publik untuk integritas sosial. Yogyakarta: Kanisius.

Koentjaraningrat. (2015). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Nabilah, S. (2024). Toleransi dan tantangan sosial di Indonesia. Bandung: Humaniora Press.

Sutrisno, B., & Fahmi, R. (2022). Globalisasi dan krisis identitas budaya lokal. Surabaya: Laksana Budaya.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Zigon, J. (2020). Moral and ethical life: An anthropological approach. New York: Routledge.

Ridantoro. (2023, November 11). Komunikasi pribadi tentang tradisi Muja Dusun di Desa Padang Peri.

Mirin. (2023, November 11). Komunikasi pribadi mengenai pelaksanaan Muja Dusun di Dusun Padang Peri.

Buckingham, D. (2007). Digital media literacies: Rethinking media education in the age of the internet. Research in Comparative and International Education, 2(1), 43–55.

Prensky, M. (2001). Digital natives, digital immigrants. On the Horizon, 9(5), 1–6.

Downloads

Published

2025-05-27

How to Cite

Persi, P., Adisel, A., Sepri, S., & Yunarman, S. (2025). Nilai Nilai Pendidikan Sosial Dan Keagamaan Dalam Tradisi Muja Dusun Pada Masyarakat Desa Padang Peri Kabupaten Seluma. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 4(1), 278–285. https://doi.org/10.31004/jpion.v4i1.379

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)