Nilai-Nilai Sosial Dalam Tradisi Nundang Padi Di Desa Selali Kabupaten Bengkulu Selatan
DOI:
https://doi.org/10.31004/jpion.v4i1.373Kata Kunci:
tradisi nundang padi, sombol, nilai-nilai sosial, pelestarianAbstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Proses Kegiatan Tradisi Nundang Padi Di Desa Selali, Kabupaten Bengkulu Selatan. Untuk mengetahui Simbol Dan Nilai-Nilai Sosial Yang Terkandung Dalam Tradisi Nundang Padi Di Desa Selali, Kabupaten Bengkulu Selatan. Untuk mengetahui Upaya Masyarakat Desa Selali Untuk Melestarikan Tradisi Nundang Padi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriftip kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses Tradisi Nundang Padi di Desa Selali terdiri dari tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan penutupan. Tahap persiapan mencakup musyawarah, pengumpulan dana, dan penyediaan bahan. Pelaksanaan berlangsung selama tiga hari dua malam dengan kegiatan seperti penghitungan padi penampilan tari-tarian, ritual adat dan pembacaan sejarah tradisi nundang padi. Puncaknya adalah pembasuhan benih padi dengan darah kerbau. Penutupan ditandai dengan pembagian benih padi dan makan bersama. simbol-simbol dalam tradisi nundang padi yaitu padi, darah kerbau,sesajen, musik dan tarian, kelambu dan dundangan, lidi kelapa hijau, padi lima jenis, melemang, malam gegerit, pengolahan padi dala kelambu oleh anak-anak, tari tumbak kerbau, pakaian adat merah dan kuning, kegiatan makan bersama. Ada pun nilai sosial yang terkandung dalam tradisi nundang padi adalah nilai gontong royong, nilai kepedulian, nilai tanggung jawab, nilai kebersamaan, dan nilai musyawarah. Upaya pelestarian yang dilakukan untuk mempertahankan tradisi nundang padi ini ialah dengan melibatkan generasi muda dengan tujuan menanamkan kecintaan pada budaya lokal.
Referensi
Adila, A., Ramadhan, M., & Kurniawan, R. (2019). Pengaruh Globalisasi terhadap Ketertarikan Remaja pada Budaya Lokal. Jakarta: Pustaka Nusantara.
Ania, P. (2024). Nilai Sosial dalam Tradisi Ngunduh Mantu di Sumatera Selatan. Palembang: Universitas Sriwijaya Press.
Anggraeni, D., Suryani, L., & Maulana, T. (2019). Partisipasi Masyarakat dalam Pelestarian Budaya Lokal. Bandung: Literasi Budaya Press.
Bayhaqi, I. (2022). Budaya dan Tantangan Multikulturalisme di Indonesia. Yogyakarta: Pilar Nusantara.
Dewi, N. A. (2022). Transformasi Tradisi Lokal di Tengah Modernisasi: Studi Kasus Tradisi Sebambangan di Lampung. Bandar Lampung: Universitas Lampung Press.
Hasan, R., Maulana, D., & Syafri, T. (2024). Kebijakan Pemerintah dalam Pelestarian Budaya Daerah. Jakarta: LIPI Press.
Hariyanti, N., Fitria, D., & Yuliana, M. (2023). Multikulturalisme dan Resolusi Konflik Sosial di Indonesia. Malang: Citra Ilmu.
Khilmi, R. (2024). Multikulturalisme dan Pelestarian Budaya di Era Modern. Surabaya: Pena Abadi.
Mizliati, & Surherni. (2017). “Tari Andun dalam Tradisi Nundang Padi di Pino Raya.” Jurnal Seni dan Budaya, 8(2), 170–179.
Nababan, M., Sudrajat, T., & Lestari, N. (2022). Keanekaragaman Budaya Indonesia: Potensi dan Tantangannya. Jakarta: Balai Pustaka.
Rut Sani Deta. (2015). Peran Pemerintah dalam Menjaga Kelestarian Tradisi Lokal. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Suprapto, D., & Ardiansyah, E. (2021). Revitalisasi Tradisi Nusantara di Tengah Arus Modernitas. Bandung: Padjadjaran University Press.
Syaodih, E. (2012). Metode Penelitian Kualitatif dalam Ilmu Sosial. Jakarta: PT Remaja Rosdakarya.
Yandi, F. (2023). Krisis Eksistensi Tradisi Lokal di Era Globalisasi. Bengkulu: Bengkulu Heritage Press.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Enjelika Marda Lensi, Adisel, Sepri Yunarman

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















